Review Medela Harmony, Pompa ASI Manual dengan 2 Tahap Ekspresi

Pompa ASI Medela Harmony
Setelah mengalami sendiri menjadi busui, ada hal-hal seputar dunia ibu menyusui yang baru kutahu dan rasakan. Sejauh ini aku merasakan dinamika menyusui bayi, ternyata aktivitas meng-ASI-hi ini gak sesederhana kelihatannya. Ada macam-macam suka-dukanya, baik yang umum dialami semua busui maupun yang spesifik dialami sesuai kondisi pribadi. Salah satu yang baru kusadari misalnya tentang pompa ASI.

Dulu aku nggak kepikiran bakal butuh, mengingat aku udah nggak ngantor, jadi stay at home mom. Kirain karena tinggal di rumah dan bisa selalu menyusui si kecil secara langsung, nggak perlu sedia pompa ASI. Ternyata nggak juga. Manfaat pompa ASI nggak cuma buat busui yang bekerja di luar rumah sehingga gak bisa direct breastfeeding. Stay at home mom juga ternyata kadang perlu pompa ASI juga.

Sedari awal-awal menyusui pasca melahirkan, misalnya. Keberadaan pompa ASI kerap dibutuhkan terutama buat ibu-ibu yang kurang lancar keluar ASI-nya. Pumping dapat membantu menstimulasi produksi ASI. Selain itu juga berguna mengosongkan payudara yang penuh saat tak memungkinkan disusukan langsung kepada bayi, sehingga mengatasi pembengkakan.

Aku ngerasain banget tuh tantangan ASI kurang lancar, sementara Baby Syahdan kuat banget miminya. Udah gitu frekuensi miminya di salah satu payudara kurang bisa maksimal gara-gara bentuk puting yang datar. Malah saat usia Baby mau masuk sekitar 4 bulan, sempat ia menolak gak mau mimi, dan gak bisa "dipaksain" juga seperti sewaktu masih newborn, karena udah bisa gerak-gerakin kepalanya lincah. Saat itu aku belum punya pompa ASI. Karena Baby gak mau menghisap, akibatnya produksi ASI jadi terhambat. Alhasil, cuma bisa pasrah ngandelin sebelah payudara saja buat menyusuinya… Hiks…

Meski agak terlambat, akhirnya sekarang aku punya juga pompa ASI. Toh masih butuh, perjalanan menyusui masih panjang untuk disempurnakan. Pompa ASI yang kupunya sekarang ini adalah Pompa ASI Medela Harmony. Pompa ASI Medela Harmony merupakan pompa ASI manual dengan teknologi ekspresi 2 fase (2-phase expression), yakni fase simulasi dan fase memerah. Untuk lebih jelasnya, nih aku ceritain seperti apa pompa ASI-nya.
Tuas pompa ASI Medela Harmony
Jadi pompa ASI Medela Harmony ini meski manual, namun dirancang dapat meniru ritme isapan bayi. Desain tuasnya memiliki ujung pegangan yang pendek dan panjang yang ternyata ada fungsinya tersendiri. Pegangan tuas yang pendek berfungsi untuk tahap simulasi, sedangkan yang panjang untuk tahap memerah. Dan tuasnya ini bisa diputar 360 derajat, lho. Jadi kita bisa atur posisi genggamannya sesuai kenyamanan. Ini salah satu yang aku suka. Namanya pompa ASI manual kan lama-lama suka pegel pumpingnya. Dengan pegangan tuas yang fleksibel jadi lumayan terbantu bisa atur posisi yang nyaman.

Untuk printilannya sendiri gak banyak dan cukup mudah membongkar-pasang bagian-bagian pompa ASI-nya. Jadi, gak ribet buat nyuci bagian-bagian peralatannya. Namanya pompa ASI kan kita kudu jaga banget kebersihan dan kehigienisannya ya. Set Pompa ASI manual Medela Harmony ini dilengkapi dengan handbook panduan penggunaannya. Jadi semua informasi yang diperlukan bisa dibaca di situ. Termasuk cara membersihkan, mensterilkan, memasang pompa ASI, serta cara menggunakannya.

Pompa ASI Medela Harmony ini terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut:
1 tuas (terdiri atas diafragma, O-ring, dan pegangan tuas)
1 corong standar (personal fit) ukuran 24 mm
1 konektor
1 valve
2 membran
1 botol ukuran 150 ml
1 tutup botol
1 dudukan botol

Bagian-bagian pompa ASI Medela Harmony
Waktu aku pake buat pumping, langsung lancar aja keluar ASI-nya gak pake lama tahap stimulasinya. Istilahnya cepet mancing  LDR (Let Down Reflex)-nya. Ok, itu bagus. Namun yang bikin aku penasaran adalah gimana kalau aku coba pake buat pumping payudara sebelahnya yang ngASI-nya bermasalah. Soalnya aku baca di buku panduannya kalau pompa ASI Medela Harmony ini bisa membantu menormalkan bentuk puting yang datar atau masuk ke dalam. Selama beberapa hari aku terus coba pumping tuh meski ASI gak keluar. Hasilnya ternyata lumayan ada perubahan, yang tadinya datar sama sekali, sekarang jadi agak "ke luar". Jadi ketarik gitu oleh isapan pumpingnya. Alhamdulillah habis itu Baby jadi mau menghisap lagi, yah meski tetep ASI-nya gak selancar yang satunya, namun itu lebih baik daripada tidak sama sekali.

Makanya aku seneng deh punya pompa ASI Medela Harmony ini, cocok buat kebutuhanku. Terus pompa ASI ini cukup ringkas buat dibawa bepergian. Soalnya ukurannya juga gak terlalu makan tempat, bisa diselipin di tas. Jadi ingat dulu sebelum punya pompa ASI, pernah pas mudik harus menyusui di mobil, sementara kondisinya sedang lecet, dan jalanan naik turun gak rata pula. Kebayang kan boro-boro nyaman, yang ada sakit banget, huhu…

Nah, barangkali ada yang sedang cari referensi pompa ASI manual, Medela Harmony dapat menjadi salah satu pilihan. Pompa ASI ini cocok buat pemakaian yang tidak terlalu sering. Kalau untuk pemakaian yang sering, cocoknya pake pompa ASI elektrik aja, biar otomatis kan pumpingnya.

|Baca juga:

Komentar

  1. Wah pompa manual, saya salut sama yang betah pake pompa manual soalnya saya udah terlalu dimanjakan sama pompa elektrik, hehehe

    Medela ini keren juga ya, ada 2 tuas buat meniru ritme hisapan bayi. Saya kira pompa elektrik aja yang punya mode itu

    Semangat mengASIhi, mbaaa
    Sesama #pejuangASI nih kita 😄

    BalasHapus
  2. wah walaupun aku belum jadi ibu ibu, namun pengetahuan ini cukup informatif. terimakasih sudah berbagi ya Bun :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Review Dove Inner Glow Facial Foam, Pembersih Wajah untuk Kulit Kusam Agar Tampak Bercahaya

Quiet, The Power of Introverts [Wishful Wednesday #6]