3 Gejala DBD yang Wajib Kamu Ketahui


Salah satu penyakit yang banyak menyerang banyak orang antara lain adalah DBD (Demam Berdarah Dengue). Penyakit yang satu ini dibawa oleh nyamuk yang di dalam tubuhnya mengandung virus Dengue. Penyakit ini juga merupakan penyakit menular yang dapat menyerang siapa saja khususnya yang kondisi tubuhnya sedang dalam keadaan kurang sehat atau kurang fit.
Umumnya penyakit yang satu ini juga biasa disebut Break Bone Diseases karena penyakit ini dapat menimbulkan rasa nyeri pada sendi dan otot. Rasa nyeri tersebut sangat nyata terasa bahkan bisa dianalogikan seperti tulang yang terasa retak. Ada beberapa penyebab dan gejala DBD yang wajib untuk kamu ketahui. 

3 Gejala DBD yang Harus Dikenali

Virus Dengue dari penyakit ini disebabkan oleh gigitan nyamuk yang dikenal dengan nama Aedes Aegypti. Penyakit ini juga kebanyakan menyerang orang-orang yang berada di wilayah tropis dan juga sub-tropis karena kedua daerah tersebut merupakan habitat dari nyamuk pembawa virus Dengue yakni Aedes Aegypti. Nyamuk jenis ini biasa hidup di tempat-tempat yang dingin dan lembab serta di atas air yang tergenang. Maka dari itu, pastikan rumah kamu juga bersih dari tempat-tempat tersebut. Berikut gejala DBD yang wajib kamu ketahui.

1. Gejala awal

Pada tahap awal dari gejala DBD ini umumnya penderita mengalami demam yang cukup tinggi, sakit pada bagian belakang mata, sakit kepala yang luar biasa, serta nyeri otot dan sendi. Pada kasus lain bahkan para penderita mengalami nyeri pada bagian pinggul dan juga mengalami pembengkakan pada kelenjar getah bening baik di leher ataupun di bagian selangkangan. Gejala tahap awal ini biasanya berlangsung sekitar 3 sampai 15 hari setelah gigitan nyamuk. 

2. Gejala lanjutan

Setelah mengalami gejala tahap awal biasanya demam akan berangsur turun. Tetapi kamu harus tetap waspada dengan turunnya demam ini karena ini merupakan tahap lanjutan penyakit DBD. Turunnya demam ini diikuti dengan perut yang terasa melilit dan sangat sakit, muntah-muntah, serta munculnya masalah pada pernapasan.

3. Gejala akhir

Pada gejala DBD tahap akhir penderita biasanya akan mengalami mimisan, pendarahan pada kulit, bahkan pendarahan pada organ bagian dalam. Pendarahan yang parah juga bisa membuat penderitanya shock dan bahkan bisa berujung pada kematian. Jika sudah terlanjur parah sebaiknya penderita harus dibawa ke rumah sakit.

Penting bagi kamu untuk mengetahui gejala DBD dengan tujuan agar lebih memiliki persiapan dalam mencegah maupun menangani penyakit ini. Karena sebaik baiknya pengobatan, pencegahan adalah tetap yang paling utama. Namun jika masih bingung tentang penyakit ini, gejalanya, dan bagaimana cara mengobatinya maka kamu bisa mengunjungi sehatq.com. Selain bisa menggali informasi yang lebih banyak soal masalah penyakit, di sini kamu juga bisa berkonsultasi dengan para pakar medis dalam bidangnya masing-masing melalui layanan diskusi tanya jawab. 

Komentar

  1. lagi anakku kena DBD gak terlihat bintik merah pada kulit

    BalasHapus
  2. Sangat berbahaya ya sob DBD sangat mirip dg malaria Palua:)

    Di wilayah q Papua juga ada malaria, ini juga penularan penyakit dari nyamuk, dan merjpakan penyakit endemik di Papua sampai ada istilah belum jadi orang Papua klo belum terkena malaria :)

    Tapi sakitnya minta ampun sulit di bayangkan, kalau terserang wajib opname kalau tidak bisa lewat.

    BalasHapus
  3. aku pernah kena DBD. waktu itu gatau kalau kena. dikiranya demam biasa aja. panas tinggi banget. abis itu macem sembuh gitu, eh malah muncul bercak-bercak merah. itu gatel sih rasanya. setelah cek trombosit, fix kena DBD. langsunb dirujuk ke RS. amazing betul rasanya.

    BalasHapus
  4. Aku juga pernah kena DBD nih . Gejalanya memang seperti itu. Sekarang jadi lebih waspada terhadap nyamuk.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Rayakan Ulang Tahun Yamaha Ke 64, Ratusan Hadiah Menarik Tersedia Untuk Anda

Masalah Pada Gigi Bungsu yang Kerap Terjadi