Tips Membuat Desain Portofolio Profesional

Tips membuat desain portofolio

Persaingan dalam melamar pekerjaan bisa sangat ketat. Hal pertama yang harus dipersiapkan saat kita melamar kerja yaitu dokumen-dokumen lamaran kerja yang nantinya akan bersaing dalam seleksi administratif awal. Selain dokumen CV dan resume, menyertakan portofolio dapat menjadi nilai tambah untuk menarik perekrut agar peluang lamaran kita diterima semakin besar. Untuk itu kita perlu menyiapkan desain portofolio dengan baik.

Umumnya perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan memang hanya meminta dokumen CV dan resume sebagai syarat melamar kerja. Namun kini sudah banyak juga perusahaan dan klien yang membuka peluang kerja sama yang meminta contoh portofolio. Untuk itu sangat penting menyiapkan desain portofolio yang baik agar perekrut tertarik bekerja sama dengan kita. Portofolio yang baik tidak hanya menunjukkan hasil karya dan pencapaian kita, melainkan juga bakat dan potensi kita lebih jauh.

Sebelum membahas tips membuat portofolio profesional, sudah tahu apa bedanya CV, resume, dan portofolio?

Perbedaan CV, resume, dan portofolio

CV atau Curriculum Vitae merupakan rangkuman data diri dan daftar riwayat hidup yang umum seperti riwayat pendidikan, pekerjaan, organisasi, dan prestasi. Informasi dalam dokumen CV bersifat statis, yakni tetap sama dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan, baik untuk melamar kerja maupun untuk keperluan lain seperti melanjutkan pendidikan. Sedangkan resume merupakan dokumen yang menjelaskan informasi secara spesifik dan ringkas tentang pengalaman kerja, latar belakang pendidikan, dan kualifikasi kita yang dapat membantu mendukung bidang pekerjaan atau posisi tertentu.

Contoh resume

Adapun portofolio merupakan kumpulan data, dokumen, maupun karya yang menjadi contoh hasil kerja dan bukti prestasi kita di bidang tertentu. Portofolio memberikan bukti nyata atas kualifikasi yang kita sebutkan di dalam resume atau CV. Tidak seperti CV yang isinya selalu sama dan bisa digunakan untuk melamar semua jenis pekerjaan, informasi yang dimuat dalam portofolio sangat spesifik tergantung pada bidang pekerjaan yang dilamar. Jadi, untuk melamar 2 pekerjaan di bidang yang berbeda, CV yang digunakan bisa sama, sedangkan portofolionya berbeda.

Berikut ini beberapa tips sederhana yang dapat diterapkan dalam membuat portofolio profesional.

Tips membuat portofolio profesional

1. Kumpulkan dan pilih contoh karya terbaik

Sebagai awal, kumpulkan karya-karya atau capaian kerja yang pernah dihasilkan. Entah itu berupa karya yang dipublikasikan, contoh proyek atau dokumen profesional yang pernah dikerjakan, sertifikat keahlian maupun penghargaan, dan sebagainya tergantung bidang pekerjaan yang dituju. Misalnya untuk bidang kepenulisan, maka contoh karya dapat berupa tulisan yang dipublikasikan di media cetak/online, buku yang diterbitkan, serta contoh tulisan yang lebih spesifik sesuai pekerjaan yang dilamar, misal content writing. Demikian halnya jika bidangnya berupa desain grafis, maka contoh karya berupa desain grafis yang pernah dikerjakan.

Setelah mengumpulkan karya, pilih hanya karya-karya terbaik yang akan dicantumkan dalam portofolio. Tidak usah terlalu banyak, cukup 5-10 yang dapat mewakili bakat, keahlian, dan potensi kita. Hindari karya yang sudah terlalu lama, yang sekiranya sudah tidak relevan dengan perkembangan tren (outdated), terutama untuk pekerjaan di industri kreatif.

2. Buat portofolio yang simpel

Sederhanakan konten portofolio yang dibuat. Yang terpenting dapat menjelaskan karakter, keahlian, bakat, dan potensi kita dengan jelas. Portofolio yang terlalu rumit malah berpotensi dapat mengalihkan fokus tujuan portofolio itu sendiri.

