Bertualang Kuliner Teh Dilmah di Porto Resto Bandung

Dilmah Real High Tea Challenge Cafes & Restaurants Indonesia 2015. Untuk pertama kalinya event kompetisi Real High Tea dengan peserta Cafe dan Restoran digelar di Indonesia. Aku bersyukur Bandung menjadi salah satu kota wilayah partisipasi selain Jakarta. Selama periode 7-18 September 2015, 8 cafe & resto di Bandung berpartisipasi dalam perhelatan yang dipelopori oleh Dilmah Tea Indonesia ini. Event ini bisa jadi sebuah langkah awal membumikan kembali tradisi minum teh berkualitas, menghidupkan kembali afternoon tea, dan mungkin juga breakfast tea. Setelah Jakarta, pada tanggal 7-8  September lalu giliran cafe/resto Bandung dikunjungi oleh tim juri untuk mempresentasikan kreasi menu tea pairing dan tea inspired culinary mereka. Aku bersama beberapa kawan blogger antusias mengikuti jalannya kunjungan Dilmah ke cafe-cafe peserta RHTC. 7 September, tempat pertama yang dikunjungi adalah Porto Resto yang terletak di Jl. Setiabudi No. 53, Bandung. 

Dilmah Real High Tea Challenge Cafe & Resto di Porto Resto
Ketika berkunjung ke Porto, aku disambut dengan pemandangan dekorasi di tengah ruangan yang menarik perhatian. Sebuah meja display dengan replika perahu layar dari kayu berukuran besar di atasnya. Di sekeliling replika perahu tersebut terdapat aneka pernak-pernik seperti boneka teddy bear, bingkai foto, diary, bahkan kue pengantin. Awalnya aku bertanya-tanya apa maksudnya. Belakangan jadi mengerti setelah mendapatkan penjelasan mengenai konsep yang diusung Porto untuk Real High Tea Challenge ini. Dan wow, dari segi persiapan konsepnya, terlihat jelas bahwa Porto sangat all out dalam mengikuti event RHTC ini.

Konsep Real High Tea Challenge ala Porto

Porto dapat diartikan sebagai pelabuhan. Restonya sendiri berkonsep World Culinary Adventure. Disamping menu reguler yang berupa French fine dining, secara periodik menyajikan pergantian menu dari berbagai negeri. Untuk konsep Real High Tea-nya, Porto mengangkat tema besar "Life is Sailing". Kehidupan diibaratkan sebuah pelayaran, di mana kita singgah di pelabuhan tahap-tahap kehidupan. Filosofis sekali ^^. Terbagi ke dalam 3 tahapan kehidupan, yakni born (kelahiran), wedding (pernikahan), dan memory (kenangan). Jadi, dalam penyajian Real High Tea-nya, Porto menyajikan menu-menu ngeteh yang didasari konsep ini, demikian pula dengan dekorasi & table setting-nya. Mengingatkan pada kehangatan keluarga dalam tradisi teh, semua tahapan kehidupan ini dilihat dari sudut pandang orang tua.

Menu Real High Tea ala Porto

Cocotte de Saumon, paired with Lapsang Souchong Tea (representasi momen kelahiran)

 
Cocotte de Saumon terdiri atas salmon tartar, melted quail egg, dan caviar dengan crispy croutons dan dried radish sprout serta cacahan kecil parsley yang disajikan pada cangkang telur ayam. Makanan ini berasal dari Norwegia yang kaya dengan ikan salmonnya. Tata penyajiannya menarik, berkonsep egg in the bird nest. Telur puyuh yang kuning telurnya melted dengan caviar dipuncaknya diletakkan di atas campuran cacahan salmon, crispy croutons, dan fried alfafa yang berbentuk serabut kecil, agak mirip sarang burung. Belum lagi semua itu diisikan ke dalam cangkang telur yang diletakkan di atas plating berdekorasi sarang burung. Unik.


Sekilas melihat ingredients yang serba telur dan ikan mungkin terpikir rasanya bakal amis. Tapi bagiku, tampilannya yang menarik dan unik, ditambah kesukaanku pada ikan salmon membuat yang terpikir dibenak adalah kepenasaranan ingin mencicipinya, hehe. Namun, ketika akhirnya ada kesempatan mencicip, terasa sedikit sayang merusak penampilannya yang cantik itu :D. Anyway, I had a taste, dan ternyata enggak amis kok. Tekstur makanannya yang lembut terimbangi oleh campuran crispy croutons di dalamnya. Rasanya secara keseluruhan cenderung asin dengan ada jejak sedikit asam di ujungnya. Ketika dipairing dengan Lapsang Souchong Tea, tehnya yang memiliki smoky taste terasa menetralkan rasa asin Cocotte de Saumon.

Almond Lava Cake, paired with Peppermint Hopper (representasi momen pernikahan)

Almond Lava Cake terbuat dari dark chocolate Belgia, di dalamnya mengandung infused Italian Almond Tea, disajikan di atas white chocolate padat. Coklatnya mengandung rasa bittersweet, just like a marriage life. Ketika Almond Lava Cake disendok, keluarlah lava cokelat yang lembut terasa di lidah. Meski untuk ukuran lava cake memang lavanya kurang melting. Rasa coklatnya cenderung mendominasi, sehingga ketika disajikan dengan saus stawberry terasa lebih mantap karena rasanya lebih terimbangi. Entah ketika dipairing dengan Peppermint Hopper Cocktail, aku tak mencobanya. Peppermint Hopper diracik dari cold pepper mint tea creme dengan light white cacao liqueur. Kata yang sudah mencoba, perpaduan rum dan peppermintnya terlacak di rasa dan aromanya.  

