Ngobrol-Ngopi di Kopi Panggang Dago

Weekend, ngopi di pinggir jalan Dago, ngobrol-ngobrol bareng teman.
Buat penyuka kopi sepertiku, 3 hal itu ide yang menarik. Begitulah sore itu aku menumpang angkot membelah jalanan Dipati Ukur menuju Dago. Dekat, tentu saja. Namun seperti biasa tersendat cukup lama di Simpang Dago, lalu lintas sedemikian padatnya. Lepas dari itu menyusuri Jl. Dago, dekat Hotel Jayakarta, aku bersiap turun. Tak jauh dari sana nampak sebuah coffee shop bernama Kopi Panggang. Sebuah coffee shop yang terbilang baru di Dago. Dulunya Kopi Panggang berlokasi di Jl. Tubagus Ismail. Setelah tempat lama itu mengalami musibah kebakaran, kini Kopi Panggang move on di tempat baru. Berlokasi di Jl. Ir. H. Juanda No. 391, tempat ngopi ini menarik perhatian dengan tag line "Espressokan Dirimu".
Kopi Panggang
Kopi Panggang menempati bangunan di atas tanah yang menanjak. Begitu masuk, ada anak tangga yang mengantarkan pengunjung ke coffe shopnya yang berupa ruangan terbuka dengan kursi-kursi dan meja kayu gelap serta lampu-lampu berbentuk lampion yang menggantung. Kopi Panggang menawarkan kopi signature, roasted coffee, yang berprinsip "bean to the cup", disajikan fresh & limited. Kekhasan Kopi Panggang menggunakan teknik manual brewing/hand press. Beberapa jenis kopi single origin arabica seperti West Java Lembang, West Java Puntang, West Java Garut, Sumatra Aceh Gayo, dan Sulawesi Toraja Kalosi dapat dinikmati di Kopi Panggang. Metode brewingnya sendiri menggunakan Presso, V60, Vietnam Drip, & French Press.


Melihat buku menunya, menu yang disajikan di sini banyak ragamnya. Ada beragam pilihan menu, mulai dari aneka menu Specialty Coffe, Ice Blended, hingga Custom Drinks. Selain minuman, aneka menu makanan tersedia sebagai pelengkap. Ada menu light meals sebagai camilan pendamping ngopi, juga ada yang agak berat, termasuk Balinese Food & Mexican Food di dalamnya. Menariknya semua makanan & minuman di sini harganya semua di bawah 30 ribu. Terjangkau untuk kalangan mahasiswa :D. Sejujurnya sebagai kunjungan pertama, aku cukup bingung memilih menu. Katanya sih untuk kopinya Cafe de Rum cukup banyak disukai pengunjung. Dan kalau mau safe ya Capuccino aja. 

Capuccino
Tapi tiba-tiba aku penasaran sama yang namanya Cafe Bulle. Jadi aku memesannya. Untuk makanannya sendiri yang direkomendasikan Tasty Omurice, Nasi Campur Betutu, & Nasi Campur Sisit. Aku pun memesan Tasty Omurice. Rupa-rupanya banyak teman-temanku yang memesan sama.

Kala itu pengunjung sedang ramai. Menunggu pesanan tiba aku memesan Nachos. Sepiring Nachos berupa crispy tortilla bertabur keju disajikan bersama saus tomat dan campuran cacahan kecil tomat dengan bawang. Aku cukup menikmatinya sembari ngobrol kesana-kemari.
Nachos
Waktu berlalu. Beranjak malam, teman-temanku pulang satu per satu. Aku mulai gelisah menunggu pesanan tak jua tiba. In the end, aku gak sempat nyicip Tasty Omurice-nya, pun Nasi Campur Betutunya. Kehabisan euy. Maka aku berpaling ke Mexican food berupa Buritos & Con Chilli Carne. Dua-duanya sama-sama berdaging cincang yang didominasi rasa kacang merah. Lah, jadinya malam itu aku berasa jadi orang Mexico deh :p.
Con Chilli Carne
Buritos
Apa kabar Cafe Bulle? Nggak jadi nyicip :(. Ternyata preparasinya butuh waktu lama banget... Pada akhirnya untuk kopinya segelas Americano saja. Cukup untuk bisa bikin  begadang :D.
Americano
Well, maybe next time ke sini lagi. Masih ingin mengeksplorasi menu-menu kopinya.

Komentar

  1. Americano, numero uno... Hehehe. Suka kopi ha, sama kayak istriku dong...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya... Nyicip Americano pake gula tapinya. Biar bitterseweet :D

      Hapus
  2. makanan westernnya menggiurkan sekali makk, udah lama saya engga ke dago, jadi pengen hihihi :D

    Salam,
    http://www.leeviahan.com

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebetulnya yang utama disini sih kopinya, Mak. Makanannya sih sbg pelengkap aja :D.

      Hapus
  3. waagh tempatnya lucu euy, euis. Udah mah dingin, sejuk, minumnya yg anget2, tempatnya juga lucuk. pas pisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya. Cuma karena pinggir jalan agak berisik sama suara kendaraan :D

      Hapus
  4. Kok bs kehabisan gt yah... Tp seru2 :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entah, mungkin kebanyakan pengunjung yg order, tapi stoknya dikit? Gak ngerti juga :D.

      Hapus
  5. wah, belum pernah cobain nih! next time ke bandung mau cobain deh :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Banyak yg bisa disinggahi kalo ke Bandung :D

      Hapus
  6. Nachosnyaa kempriyiik bangeet ya, Mbak. Ngga bosan ngemil gitu. . .:D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Renyah, ngemil mah gak bakalan bosen :D

      Hapus
  7. Pertama kalinya mampir ke blog Euis. :D
    Wuih itu Buritos, bikin ngacaaaaay. :D
    Papolow-polow blognya, yuk. :)
    Saya sudah polow Euis :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, makasih banyak sudah berkunjung & polow juga :D.
      Aku lebih suka nachosnya sih...
      Ntar aku BW & polow juga ya. Perasaan dulu udah, eh ternyata belum toh?

      Hapus
  8. Waduh jadi penasaran pengen nyobain nih mbak :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Sajak Melankolis