Palsu

Berikan aku sejumput senyum

Karena bosanku mendengar gelegak tawa

Pelapis nada getir yang tak menjelma

Dihadapanku yang tak pernah lelah bermain sandiwara

Aku sang putri raja, aku sang Cinderella

Bertopeng

Secarik kain penutup muka bernama

keangkuhan, kepalsuan

Berikan aku senyummu yang tak palsu

Aku telah cukup kenyang akan hadiah-hadiah

yang tak mampu lagi kukunyah

Terimakasih,

Kenyang aku akan diriku

yang bukan diriku

Mungkin sejumput senyummu kan mengembalikanku

ke lubuk kejujuran

nuraniku

8 Agustus 2007

Komentar

Popular Posts

Mozaik Bandung: Liburan yang Kacau & Jalan Panjang ke Pondok Hijau

Puisi Sapardi, Acep Zamzam, & Bulu Kuduk [Wishful Wednesday #2]

Manfaat Bekerja Sama dengan Digital Marketing Agency Indonesia untuk Bisnis