Tips Cerdas Merencanakan Liburan Bersama Sun Life

Tips Cerdas Merencanakan Liburan Bersama Sun Life
Apa yang terbersit dalam pikiran ketika mendengar kata "liburan"?
Jalan-jalan? Pantai? Pemandangan alam? Kulineran? Setiap orang tentu punya bayangan masing-masing mengenai liburan ideal yang ingin diwujudkan. Apapun definisi liburan impian yang ada dibenak, pastinya sesuatu yang exciting, bukan? Liburan bukan saja soal mengunjungi tempat ini-itu. Melainkan suatu waktu yang kita sisihkan untuk sejenak beristirahat dari rutinitas. Sebuah jeda sejenak melepas lelah dan stres. Liburan bisa menjadi suatu ajang refreshing dan recharge energi dalam diri. Semua orang butuh itu, kan? Akan tetapi, benarkah liburan itu sebegitu pentingnya, sampai-sampai harus direncanakan dengan matang?

Topik mengenai pentingnya merencanakan liburan ini dibahas dalam talkshow "Mewujudkan Liburan Terbaik" bersama Sun Life yang bertempat di Cafe Halaman, PVJ pada 31 Juli 2016 lalu. Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pameran dan seminar literasi keuangan yang diselenggarakan oleh Sun Life Financial Indonesia (29-31 Juli 2016) di PVJ Mall Bandung. Acara ini menghadirkan pembicara Joice Tauris Santi (financial planner independen, wartawan senior Kompas, & penulis buku) dan Parmadi Budiprasetyo (fotografer, blogger, & traveler). Hadir pula Bpk Kaiser Simanungkalit (APV Head of Branding Communication Sun Life) dan Fabie Farabie, (Senior Manager Digital & Social Media Marketing Sun Life). Komika Fandi Bakri turut mencairkan suasana dengan penampilan stand up comedy.

Sebelum spesifik membahas topik perencanaan liburan, dalam sambutannya, Pak Kaiser menjelaskan perihal pentingnya merencanakan keuangan untuk masa depan.

Pentingnya merencanakan keuangan untuk masa depan

Semua orang pasti punya mimpi. Untuk mewujudkannya, perlu perencanaan dan aksi. 
Kenapa masa depan perlu direncanakan dan dipersiapkan? Karena kita tak tahu apa yang akan terjadi pada hidup kita. Kita tentu ingin yang terbaik untuk masa depan, termasuk untuk keluarga kita. Di sinilah pentingnya asuransi mengambil peranan. Proteksi dini. Kalau terjadi apa-apa pada seseorang, jangan sampai mimpi yang dibangun runtuh seketika. Apa lagi jika dia kepala keluarga, jangan sampai keluarga yang ditinggalkan tidak terjamin dan kesulitan finansial.

Pak Kaiser Simanungkalit 
Nyatanya, minat masyarakat Indonesia untuk berasuransi masih tergolong rendah. Di antara penyebabnya, disinyalir bahwa masih banyak yang alasannya tidak tahu atau tidak paham mengenai pentingnya asuransi. Hal ini mendorong Sun Life berinisiatif untuk meningkatkan literasi keuangan masyarakat Indonesia. Salah satunya melalui rangkaian pameran dan seminar ini yang mengusung kampanye membangun Indonesia #LebihBaik. Media lainnya adalah melalui Bright Advisor. Mengenai apa itu Bright Advisor dijelaskan oleh Mas Fabie.

Mas Fabie Farabie
Bright Advisor adalah sebuah platform online khusus edukasi seputar asuransi yang bisa diakses semua orang. Platform ini dapat diakses di www.brightadvisor.co.id.
Bright Advisor, platform edukasi asuransi persembahan Sun Life
Melalu Bright Advisor, kita bebas bertanya apapun seputar asuransi tanpa ada tuntutan harus menjadi nasabah produk tertentu. Sistemnya adalah kita mengajukan pertanyaan, yang kemudian akan dijawab oleh advisor (penasehat keuangan) yang ditunjuk. Kita bisa bertanya detail seputar perencanaan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan kita sendiri. Misalnya tentang investasi pendidikan, dana pensiun, dsb. Kalau kita masih bingung memutuskan membeli produk keuangan yang cocok, ada baiknya bertanya di Bright Advisor. Jangan sampai kita membeli produk asuransi, tapi kitanya sendiri tidak paham dengan produknya, sesuai tidaknya dengan kebutuhan kita. 

Contoh tanya-jawab keuangan di Bright Advisor.
Di Bright Advisor disediakan pula fitur Bright Calculator untuk menghitung dana yang kita perlukan untuk mencapai sebuah tujuan finansial.  
Bright Calculator
Merencanakan liburan: pentingkah?

Setidaknya ada 4 kebutuhan manusia yang berkaitan dengan perencanaan keuangan masa depan: menikah, punya anak (pendidikan), pensiun, dan liburan. Investasi untuk rumah, pendidikan, dan pensiun memang penting. Tapi liburan? Sebagian orang mungkin berkerut kening. Sepenting itukah? 

Urusan liburan kerapkali terabaikan dalam daftar perencanaan masa depan. Padahal, liburan itu memiliki banyak nilai positif. Faktanya, rekreasi merupakan sebuah kebutuhan bagi tiap orang. Bicara rutinitas kerja saja, kualitas kerja seseorang dapat menurun karena faktor "kurang piknik". Misalnya di dunia kerja, orang lazim menghadapi banyak tekanan yang sumbernya bisa dari target pekerjaan, tekanan dari atasan, permasalahan hubungan dengan rekan kerja, dsb. Belum menghitung tekanan dari luar zona kerja, semisal masalah pribadi dan keluarga. Pada suatu titik, beban dari masalah-masalah tersebut terakumulasi dan mengakibatkan stres. Di sini peran liburan menjadi penting. Sebuah jeda diperlukan untuk istirahat, menyegarkan pikiran, dan memperbaharui energi.


Memang betul bahwa liburan itu tidak perlu ke tempat jauh dan mahal. Namun, dalam suatu waktu, tetap saja ada saat kita butuh "liburan mainstream" (baca: berwisata yang butuh biaya). Apa lagi yang namanya liburan keluarga. Biaya yang dibutuhkan lebih dari liburan sendirian. Misalnya libur Lebaran kemarin. Sebagai momen libur yang jarang banget semua anggota keluarga libur bersamaan, momen seperti ini kerap dijadikan ajang liburan keluarga. Terus ada lagi liburan sekolah. Yang bapak-bapak atau ibu-ibu mungkin sering mengalami ditagih liburan sama anak-anak.

Masalahnya, liburan di momen-momen liburan justru lebih mahal, bukan? Kalau liburan itu tidak terencana dengan baik, bisa-bisa bukannya dapat energi baru dari liburan, yang ada malah tambah stres karena kantong terkuras. Udah gitu misalnya liburannya juga kurang berkualitas karena kurang persiapan lainnya. Jangan deh. Menurut Pak Kaiser, investasi untuk liburan bisa juga lho disisipkan dalam investasi pendidikan.

Momen liburan itu sesuatu yang berharga. Banyak orang yang mungkin karena kesibukan, meluangkan waktu untuk itu saja sudah sulit. Akan sayang sekali kalau momen liburan kurang berkualitas gara-gara kurang persiapan. Belum lagi persiapan budget. Kalau sekadar mimpi, setiap orang bisa mimpi liburan ideal. Tapi untuk mewujudkannya, perlu perencanaan yang jitu. Salah satunya karena kondisi finansial setiap orang itu berbeda. 


Tips perencanaan finansial untuk liburan


Narasumber Joice T. Santi mengawali sesinya dengan sebuah pertanyaan: pengen liburan ke mana sih? 
Coba tanya diri sendiri. Raja Ampat? Bali? Singapura? Maldives? Kita mungkin akan fasih menyebutkan sederet tempat menarik, baik di dalam maupun di luar negeri. Pertanyaan berikutnya, kapan? Uangnya ada gak? Hehe. Kalau gak ada, perlu strategi dong, untuk mewujudkannya. 

Joice T. Santi
Mbak Joice menjelaskan, ada 6 pos pengeluaran biaya terbesar dalam liburan yang perlu direncanakan.

1. Transportasi
Tentukan alat transportasi yang akan digunakan untuk perjalanan pergi dan pulang liburan. Pesawat? Kereta api? Mobil pribadi? Kalau kita pesan tiket perjalanan di peak season, jelas biayanya akan membengkak. Termasuk perhitungkan juga biaya transportasi lokal yang mungkin digunakan selama liburan. Misalnya taksi, ojek, becak. Pos untuk transportasi cukup besar, sampai 25% budget. 

2. Penginapan
Perhitungkan biaya penginapan selama liburan. Baiknya survey dulu dan booking jauh-jauh hari. Sigap lihat promo dan diskon agar lebih hemat.

3. Makanan
Siapa sih yang gak suka kulineran? Liburan terasa kurang greget tanpa kulineran makanan setempat. Jangan lupa cari tahu harga makanan setempat.

4. Rekreasi
Perhitungkan biaya tiket masuk tempat wisata yang ingin dikunjungi. Termasuk kalau ada biaya-biaya tambahan naik wahana rekreasi.

5. Oleh-oleh
Orang liburan aja banyak biaya yang harus dipersiapkan. Tapi tetep aja, suka gak enak kalau ditodong oleh-oleh sama teman kan? Pertimbangkan budget untuk oleh-oleh yang pantas dan siapa saja yang akan kita belikan.

6. Biaya tak terduga
Sisihkan 10% budget untuk biaya tak terduga. 
Perhitungkan juga biaya paspor, visa, asuransi perjalanan, biaya transport dari bandara ke kota terdekat, biaya telepon, dll.

Untuk mewujudkan liburan, lebih baik manakah, berutang atau menyisihkan? Kita perlu tahu perbedaan karakteristik dan plus minusnya. Kalau berutang: dana cepat, ada bunga (biasanya tinggi), setelah libur ada beban, perlu jalan keluar & menyisihkan dana. Kalau menyisihkan (menabung): dana lambat, perlu menahan kebutuhan, setelah libur tidak ada beban, dan biaya sudah dibayar. Biar lebih jelas, berikut ilustrasi yang dipaparkan Mbak Joice. Ini contoh saja, misal biaya yang diperlukan Rp. 10 juta, dengan target dicapai selama 2 tahun.

Ilustrasi berutang vs menyisihkan dana untuk liburan
Berikut ini tips merencanakan biaya liburan dari Mbak Joice:

- Lakukan survey biaya-biaya pengeluaran untuk waktu sekarang. 
- Perhitungkan pengaruh inflasi sehingga bisa memprediksi kisaran biaya di waktu mendatang. Misalnya biaya sekarang budgetnya Rp. 10 juta dengan inflasi 10% per tahun, 2 tahun lagi menjadi Rp. 12,1 jt.
- Perhitungkan nilai tukar jika mau ke luar negeri.
- Tentukan kapan akan berangkat.
- Gunakan sisa waktunya untuk menabung.

Bagaimana dengan bentuk investasi yang cocok untuk liburan? Mbak Joice menyarankan untuk memilih tipe investasi yang low risk dan mudah dicairkan jika jangka waktunya pendek, misalnya investasi reksa dana. 

Asyik ya kalau liburan impian bisa diwujudkan. Tak berhenti sampai situ, pengalaman perjalanannya bisa diberdayakan kembali. Misalnya melalui tulisan di blog, dikirim ke majalah, atau untuk bahan menerbitkan buku.

Sesi selingan. Penampilan stand up comedy Fandi Bakri
Tips Traveling ala Parmadi 

Narasumber berikutnya, Permadi Budiprasetyo, sharing seputar perencanaan liburan dengan angle yang berbeda. Fotografer sekaligus blogger pemilik blog parmadi.net ini menegaskan bahwa esensi perjalanan itu bukan sekadar proses perpindahan dari titik A ke titik B. Melainkan sebuah proses berkesinambungan yang mengantarkan kita pada banyak titik, dan kita bisa belajar darinya. 

Parmadi Budiprasetyo
Banyak alasan mengapa orang suka bepergian. Misalnya, untuk mendapatkan perspektif baru. Pengalaman di tempat baru dengan budaya berbeda dapat memperkaya perspektif kita. Alasan lainnya yaitu untuk belajar hal baru dan belajar bersosialisasi. Yang jelas, bertualang itu selalu menyenangkan. Barangkali itu adalah alasan paling simpel dan universal.

Parmadi menjelaskan, idealnya traveling itu ada proses perencanaan, persiapan, perjalanan, petualangan, dan evaluasi.

Tentang merencanakan perjalanan
  • Dengan siapa?
Dalam merencanakan traveling, umumnya "kapan" dan "ke mana" menjadi pertanyaan terpenting. Namun, Parmadi berpendapat lain. Menurutnya, pertanyaan terpenting adalah: "dengan siapa?" Karena jawabannya akan sangat menentukan bagaimana kita menjalani proses perjalanannya. Dengan siapa kita bepergian juga akan menentukan perencanaan perjalanan itu sendiri. Apakah sendirian? Dengan pasangan? Anak? Mantan? *ups.
  • Kapan?
Menentukan waktu liburan sama pentingnya dengan menetapkan tujuan. Apa lagi jika tujuan kita berlibur berkaitan dengan waktu tertentu atau eventual, misalnya festival perayaan, melihat sunrise, dsb. Belum lagi jika berencana liburan dengan orang lain. Kan harus nyocokin jadwal juga.
  • Naik apa?
Moda transportasi yang dipilih selain akan menentukan biaya perjalanan, juga akan menentukan tingkat kenyamanan dan mood selama perjalanan, serta tingkat kerepotan kita membawa barang-barang.
  • Menghitung biaya
Perhitungkan biaya perjalanan seperti yang sudah dipaparkan oleh Mbak Joice sebelumnya. 
  • Asuransi
Memiliki asuransi selama perjalanan memberikan "extra peace of mind" alias membuat kita lebih tenang. Hal-hal berikut ini penting dipersiapkan:
- Bawa dokumen penting (seperti kartu identitas, tiket, paspor, kartu asuransi kesehatan) baik fisik maupun digital. Buat beberapa salinan, dan simpan di tempat berbeda-beda untuk jaga-jaga.
- Miliki asuransi yang dapat melindungi selama perjalanan dari resiko kecelakaan dan kesehatan.
- Simpan informasi penting kesehatan (seperti riwayat penyakit, golongan darah, alergi) dan kontak darurat di tempat yang mudah dijangkau. Ini untuk menghindari salah treatment jika kita sakit atau kecelakaan lainnya.

Tentang perjalanan & petualangan


Saat traveling, usahakan untuk tidak berpenampilan mewah untuk alasan keamanan. Berpakaian biasa lebih baik (tidak kelihatan seperti turis), karena kita lebih bisa membaur dengan masyarakat setempat.
Sebisa mungkin, ikuti budaya lokal. Kenali adat kebiasaan masyarakat setempat. Kalau bisa pelajari bahasanya lebih baik. Jadi kan gak susah kalau mau nawar pas belanja *eh. Coba makan di tempat yang biasa didatangi penduduk lokal. Sering kali warung pinggir jalan lebih nikmat dari restoran hotel. Intinya yang terpenting kesempatan bersosialisasi jadi lebih besar.

Meski dari tadi membicarakan rencana melulu, saat liburan tetap perlu juga memberi ruang untuk improvisasi dan spontanitas. Tidak semua harus plek sesuai seperti rencana. Temukan petualanganmu sendiri. Toh esensi terdalam dari perjalanan adalah menemukan diri sendiri. 

Yuk rencanakan liburan terbaik dan bertualang!

Komentar

  1. Iya sih..kalo mo liburan harus nabung dan ngerencanain keuangan dengan seksama biar bisa liburan dg tenang dan happy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul ya... Kalau nggak, boro2 tenang liburan, liburannya juga gak jadi melulu *self reflect :D.

      Hapus
  2. Yu ah urang liburan, kita rencanakan dengan matang biar jadi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Heuheu... Yuk,... Ini dia PR-nya :)).

      Hapus
  3. Waah ulasannya lengkap..
    Jd pingin ke bright advisor juga nih
    Aplagi klo liburan sekeluarga banyak hal yg perlu dipersiapkan terutama dananya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak yg perlu dipersiapkan ya...
      Selamat berhitung & merencanakan liburan keluarga, Mbak 😃

      Hapus
  4. Dan aku butuh piknik hehehe *nurutan gambar bangkong. Acara Sun Life tempo hari itu denga pembicara yang kece-kece. Semakin menyadarkan ya, bahwa piknik itu butuh perencanaan. Dan butuh berkorban untuk menyisihkan uang. Dan betapa pentingnya punya asuransi jiwa untuk mengcover supaya tidak terjadi hal yang tak diinginkan :) ulasannya teh Euis lengkap banget (y)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya nih banyak dapat masukan & pencerahan ya. Jadi tahu perencanaan liburan yg baik itu seperti apa.
      Yg disampaikan narsum menarik2, jadi sayang kalau gak dituliskan, hehe...

      Hapus
  5. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf yah. Komentarnya mengandung link hidup. Jadi kuhapus :).

      Hapus
    2. baik mbk , mohon maaf . terimakasih atas perhatiannya.
      salam blog walking

      Neo NLP Indonesia

      Hapus
  6. Penjelasannya benar-benar lengkap sekali. Saya perlu belajar menulis seperti ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya tulisan ini bisa dipecah menjadi beberapa postingan sih.

      Hapus
  7. Liburan yang well planned biasanya emang beri sensasi happy yang luar biasa, Mba. Sebelum dan sesudahnya, karena memang sudah direncanakan, pastinya ga akan menyisakan problema, misal problema habis duit stlh jalan2, haha. Kan emang udh dibudgetin yak? :d
    Thanks for share, Mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak Al. Yang paling problematis kalau tanpa perencanaan memang itu dia, kantong kosong, hihi... Bisa gaswat :D. Iya, kudu udah diperhitungkan budgetnya biar tenang.

      Sama2, Mbak.

      Hapus
  8. Menaaang. Salam sukses yaa Teteh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah yah... Salam kembali, Bunda. Makasih yaaa :))

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Ada Surga di Rumahmu

Novel Milea: Suara dari Dilan

Quiet, The Power of Introverts [Wishful Wednesday #6]