Yuk Kurangi Sampah Plastik dan Dukung Program Blackmores Peduli “Tukar Botol”

polusi sampah
Kenapa sih kita harus peduli sampah? 

Sampah itu limbah yang dihasilkan mulai dari level individu. Setiap orang bisa menghasilkan  sampah setiap harinya. Bisa dibilang, sampah itu isu lingkungan yang paling dekat di keseharian. Makanya, persoalan sampah bukan hanya urusan petugas sampah, pemerintah, maupun pihak tertentu saja, melainkan urusan kita semua. 

Seluruh aktivitas kita, besar ataupun kecil,  memiliki dampak bagi lingkungan. Termasuk isu persampahan, sebagaimana menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.  Betul, gak? Semua lapisan masyarakat perlu ikut andil, baik di level individu, rumah tangga, komunal, juga pelaku industri dan pemerintah, semua pihak deh. 

Pernah dengar tentang permasalahan pencemaran sampah plastik di laut? Bayangkan, cepat atau lambat akan ada lebih banyak sampah daripada ikan di laut, kalau kondisinya gak segera dibenahi. Ngeri ya...  

Sampah plastik, termasuk botol plastik, bisa berdampak luas terhadap ekosistem laut dan kesehatan manusia. Dan hingga kini, masih menjadi isu penting dan tantangan bagi Indonesia dan harus jadi prioritas semua pihak. Dari 10 juta metrik ton sampah yang terhanyut ke laut, 10 persennya berasal dari daratan. Padahal kalau dikelola dengan baik, sampah plastik bisa dikurangi, salah satunya melalui daur ulang dan dapat menghasilkan keuntungan. Untuk mengatasi permasalahan sampah plastik ini diperlukan komitmen dari semua pihak.

Kabar baik datang dari PT. Kalbe Blackmore Nutrition (Blackmores Indonesia) yang berkomitmen untuk mewujudkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan, khususnya ekosistem laut melalui program Blackmores Peduli 'Tukar Botol'. Melalui program ini, Blackmores Indonesia telah berhasil mengajak  masyarakat mengumpulkan lebih dari 3700 botol plastik bekas vitamin yang akan dikelola atau didaur ulang supaya tidak menambah angka sampah plastik yang mengotori laut. 

Program Blackmores Peduli 'Tukar Botol'

Sebanyak 3783 botol plastik bekas vitamin telah berhasil dikumpulkan oleh Blackmores Indonesia melalui program Blackmores Peduli 'Tukar Botol' yang berlangsung sejak 1 September hingga akhir tahun 2022. Botol-botol plastik tersebut selanjutnya akan dikelola dan didaur ulang oleh organisasi pengelolaan daur ulang sampah plastik eRecycle. Ini sebuah langkah yang baik untuk mencegah sampah botol plastik mencemari laut. 

Menurut Country Head Kalbe Blackmores Nutrition, Dickson Sutanto, program Blackmores Peduli 'Tukar Botol' ini merupakan langkah bersama untuk mempermudah masyarakat mengelola sampah botol plastik. Program ini sejalan dengan target pemerintah dalam menurunkan sampah plastik di laut hingga 70% pada tahun 2025, demi kualitas lingkungan dan kehidupan Indonesia yang lebih baik. 

daur ulang botol plastik vitamin

"Blackmores percaya bahwa menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan laut merupakan hal yang penting untuk dilakukan bersama demi terciptanya ekosistem laut yang bersih sebagai awal dari kesehatan.", ungkap Dickson. 

Secara global, selama lebih dari 90 tahun Blackmores terus berkomitmen untuk memberikan nutrisi terbaik dari alam dan juga pada kualitas dan keberlanjutan lingkungan. Sebagai produk suplemen yang bersumber dari minyak ikan laut dan bermanfaat menjaga kesehatan tubuh, produk unggulan Blackmores Odourless Fish Oil berkomitmen menjaga kualitas produk dan lingkungan secara beriringan. Mulai dari memastikan kualitas sumber minyak ikan terpilih, pengemasan yang modern hingga permasalahan sampah produk yang juga harus diperhatikan. Makanya, Blackmores terus mendukung berbagai upaya yang dapat mendorong penurunan atau pencemaran sampah plastik di laut.

Blackmores Odourless Fish Oil

Komitmen yang baik dari brand seperti Blackmores Indonesia ini patut diapresiasi dan didukung. Harapannya, inisiatif ini dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk bekerjasama memperbaiki kualitas lingkungan, terutama ekosistem laut. Semoga lebih banyak lagi deh pihak di level industri yang berkomitmen dan mempertimbangkan aspek keberlanjutan terhadap lingkungan.

Yakin deh, kita sebagai konsumen pun tentu akan mendukung brand yang ramah lingkungan. Di level individu, kita bisa turut mengurangi sampah plastik minimal dengan langkah-langkah seperti menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Kedengaran mudah, padahal penerapannya gak selalu begitu yaa… 

Mengurangi sampah itu dimulai dari komitmen memang. Komitmen dulu untuk sedapat mungkin mencegah menghasilkan sampah. Kalau sudah komitmen, otomatis kita juga akan pilih langkah-langkah yang seminimal mungkin berpotensi menghasilkan sampah, termasuk dalam cara kita memilih produk yang lebih ramah lingkungan. Kalau sudah keburu menghasilkan limbah, dipilah lagi mana yang bisa digunakan kembali (reuse) atau repurpose. Opsi selanjutnya barulah recycle alias daur ulang.  

Memang sih, tantangan persampahan di Indonesia masih tinggi. Berharap ada kolaborasi yang bisa mengubah sistem pengelolaan sampah kita lebih baik. Pengen kayak di Jepang yang buang sampahnya udah harus terpilah sejak dari sumber. Itu akan mempermudah pengelolaan sampah sesuai jenisnya, dan mempermudah tugas petugas sampah juga. 

Kalau semua sudah peduli sampah, gak asal buang, material limbah yang kita sebut sebagai sampah itu sebetulnya gak semuanya harus berakhir sebagai sampah yang terbuang begitu saja dan mencemari lingkungan. Betul apa betul?

|Baca juga: 

Blackmores Pregnancy & Breastfeeding Gold dan cerita perjalanan meng-ASI-hi

Cerita hutan Indonesia & Siklus yang tak putus

Komentar

Popular Posts

Mozaik Bandung: Liburan yang Kacau & Jalan Panjang ke Pondok Hijau

Novel Milea: Suara dari Dilan