Liburan ke Pantai Alam Indah, Wisata Populer di Tegal

Liburan ke Pantai Alam Indah Tegal
Ada yang sudah pernah berkunjung ke Pantai Alam Indah (PAI), Tegal? Pantai yang satu ini merupakan pantai yang sangat populer di daerah Tegal, Jawa Tengah. PAI tampaknya sudah menjadi salah satu tujuan wisata keluarga yang mainstream di Tegal, tempat pengunjung dapat berekreasi dalam suasana alam pantai Utara Laut Jawa. Pantai ini selalu ramai pengunjung terutama di Hari Minggu dan hari libur.

Aku pribadi baru sempat sekali main ke PAI. Dari sekitar 1,5 tahun ini tinggal di Tegal, pantai ini menjadi satu dari (sangat) sedikit sekali tempat wisata di Tegal yang sudah kukunjungi. Padahal tempat wisata di Tegal itu banyak, cuma sepertinya yang sudah cukup relatif  terkenal baru Guci dan PAI ini aja kali ya. Itu pun aku main ke PAI belum puas, cuma sempat singgah sebentar doang. Makanya pengen nyari waktu liburan lagi buat kesini.

Btw bicara soal liburan, sudah pada ngecek tanggal merah di kalender, belum? Aku sudah, dan agak kuciwa juga ternyata di setengah tahun terakhir 2019 ini tanggalnya hitam melulu. Ada tanggal merah hari libur nasional kebanyakan jatuh di Hari Minggu dan Sabtu. Hadeuh! Yang paling dekat di Bulan Agustus ada libur Idul Adha & libur kemerdekaan RI. Yang satu jatuh di Hari Minggu, yang satunya di Hari Sabtu. Wew! Kalau mau nyolong waktu buat liburan masih mending di hari libur kemerdekaan RI yang bertepatan dengan Hari Sabtu. Soalnya akhir-akhir ini suami suka diminta masuk kerja melulu di Hari Sabtu, padahal aslinya hari kerja Senin-Jumat. Jadi ada libur di Hari Sabtu juga lumayan dah, daripada lumanyun, huhu…

Nah, kalau liburnya cuma weekend gini cocoknya memang liburan ke tempat yang dekat-dekat saja. Pantai Alam Indah salah satunya. Dari rumahku ke sana bisa ditempuh dalam waktu sekitar setengah jam berkendara motor. Pantai Alam Indah Tegal ini lokasinya cukup mudah dijangkau dan tak begitu jauh dari Tegal kota. Letak pantainya dekat dengan Jalan Pantura. Terletak di Kelurahan Mintaragen, Tegal Timur, dari Jalan Pantura jaraknya sekitar 500 meter.

Pemandangan Pantai Alam Indah (PAI) pagi itu...
Sekilas ceritaku berkunjung sebentar ke Pantai Alam Indah Tegal, saat itu Bulan Januari 2018, sewaktu aku masih awal-awal tinggal di Tegal. Artinya sewaktu masih pengantin baru, hehehe. Aku kesana Hari Minggu pagi-pagi bermotor bersama suami. Tapi paginya masih kurang pagi, sih, soalnya momen matahari terbit sudah lewat. Sampai di sana sekira jam 6 pagi, suasana pantai sudah ramai oleh pengunjung.

Tiket masuk ke Pantai Alam Indah saat itu Rp. 5000 (belum termasuk retribusi parkir). Tempat wisata di sini memang masih termasuk ramah kantong. Sejak 2004, PAI dikelola oleh pemerintah setempat dan sudah mengalami pembenahan dan penataan, antara lain terhadap beberapa fasilitas penting seperti toilet, lahan parkir, masjid, juga pertamanan. Berkunjung ke pantai ini, kita akan menemukan landmark berupa huruf-huruf tulisan besar "Pantai Alam Indah". Pengunjung PAI biasanya tak melewatkan untuk berfoto di spot ini. Seperti saat aku berkunjung ke sana, spot ini dikerumuni oleh banyak pengunjung. Justru karena itu aku malah gak jadi mengambil foto di sana.

Di sepanjang pinggir pantai terdapat area yang sudah ditata sedemikian rupa untuk pejalan kaki. Area ini juga ramai dengan pengunjung yang berjalan-jalan menikmati suasana pantai. Gak perlu khawatir jika perut lapar, karena di sini berderet warung-warung pinggir pantai yang menjual makanan dan minuman. Di samping itu, ada juga penjual jajanan dan mainan anak-anak yang turut menjajakan dagangannya ke pengunjung pantai.

Pantai Alam Indah menyuguhkan pemandangan laut utara Pulau Jawa, dengan  buih ombak yang sesekali pecah di tepian, dan pemandangan kapal yang terlihat dari kejauhan. Ombaknya masih terbilang tak seganas laut di kawasan pantai selatan pulau Jawa. Pantainya berpasir hitam dan tidak berbatu karang. Di pantai ini terdapat semacam anjungan memanjang yang menjorok hingga agak jauh ke arah lautan. Spot ini menarik untuk diabadikan sebagai objek fotografi maupun sebagai latar foto.

Berfoto di PAI
Banyak kegiatan rekreasi yang bisa dilakukan pengunjung PAI. Misalnya bermain pasir, berenang, berlayar, juga memancing (perlu bawa peralatan pancing sendiri). Jika tidak ingin berbasah-basah, pengunjung dapat sekadar berjalan-jalan di sepanjang pantai.
Di samping menikmati pemandangan pantai, suasana rindang pepohonan hijau di sekitar pantai juga dapat dinikmati oleh pengunjung. Selain wisata pantai, Pantai Alam Indah juga dilengkapi fasilitas rekreasi tambahan berupa area waterboom dan Museum Bahari.

Sayangnya aku belum cukup mengeksplor PAI ini. Saat sebentar singgah ke sana, di pagi yang mendung berangin cukup kencang itu aku dan suami hanya berjalan-jalan di antara banyak pengunjung lainnya menikmati pemandangan pantai. Sempat jajan rangin (jajanan tradisional) hangat, dan berfoto-foto sebentar. Karena suasananya mendung, pemandangan pantai terasa agak kelabu.

Aku masih ingin berkunjung ke sana lagi melihat wajah PAI di hari yang cerah berlangit biru. Syukur-syukur kalau bisa lihat pemandangan sunrise atau sunset. Bulan Agustus sepertinya masih cerah kali ya. Coba kalau nanti libur kemerdekaan RI bisa berkunjung ke sana lagi.

Nah, kalau teman-teman gimana, ada rencana liburan ke mana nih di setengah penghujung tahun 2019 yang miskin tanggal merah ini?



|Baca juga:

Komentar

  1. Aaakk, pantainya itu dekat banget sama rumahku sebenernya teh. tinggal jalan doang juga nyampe . Hehe. ya 10 menit kalau jalan kaki. Cm 2 km an aja.

    Teh coba deh ke sanggar seni yang ada di dalam kawasan PAI. Bisa liat lukisan2 sama orang latihan nari tegalan. Hehe

    BalasHapus
  2. Mampir ke Tegal, aku baru ke Guci aja.

    Baru tau kalo tegal ada wisata pantai macam seperti ini

    BalasHapus
  3. Saya dengar pantai di utara jawa itu airnya warnanya coklat ya mbak?

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Praktis & nyaman dapetin pengalaman seru & liburan via Traveloka Xperience

Apa Itu Colocation dan Bagaimana Memilih Penyedia Layanannya

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon