Cerita masa menyusui, perjalanan memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati


Saat menyusui adalah momen yang sangat istimewa bagi ibu dan bayi. Sebuah momen kelekatan ibu dan bayi yang penuh limpahan kasih sayang, baik dalam wujud tetesan ASI yang bernutrisi maupun rasa aman dan nyaman yang tercipta selama prosesnya. Momen menyusui juga merupakan momen kebersamaan yang menciptakan bonding yang kuat antara ibu dan bayinya. Kedengarannya momen yang indah sekali, ya? Namun, kenyataannya, masa-masa menyusui tak selalu mudah dan seindah kedengarannya. Ada beragam tantangan yang harus dihadapi oleh ibu menyusui tergantung kondisinya masing-masing. Demi memberikan ASI, asupan nutrisi terbaik bagi sang bayi, setiap ibu tentu punya cerita perjuangannya tersendiri.

Aku sendiri saat ini baru memiliki pengalaman menyusui anak pertamaku, Syahdan. Dan inilah sedikit cerita perjalananku memberikan ASI untuknya… 

Pengalamanku menyusui anak pertama dan tantangannya 

Tak terasa sudah 21 bulan perjalananku menyusui Syahdan. Sebentar lagi, dalam hitungan beberapa bulan, masa menyusui ini akan berakhir seiring Syahdan memasuki usia 2 tahun. Memikirkan Syahdan akan disapih membuat perasaanku campur aduk. Ada rasa deg-degan, di satu sisi, aku ingin sukses menyapihnya setelah usianya 2 tahun. Namun, di sisi lain, aku akan kehilangan momen istimewa kami berdua yang hanya didapatkan saat aku menyusuinya. Ah, tentu ini hanyalah satu dari sekian banyak tahapan proses yang harus dilalui seorang ibu. Dan ini baru tahap-tahap permulaan :).

Tentu aku bersyukur bahwa aku dapat memberikan ASI untuknya sampai sejauh ini. Jika melihat Syahdan di usianya sekarang ini, Alhamdulillah dia tumbuh sehat, aktif, secara fisik juga terlihat badannya cukup montok ngegemesin. Berat badannya secara umum selalu mengalami kenaikan di kisaran normal setiap bulannya sesuai grafik pertambahan BB seiring pertambahan usia. Hanya beberapa kali saja sempat naik turun terutama saat dia sakit. Bukan hanya sekali aku mendengar orang berkomentar, "ASI-nya bagus kalo gitu", saat tahu dia masih minum ASI. Aku cuma senyum-senyum aja. Ya semoga benar, deh. Kebetulan dia makan MPASI-nya juga doyanan sih, hehe. Kelihatannya sih semua ok ya, ASI lancar jaya. Tetapi, tahukah, di balik ini ada perjalanan ngASI yang berliku? *Cielah… Bahkan sekarang pun, sebetulnya Syahdan hanya menyusu dari sebelah payudara saja… 


Memang menakjubkan melihat Syahdan tumbuh besar dan endut seperti sekarang. Dulu, saat dia masih bayi kecil baru lahir, dia terlihat kurus dan ringkih. Terbayang kembali masa-masa awal menyusuinya, perjuangannya tidaklah mudah. ASI-ku tidak begitu deras dan lancar pada awalnya. Minggu-minggu pertama setelah melahirkan cukup mendebarkan. Meski aku tetap percaya diri dapat menyusuinya, sebenarnya aku gak yakin juga apakah ASI sudah keluar apa belum saat seminggu pertama Syahdan lahir. Soalnya gak terlihat ada ASI yang keluar, dan bayi pun tampaknya kurang puas menyusu. Sambil tetap menyusuinya, aku dan keluarga mengupayakan macam-macam ASI booster, mulai dari konsumsi sayur-sayuran untuk lauk seperti sayur daun katuk, pil ekstrak daun katuk, hingga jamu pelancar ASI yang notabene minuman wajib ibu-ibu yang habis melahirkan di daerah sini. Sampai pusing deh ngejadwalin minumnya. 

Tantangan lain yang kuhadapi adalah tidak seimbangnya frekuensi bayi menyusu di kedua payudara. Sudah kuusahakan untuk menyusukan bayi secara seimbang, namun pada akhirnya tetap saja bayi agak kesulitan menyusu dari sebelah kiri karena bentuk puting yang masuk ke dalam. Akibatnya produksi ASI pun jadi gak selancar yang sebelah kanan. Pada saat bayi berusia sekitar 4 bulan, dia akhirnya "menolak" menyusu dari sebelah kiri. Berusaha disusukan pun tak berhasil karena bayi sudah mampu menghindar dengan menggerak-gerakkan kepalanya. Mau diperah juga gak bisa, saat itu aku belum punya pompa ASI. Begitulah akhirnya sekarang aku hanya bisa menyusuinya dari sebelah kanan. Kalau disodori yang sebelah kiri, Syahdan malah tampak geli dan kalaupun sekalinya dia mau menghisap, gak bertahan lama karena ASI-nya gak keluar, hiks… :'(. Jangan ditanya deh gimana pegalnya hanya menyusui sebelah :p.

Tidak cukup sampai di situ, tantangan lain muncul seiring Syahdan tumbuh gigi. Btw, dia tumbuh giginya cepat, umur 4 bulan udah mulai tumbuh gigi. Umur 7 bulan, giginya udah 4, atas 2 bawah 2. Sekitar 3 bulanan aku mengalami puting lecet gak sembuh-sembuh. Kebayang kan, harus tetap menyusui meski lecet sakit sekali, mana menyusuinya gak bisa gantian karena cuma sebelah. Rasanya pengen kabur tapi gak bisa, apapun yang terjadi menyusui jalan terus… Duh, kurasa itu tantangan yang sangat berat saat menyusui. 

Kalau mengingat kembali aneka tantangan menyusui yang sudah terlewati, lagi-lagi aku bersyukur. Apa sih yang enggak buat buah hati? Apalagi untuk memperjuangkan nutrisi bayi sepenting ASI. Setiap tetesnya memang layak diperjuangkan :). 


Peran penting dukungan dari lingkungan/orang-orang terdekat dalam proses menyusui 

Menyusui itu memerlukan perjuangan tersendiri. Kadang (atau sering?), perjuangannya bisa berat. Untuk itu dukungan dari keluarga atau orang-orang dan lingkungan terdekat memiliki peran penting. Contohnya dari pengalamanku, aku sangat terbantu dengan lingkungan keluarga yang semuanya pro ASI. Terlebih saat di awal-awal ASI-ku belum keluar, terasa semua menyemangati, tak hanya lewat saran dan kata-kata. Saat itu aku merasa keluarga juga ikut memperjuangkan, seperti ada yang masakin daun katuk lah, ada yang beliin ASI booster, dsb. Aku gak mungkin mempersiapkan semuanya sendiri. 

Selain itu, sejak melahirkan di Rumah Sakit, dokternya juga mendorongku untuk menyusui bayiku. Pokoknya harus disusui, terserah mau pake ASI booster apa. Begitu pesannya. Saat bertemu dokter anak untuk kontrol, dia juga sangat tegas untukku memberikan ASI (btw dokternya agak nyentrik dan galak, dia sangat melarang sufor, hehe). Saat ibu mertuaku bilang ASI-ku belum keluar, dengan tegas dokternya jawab, "sudah!" Dia menegaskan ASI-nya udah keluar, karena melahirkan itu sudah sepaket dengan produksi ASI, jadi jangan bilang gak keluar… Yah, meskipun aku kurang suka dengan kegalakannya, tapi pesan tegas itu turut memperkuat kepercayaan diri bisa menyusui saat ASI tampaknya belum keluar juga.

