Happy Yummy Journey, Perjalanan Traveler Perempuan Korea Pecinta Durian Mencari Tempat-tempat Membahagiakan

Happy Yummy Journey, a book by Eje Kim
Prof. Eje Kim jatuh cinta pada durian. Kecintaan wanita asal Korea Selatan itu pada durian membawanya menjelajah negeri-negeri Asia Tenggara, ke tempat-tempat durian dihasilkan. Durian, buah yang memiliki banyak keunikan ini dijuluki rajanya buah. Aroma khasnya yang menyengat bisa membuat orang sangat menyukai buah ini, atau sebaliknya, baunya saja bikin orang pengen muntah. Bagi Prof. Eje Kim, durian adalah satu dari 3 hal yang membahagiakan. Mimpinya ingin membangun kerajaan durian dan menjadi ratu durian :D.

Selain durian, Prof. Eje Kim menyukai kupu-kupu dan traveling. Ahli geografi lulusan Seoul National University ini menjelajah negara-negara Asia Tenggara mulai dari Singapura, Malaysia, Thailand, Filipina, hingga Indonesia. Perjalanan mencari durian, raja buah yang merupakan simbol kemakmuran, kebahagiaan, cinta, dan harapan itu dituangkannya ke dalam buku yang berjudul Happy Yummy Journey. Bagiku ini menarik, ketika durian ditulis lewat perspektif seorang penulis Korea. Sebagai buku cerita perjalanan, Happy Yummy Journey juga bertutur tentang keragaman masyarakat, kebudayaan, juga kuliner yang dijumpai Prof. Eje Kim selama perjalanannya di tempat-tempat penghasil durian itu. 

Book signing Happy Yummy Journey bersama penulisnya, Eje Kim
Menariknya lagi, Prof. Eje Kim menganggap daerah-daerah penghasil durian yang dijumpainya merupakan tempat-tempat yang penuh kebahagiaan. Hal ini berkaitan dengan budaya matrilinealnya yang kuat, memiliki banyak perempuan hebat, serta anak-anak yang bahagia. Lingkungan masyarakat yang menghargai dan menjunjung tinggi perempuan, itu yang kurang dirasakannya di negeri asalnya sendiri. Menjadi wanita karir yang sukses ternyata tak serta-merta membuatnya bahagia. Nilai sosial masyarakat yang berlaku di Korea Selatan cenderung mengekang dan merendahkan perempuan, bertolak belakang dengan gambaran yang sering dilihat dalam drama Korea :D. Menurut Eje, gambaran versi drama Korea itu hanya fantasi untuk mengalihkan rasa frustasi & mengobati jiwa yang lelah perempuan-perempuan Korea akan permasalahan hidup. *Fans drakor, peace ^^V. Aku juga suka nonton drakor kok, buat hiburan doang :D. 

Tambahan pula banyak orang Korea Selatan yang tidak tahu banyak tentang Asia Tenggara, dikenalnya sebagai tempat liburan murah saja. Plus ada stereotype citra buruk tentang Asia Tenggara di pikiran kebanyakan mereka. Itulah mengapa buku ini menarik diterbitkan untuk menginspirasi pembaca di negeri asal penulisnya. Bagaimana dengan kita, pembaca Indonesia? Happy Yummy Journey terjemahan Indonesia diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama. Bacalah buku ini, dan temukan hal-hal menarik dari perjalanan penulisnya. Karena traveling tak hanya sekadar perjalanan menyusuri berbagai tempat. Orang bisa mendapatkan pencerahan dan kebahagiaan dari hal-hal kecil dan tak terduga yang dijumpai dalam perjalanan. Barangkali kita akan teringatkan lagi untuk bersyukur menjadi orang Indonesia :).

2 November sore itu aku berkesempatan hadir di acara launching buku Happy Yummy Journey ini bersama penulisnya, Prof. Eje Kim. Launching bukunya diselenggarakan di The 18th Restaurant & Lounge, Trans Luxury Hotel, Bandung. Dengan outdoor view Kota Bandung dari ketinggian lantai 18, sebuah venue yang memorable bagi peluncuran buku ini. Tempat yang tepat, karena Trans Luxury Hotel ini memiliki unsur lambang kupu-kupu, salah satu hal yang disukai Prof. Eje Kim. Selain itu, kata "trans" sendiri mengandung makna transformasi, sebagaimana tansformasi menjadi kupu-kupu yang indah lewat metamorfosis. Jika membaca bukunya, kita akan temukan pemaknaan filosofi kupu-kupu dalam perspektif kehidupan Eje Kim.
The 18th Restaurant & Lounge, Trans Luxury Hotel Bandung
Bicara mengenai Bandung sendiri, Prof. Eje Kim memiliki ketertarikan untuk menulis sebuah buku khusus tentang Bandung, kota kaum visioner. Wah, gak sabar nunggu bukunya ^_^. Dan tentang Indonesia, dalam buku Happy Yummy Journey hanya sebagian kecilnya saja yang dibahas, terutama Minangkabau. Dari perjalanannya menyusuri tempat-tempat berburu durian, Eje Kim mengakui pada akhirnya durian terbaik itu dari Indonesia (durian Sumatra). 

Prof. Eje Kim mengatakan bahwa negeri kita adalah tempat yang bahagia. Jika dalam Eat, Pray, Love tokoh utamanya menemukan surga makanan di Italy, surga untuk berdoa di India, dan menemukan cinta di Bali, Eje Kim memandang bahwa kebahagiaan dalam Eat, Pray, Love semuanya dapat ditemukan sekaligus di Indonesia.   
Kita yang mendengarnya jadi teringatkan lagi untuk bersyukur menjadi bagian dari bangsa Indonesia yang besar, kaya akan keragaman budaya, agama, & kuliner yang lezat :).

Eje Kim & bukunya, suatu senja di Skywalk Trans Luxury Hotel Bandung
Seperti kata endorsment "Si Cinta" Atalia Ridwan Kamil untuk buku ini, kau tak harus suka durian untuk menyukai buku ini. Durian dalam buku ini tidak hanya ditampilkan sekadar objek kuliner, melainkan lebih dari itu. 
So, selamat membaca! Jangan lupa bersyukur & bahagia :).

---
|| Baca juga: The Gography of Bliss: Kisah Seorang Penggerutu yang Mengelilingi Dunia Mencari Negara Paling Membahagiakan 

Komentar

  1. wah keren ya, jalan2 yang ada manfaatnya

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. wih keren, jadi pengen beli bukunya :)

    BalasHapus
  4. Aih, kalau nggak baca review ini, mana ku tahu kalau selama ini yang digambarkan oleh banyak Drama Korea itu kebanyakan penghibur hati bagi perempuan Korea sendiri. Dan tahu tentang buku ini, rasanya, bangga kalau indonesia menjadi rumah bagu Durian terenak menurut Prof. Eje Kim.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe drakor gak jauh beda dari sinetron, dlm hal ada yang too good to be true, atau yg kurang realistis dibanding kehidupan nyata. Begitulah. Hayu baca bukunya Mbak :)

      Hapus
  5. Aduhhhhh kok saya suka sekali kalimat Bu Atalia, aku nggak suka duren sih karena nggak tahan aromanya, tapi saya jadi tertarik membaca buku ini hehehee

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe iya, gak masalah klo ak suka duren juga. Met baca bukunya yahh

      Hapus
  6. Kapan ya ada yg bikin buku perjalanan tentang pecinta jengkol mengunjungi tempat2 penghasil jengkol di dunia? Wkwk..

    Entah kenapa seneng baca yg bagian realita kehidupan wanita korsel yg berbeda dengan drakor.. Piss yaa buat pecinta drakor ahaha..

    -Traveler Paruh Waktu

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahah... Emangnya jengkol ada dimana aja gitu selain di Indonesia? :D

      Hehe... yah namanya juga hidup, kadang tak seindah dramanya gitu :D.

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

Tips Menulis Memoar yang Menginspirasi