Cod Imperika with Jasmine Green Tea Sauce (representasi momen kenangan)

Cod Imperika merupakan makanan Rusian. Terdiri atas grilled black cod yang disajikan di atas grilled baguete dengan daun arugula, creme of jasmine (sausnya diracik dari Jasmine Green Tea), dan taburan poppy seed. Cod Imperika rasanya juga asin, ketika dimakan dengan sausnya, rasa asinnya sedikit berkurang. Terasa cita rasa green tea dalam sausnya. Hanya saja rasa asin Cod Imperika secara keseluruhan tetap terasa dominan, tampaknya saus yang disajikan sejumlah itu belum cukup untuk menutupinya. Jasmine disini bermakna back to innocent, sesuai tema momen kenangan.

Presentasi menu Real High Tea Porto di hadapan juri yang terdiri atas Ms. Eliawaty Erly (Vice President PT. David Roy Indonesia, Brand Ambassador Dilmah Indonesia) dan Chef Nanda Hamdalah (TV Chef/Host Cooking Show, Oxone Battle Chef 1st Winner)  diwakili oleh Chef Eric Lowell. Pada saat presentasi menu terakhir, Chef Eric menyajikan Cod Imperika secara live demo.
Presentasi & penjurian RHTC di Porto Resto

Penyajian tema konsep dan dekorasi Porto di event ini sangat impressif, aku acungin jempol. Menurut Mbak Stephanie Yansen Theniko, Manager Porto, timnya melakukan persiapan RHTC ini selama 1 bulan. All outnya persiapan Porto tampak tak hanya dari dekorasi, juga dari tim desain kreatifnya yang selalu siap dengan ramah menjelaskan pertanyaan seputar konsep Porto. Yups, ternyata ada tim creative design khusus segala ya. Seolah tak cukup dengan dekorasinya, saat presentasi tema wedding malah ada staf yang memakai kostum pengantin. Mantap :D.

Seru banget mengikuti event Dilmah Real High Tea Challenge ini. Jadi banyak nambah wawasan tak hanya seputar teh, juga seni menyajikannya yang ternyata bisa menginspirasi aneka kreasi kuliner yang mungkin out of the box dan tak terpikir sebelumnya. Selain Porto, 7 cafe/resto Bandung lainnya yang berpartisipasi di RHTC 2015 ini antara lain Kirbs Tea Room & Pastry, Javana Bistro, The Peak, Cocorico Cafe & Resto, L'Societe, Chubby Bunny, dan Ozt Cafe.

***
Posting terkait:
Dilmah Real High Tea Challenge Cafes & Restaurants 2015, Menghidupkan Kembali Budaya Minum Teh.
More info about Dilmah RHTC:
http://dilmah.co.id/realhighteacafe/
#dilmahindonesia #dilmahrealhightea #afternoonteabandung #realhighteaexperience #teainsipred

Komentar

  1. Wah asyiiik ih... pengalamannya mengasyikkan banget..... dekorasinya unik banget ya :)

    BalasHapus
  2. Seru, teh. Dekorasinya mantap :)

    BalasHapus
  3. Dekorasinya keren2 ya, mba

    Konsep beda nih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, keren. All out banget persiapannya.

      Hapus
  4. waahhh seru banget pastinya liat proses penjurian yaaa

    BalasHapus
  5. Penasaran dg dilmah ini. Akhirnya pas ke surabaya nyoba greenteanya ajah. Ternyata emang enak. He..he...beda lah sama teh murah meriah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, tunggu event Dilmah di Surabaya, Mbak. Brilliant breakfastnya juga enak. Apalagi almond tea-nya :)

      Hapus
  6. suka tulisannya mbak Euis :D enak dibacanya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aih, makasih banyak :). Belum bisa capture foto yg bagus2 kayak Mas Agung, jadi banyak cerita saja via tulisan :D.

      Hapus
  7. Yuk ke sana lagi, Euis. Betah euy stay tune di sana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, hayu.... Suasana restonya enakeun ya. Di dalem nyaman, di luar juga asyik :)

      Hapus
  8. wuaahhh pake poppy seed?? Hahaha, mabuk ga abis makan itu :D? btw, yg menu pertama kyknya rada ga cocok ama aku nih... prtama pake caviar, trs kuning telur puyuhnya masih rainy ya mba ;D. hihihihi, dr dulu g bs makan kuning telur yg masih stengah matang gitu ..tp menu lainnya tertarik deh mw coba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, nggak lah. Kan cuma dikit :D. Iya, menu pertama kayaknya gak bisa semua orang makan klo liat isinya. Mampir ke Porto kalau mau mencoba :D.

      Hapus
  9. unik sekali yaa makanan dan penyajiannya

    BalasHapus
  10. ini yang Dilmah itu ya..keren banget euuuy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak. Dan ternyata memang jadi pemenang :)

      Hapus
  11. Wah pada bagus ruangannya, di tambah lagi makananya kayanya enak, jadi pengen ke sana icip - icip, tpi belum gajihan hahahaha, makasi mbak infonya

    BalasHapus
  12. Belum kesampean juga saya ke Porto. Padahal kayaknya menunya instagramable hehhee

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon