Laa Tahzan


Mengapa bersedih, Saudaraku

Bukankah ketakutan hanyalah permainan

tebak-tebakan pikiran yang letih...

Dan logika hanyalah sejumput ketegasan yang pura-pura

di medan nisbi yang fana?


Mengapa bersedih, Saudaraku

Bukankah beban ialah tamu yang menunggu

perjamuan besar di pundakmu?

Dan hari esok terlampau misteri

bagi diri yang menghuni hari ini...


Mengapa bersedih, Saudaraku

Bukankah bahagia adalah senyuman yang kita tabung

Dan harapan itu celengan yang takkan pecah

digempur waktu?


Mengapa bersedih, Saudaraku

Bukankah air mata adalah kawan lama

yang sedikit sering kita lupa...


Batujajar, 16 Des 2010

Komentar

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Mozaik Bandung: Liburan yang Kacau & Jalan Panjang ke Pondok Hijau

5 Aksi Akrobatik Sirkus Kolaborasi Indonesia - Kanada Ini Siap Memukau Wisatawan Bandung

Celoteh Sepeda, Tas Punggung, & Beban Standar