3. Manfaatkan platform online untuk memajang portofolio

Contoh Portofolio online desainer (lizthingsdesign.com)

Seiring perkembangan jaman yang kini serba digital, ada baiknya kita memanfaatkan platform online untuk memajang portofolio. Kita dapat menggunakan platform website/blog dan media sosial seperti Instagram untuk membuat portofolio online. Kedua platform ini dapat menjadi semacam galeri yang menampilkan karya-karya profesional kita secara online. Jika memiliki portofolio online, kita bisa mencantumkan linknya pada resume atau dokumen portofolio cetak/offline saat melamar pekerjaan. Sudah banyak portofolio online milik para profesional yang bisa dijadikan referensi.

4. Sertakan informasi perusahaan/klien yang sukses yang pernah bekerja sama

Menyertakan informasi perusahaan/klien yang pernah bekerja sama dengan kita pada portofolio dapat memberikan memberikan nilai tambah. Terutama jika kita pernah bekerja sama dengan perusahaan/klien ternama yang sukses dan prestisius, tentu akan menambah kepercayaan perekrut atas kemampuan kita di bidang tersebut.

5. Tampilkan ulasan/testimoni klien

Menampilkan ulasan atau testimoni dari klien yang pernah bekerja sama dengan kita juga dapat memberikan nilai tambah pada portofolio. Pilih ulasan/testimoni yang membangun yang dapat membantu menunjukkan kualitas profesional kita.

6. Gunakan desain portofolio yang sederhana namun menarik secara visual

Dalam seleksi administratif, tampilan visual dokumen dapat turut berperan meningkatkan peluang lolos dari proses screening dokumen. Portofolio yang menarik dari segi visual akan terlihat standout dan lebih berpeluang menarik perhatian perekrut dan akan terlihat menonjol di antara banyaknya dokumen lamaran yang masuk. Sebaiknya gunakan desain portofolio yang simpel, dengan pilihan warna yang tidak norak, dan layout yang rapi.

Contoh desain cover portofolio (template dari Canva)

Tidak perlu terjebak dengan format portofolio yang standar. Kita bisa membuat portofolio yang unik dan kreatif. Saat ini sudah banyak tools yang dapat membantu kita membuat desain portofolio yang menarik.

Bagaimana jika kita kurang ahli dalam membuat desain portofolio yang menarik secara visual? Jangan khawatir. Kita bisa meminta bantuan dalam urusan desain ini kepada ahlinya. Misalnya kita bisa memanfaatkan jasa desain portofolio dari desainer freelance via Fastwork.

Apa itu Fastwork? Fastwork merupakan platform tempat kita dapat terhubung dengan para freelancer yang menawarkan jasa sesuai keahliannya, seperti misalnya jasa pembuatan desain portofolio. Melalui https://fastwork.id/portfolio-resume kita dapat memperoleh jasa pembuatan portofolio dari freelancer profesional di bidangnya. Keuntungan menggunakan jasa desain portofolio di fastwork antara lain harga yang bervariasi dan cukup terjangkau. Dalam memilih freelancer yang diinginkan, kita bisa menggunakan pengaturan urutan daftar freelancer berdasarkan popularitas dan harga, jadi bisa disesuaikan dengan budget. Tinggal diskusikan ide desain yang diinginkan dengan freelancer yang dipilih melalui fitur chat yang tersedia.


Demikian beberapa tips membuat portofolio profesional. Semoga bermanfaat ya… Oh iya, bagi yang mau berbagi tips lainnya seputar pembuatan portofolio, silakan yuk di kolom komentar :).

|Baca juga: 

Komentar

Popular Posts

Rekomendasi Gadget Terbaik Versi Pricebook Editorial Choice

Yuk Kursus Online Gratis untuk Nambah Skill & Pengembangan Diri

Yuk Waspada Anemia Defisiensi Besi untuk Generasi Indonesia Sehat & Kuat