Dukungan dari orang-orang terdekat juga sangat penting dalam membantu meringankan beban fisik dan mental saat proses menyusui, terlebih di awal-awal pasca melahirkan. Proses menyusui itu kan membakar kalori yang cukup banyak. Kalau ada support system yang membantu meringankan pekerjaan rumah tangga misalnya, atau bisa gantian momong bayinya, busui jadi gak terlalu kelelahan dan mengurangi resiko stres juga. Untuk ibu menyusui yang bekerja di luar rumah apalagi, perlu banget dukungan support system ini. Harus ada orang yang momong bayi di rumah dan memastikan memberikan ASIP buat bayi tentunya.

Tips agar lancar menyusui 


Setiap ibu menyusui atau busui wannabe pasti menginginkan agar dapat lancar menyusui. Berikut ini beberapa tips yang dapat dilakukan agar lancar menyusui:

- Bekali diri dengan ilmu pengetahuan seputar ASI dan menyusui. Contohnya kalau aku sih via baca buku dan artikel. 
- Pilih rumah sakit untuk melahirkan yang pro ASI. 
- Rutin membersihkan dan melakukan pemijatan payudara sejak masa kehamilan. 
- Percaya diri dapat memberikan ASI untuk bayi
- Menyusui bayi sesering mungkin untuk memancing produksi ASI 
- Minum air putih yang cukup 
- Memastikan kecukupan asupan nutrisi dengan mengkonsumsi makanan sehat bergizi seimbang dan mengkonsumsi suplemen bernutrisi lengkap untuk masa menyusui. Contohnya seperti Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold.
- Be happy dan jangan stres 


Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold, nutrisi penting agar ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa 

ASI itu kan nutrisi yang sangat penting bagi bayi. Cairan istimewa ini memiliki kandungan nutrisi yang dibutuhkan bayi sesuai usianya. ASI itu merupakan satu-satunya nutrisi ideal untuk bayi di masa 6 bulan pertama kehidupannya, dilanjutkan dengan pemberian makanan pendamping ASI setelah usia 6 bulan hingga 2 tahun. Demikian pernyataan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). Kualitas ASI sangat ditentukan oleh asupan nutrisi yang dikonsumsi ibu. Makanya ibu menyusui tuh penting banget untuk memperhatikan asupan makanannya. ASI yang bernutrisi bisa dilihat dari cirinya, yaitu kental berwarna kekuningan atau putih pucat dan memiliki kandungan lemak yang cukup. Nah, selain mengkonsumsi makanan sehat bergizi seimbang serta minum air putih yang cukup, ibu juga sebaiknya melengkapinya dengan suplemen bernutrisi lengkap untuk masa menyusui. Untuk itu ada Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold, nutrisi penting untuk masa menyusui, yang harus dipersiapkan sejak masa kehamilan. 

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold
Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold merupakan produk unggulan dari Kalbe Blackmores Nutrition untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold adalah suplemen dengan kandungan lengkap, 17 Nutrisi Esensial, yang membantu penuhi nutrisi Ibu sehingga dapat memberikan ASI bernutrisi untuk Buah Hati. 

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold (PBFG) mengandung 17 nutrisi esensial yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui, antara lain:
  • Tinggi asam folat yang dapat bantu menjaga Ibu dari resiko anemia. 
  • Tinggi kalsium, untuk pertumbuhan tulang dan gigi buah hati dan mencegah terjadinya osteoporosis pada Ibu. 
  • Zat besi yang tidak menyebabkan konstipasi sehingga aman dan bantu Ibu jaga energi supaya tidak mudah  sakit.  
  • Omega  3/DHA tidak berbau yang baik untuk pertumbuhan otak & mata buah hati, sehingga tidak menyebabkan mual saat dikonsumsi. 
  • Vitamin & Mineral lainnya yang dibutuhkan oleh Ibu Menyusui.
Lengkap juga ya, kandungan nutrisi dalam Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold ini. Semuanya sesuai dengan kebutuhan untuk ibu hamil dan ibu menyusui. Makanya aku senang sekali menemukan produk multivitamin yang pas dengan kebutuhan dan punya manfaat untuk menghasilkan ASI bernutrisi buat bayiku. Meski agak terlambat sih, baiknya kan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold ini dikonsumsi sejak masa kehamilan. Tapi gak apa, toh aku masih tetap ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatiku hingga akhir masa menyusui nanti lewat ASI berkualitas. 

Oh iya, suplemen Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold bentuknya berupa kapsul lunak. Dikemas dalam kemasan botol jar, isinya sebanyak 60 kapsul. Aku biasa mengkonsumsinya 2 kapsul sehari, per kapsul setelah makan sesuai petunjuk penggunaannya. 


Dukungan Kalbe Blackmores Nutrition untuk World Breastfeeding Week 

Kalbe Blackmores Nutrition mendukung upaya pemenuhan kebutuhan nutrisi yang cukup bagi ibu dan buah hati. Blackmores memahami bahwa semua Ibu di Indonesia berhak untuk mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung kesehatannya dan buah hati. Sebagai wujud dukungan dan komitmen untuk pemenuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui, Kalbe Blackmores Nutrition telah bekerja sama dengan Yayasan Bumi Sehat sejak tahun 2017. Yayasan Bumi Sehat merupakan organisasi non-profit yang berfokus pada penyediaan akses layanan kesehatan berkualitas, higienis, serta pengupayaan kelahiran anak secara layak. Kerja sama Blackmores dengan Bumi Sehat Foundation secara berkelanjutan telah membantu pemenuhan gizi Ibu Hamil dan Menyusui melalui pembagian 12.000 botol Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold setiap tahunnya di Klinik Bumi Sehat, yang tersebar di 3 kota yaitu Denpasar, Aceh, dan Papua. 


Dalam rangka memperingati World Breastfeeding Week 2020 yang jatuh pada Bulan Agustus kemarin, Kalbe Blackmores Nutrition melakukan serangkaian edukasi dan sharing pengalaman di social media @blackmoresid seputar ASI dan menyusui, serta pemenuhan ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan awareness para ibu agar dapat selalu memberikan ASI bernutrisi bagi buah hati. Karena setiap tetes ASI sangat berarti bagi buah hati dan merupakan wujud kasih sayang Ibu baginya. 


Wah, panjang juga ini sharingnya ya. Jadi, buat ibu hamil dan ibu menyusui, jangan lupa lengkapi kebutuhan nutrisi dengan Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold untuk menyusui, yang harus dipersiapkan sejak masa kehamilan. Demi ASI bernutrisi untuk ibu dan bayi yang istimewa, kenapa tidak? 

Blackmores Pregnancy and Breast-Feeding Gold bisa diperoleh di official store-nya di e-commerce Tokopedia, Blibli, Lazada dan Shopee. Bagi yang penasaran ingin tahu lebih banyak tentang produknya, bisa cek langsung di akun sosial media Blackmores Indonesia: website: https://www.blackmores.co.id/mom-and-baby/ dan Instagram: @blackmoresid. 

Semangat memberikan ASI bernutrisi untuk buah hati! 
:)

|Baca juga: 

Komentar

  1. "Pilih rumah sakit untuk melahirkan yang pro ASI" ini super penting dan aku merasakan banget bedanya antara anak pertama dan kedua, yg pro sufor bidannya malah sibuk jualan sebelum dokter datang

    BalasHapus
  2. wah ada tablet yang ada nutrisi yang bisa agar ASI berkualitas, dulu jaman aku mah beluma da nih

    BalasHapus
  3. Gak terasa ya sebentar lagi masuk masa weaning, walaupun sedih udah selesai waktu menyusuinya tapi tetap happy bisa memberikan ASI sampai 2 tahun nanti ya. Untuk urusan suplemen blakcmores bisa jadi pilihan ibu menyusui ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Daftar Harga Keju Mozarella dari Merk-merk Populer di Pasaran