Aneka Rasa Kulineran di Cawan Kitchen

Lama tinggal di Bandung, terbilang jarang aku lewat atau main ke kawasan Jl. Ciumbuleuit. Setelah berganti angkot di pertigaan Siliwangi-Cihampelas-Ciumbuleuit, memasuki Jl. Ciumbuleuit mataku tak lepas memperhatikan kanan-kiri jalan, mencari-cari yang namanya "Cawan Kitchen". Tanpa banyak kesulitan, segera saja aku menemukannya. Terletak tak jauh dari seberang Hotel Haris, dekat Marta Tilaar, berdiri bangunan cafe bercat putih bertuliskan Cawan Kitchen di atasnya. Minggu sore itu aku janji bertemu kawan-kawan Blogger Bandung untuk sillaturrahim dan kumpul-kumpul di Cawan Kitchen yang berlokasi di Jl. Ciumbuleuit no. 85.
Cawan Kitchen
Saat tiba disana, rupanya aku termasuk yang datang awal. Sambil menunggu kawan-kawan lain berdatangan, aku menikmati sore yang cerah bersemilir angin sembari duduk-duduk di berandanya. Suasananya asyik juga ternyata. Di pelataran depan Cawan Kitchen yang baru buka awal Agustus lalu ini terdapat kursi-meja dengan dekorasi kaktus kecil dalam pot mini. Bersebelahan dengan pintu masuk, jendela kaca besar bertuliskan Shaffron menampilkan sekilas peralatan dapur dan staf yang bekerja di dalamnya. Masuk ke dalam cafe, aku disambut pemandangan interior bernuansa putih klasik, dengan meja dan kursi yang juga putih, lampu-lampu berpendarkan cahaya kekuningan, serta aneka ornamen hijau tanaman dalam pot. Selain ornamen tanaman, foto-foto hitam-putih bernuansa jadul menghiasi dinding putihnya, menambahkan kesan klasik. Rupanya dekorasi ornamen ruangan dibuat sedemikian rupa untuk menampilkan kesan homy bagi para pengunjungnya.


Satu per satu kawan-kawan yang ditunggu berdatangan. Terlarut dalam obrolan, hingga saatnya memilih menu makanan & minuman. Sebelum memesan menu utama, kami memutuskan untuk memesan minuman terlebih dahulu. Menurut penjelasan stafnya, minuman rekomendasi yang paling populer yaitu Italian Strawberry Mocktail. Aneka minuman pilihan lainnya antara lain Midnight in Paris Orange, Cookies & Cream, Caffe Latte, aneka racikan teh dengan sirup dan buah (Oasis Peach Tea, Oasis Lychee Tea), dan banyak lagi. Aku sendiri memesan Oasis Kiwi yang diracik dari perpaduan teh, sirup lemon, potongan kecil buah kiwi, serta daun mint dan es. Rasanya segar, dengan sedikit jejak rasa masam yang pas di lidahku. Maklum, aku gak terlalu suka sama minuman yang terlalu manis.
Drinks at Cawan Kitchen
Menu makanan yang tersedia di Cawan Kitchen sendiri cukup beragam, dari masakan Indonesia hingga western foods. Ayam Bakar Bali menjadi salah satu menu rekomendasi disini. Aneka menu Indonesian foods lainnya antara lain Nasi Goreng Bali, Nasi Goreng Kampung, Ayam Goreng Sambal Matah, Ayam Bakar Madu, serta aneka sajian Mie. Ada Mie Goreng Rica, Mie Goreng/Rebus Tomyam, dan Mie Godhog. Selain itu ada pula Tahu Lada Garam dan Tahu Sambal Matah. 
Sajian kuliner lokal di Cawan Kitchen
Di antara semua itu aku sempat mencicip  Nasi Goreng Bali pesanan seorang kawan yang kekenyangan :D. Disajikan di atas frying pan, dengan udang & potongan kecil cumi, sayuran segar dan telor ceplok di atasnya, secara visual & aroma menggugah selera. Nasi Goreng Bali ini dilengkapi dengan krupuk ikan yang disajikan terpisah. Aku tak bisa melupakan rasanya. Sesuap pertama Nasi Goreng Bali yang kucicipi mengepung lidah dengan rasa gurih yang kaya dari racikan bumbu-bumbu dan rempah, serta jejak rasa seafood yang demikian melekat pada nasi gorengnya. Aku cukup terkejut dengan rasanya seafoodnya yang begitu terasa, meski saat itu aku hanya menyendok nasinya saja. Singkatnya, Nasi Goreng Bali ini diracik dengan bumbu-bumbu dan bahan-bahan yang well blended. Ada rasa pedas yang aku suka dari rempahnya. Pedasnya aman, maksudnya nggak terlalu pedas banget juga. *Berandai bisa meracik nasi goreng seenak ini di kosan :D.

Menu western foods di Cawan Kitchen juga bervariasi. Mushroom Swiss Beef menjadi menu rekomendasi. Karena aku sedang tak ingin pesan menu ayam, akupun memesan Mushroom Swiss Beef ini. Sayangnya, ternyata kehabisan :(. Sepertinya menu ini memang populer di kalangan pengunjung. Akhirnya aku memesan Boneless Crispy Chicken with Gravy Sauce, yang menurut staf Cawan Kitchen juga banyak disukai pengunjung. Yah... ayam juga kan :p. Beranjak malam, Cawan Kitchen tambah ramai. Menunggu pesanan terhidang tidaklah membosankan jika asyik menyimak obrolan sembari ditemani sajian Poutine, sajian kentang goreng khas Kanada dengan saus keju yang gurih. Apalagi chef Cawan Kitchen sendiri, Chef Yudha, menyempatkan diri menyapa ke meja kami dan memberi penjelasan tentang aneka menu yang tersedia di Cawan Kitchen. Untuk menu western foods lainnya ada Beef Burger with cheese, Classic Grilled Cheese Sandwich, Hotdog Bolognaise Sauce, Hot Dog Gravy Sauce, serta berbagai varian menu toast. Penyajiannya unik, dihidangkan di atas talenan kayu.
Cawan Kitchen & aneka hidangan western foods (photo edit: @fasyifafauzia)
Selain aneka menu Indonesian & western foods tadi, jangan lupa ada martabak Shaffron. Terdengar familiar? Yups, ternyata Cawan Kitchen ini merupakan pengembangan dari martabak Shaffron. Di sebelah pintu masuk Cawan Kitchen, yang dari luar terlihat jendela kaca bertuliskan Shaffron itulah tempat aneka menu khusus martabak Shaffron. Ada berbagai jenis varian martabak tersedia, termasuk martabak asin berupa beef martabak dan chicken martabak yang disajikan dengan saus khusus. Aneka varian martabak manis juga tersedia, seperti martabak Toblerone, martabak Delfi, dan Martabak Cadbury. Kami sempat mencicip martabak Tobleronenya bersama-sama. Martabaknya tebal, bertekstur lembut dan legit, dengan rasa manis cokelat Toblerone yang lumer di lidah. Penyuka martabak harus coba :). Banyak sekali pilihan menu martabak yang tersedia dengan harga yang bervariasi.
Martabak Shaffron di Cawan Kitchen
Itu belum semuanya. Ada satu space di Cawan Kitchen yang disediakan untuk barbeque party. Asyik banget buat kumpul-kumpul bareng keluarga atau teman sambil barbeque-an. Malam itu surprise sekali, kami dikejutkan oleh kehadiran orang no.1 di Kota Bandung, Pak Walkot Ridwan Kamil. Rupanya Kang Emil sedang meluangkan waktu untuk makan malam bersama keluarganya. Di tempat barbeque tadi mereka duduk melingkar mengelilingi meja. Ternyata owner Cawan Kitchen ini temannya Kang Emil. Sebelum pulang, kami sempat berfoto bersama :). 
foto bareng blogger bandung & Kang Emil di Cawan Kitchen
Tertarik mencicip hidangan ala Cawan Kitchen? Berikut Infonya.
Cawan Kitchen
Jl. Ciumbuleuit No. 85, Bandung
Twitter: @CAWANkitchen
Kisaran Harga:
Minuman (6-15K), Makanan (15-30K), Martabak (35-100K).

Komentar

  1. Wihhh, kelihatannya tempatnya lumayan cakep dan mewah yaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yups, tempatnya terkesan klasik. Tapi harga makanannya masih terbilang terjangkau :)

      Hapus
  2. pagi2 lihat makanan ini..jadi laper deh mak...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Emang perlu ada warning kalau baca postingan kuliner sebaiknya tidak saat perut kosong :D

      Hapus
  3. Nasi Goreng Balinya emang rekomended di Cawan, mantap pisan lah #KasihJempol

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Dan aku masih pengen nyicip ayam bakar Balinya... :D

      Hapus
  4. Bandung emang juara yaa mbak untuk urusan tempat-tempat nongkrong kece gini.. jadi pengen ke Bandung lagi euy T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maen kalau ada luang, jangan ketinggalan kulinerannya ya :)

      Hapus
  5. kapan-kapan pengen mampir kesana ah :)

    BalasHapus
  6. tampilan snack sama minumannya kok ya sukses bikin laper..

    BalasHapus
  7. martabak nya bikin ngiler

    BalasHapus
  8. Wawawawa, menyenangkan, bisa poto sama kang Emil... hehehe

    BalasHapus
  9. asiknya bisa ketemu pak wali hehehe. Kapan-kapan saya cobain cawan kitchen, ah :)

    BalasHapus
  10. kayanya mie godhog nya enaaaaak :D mau

    BalasHapus
  11. Ngeliatanya makanannya tuhh alaamakkkkk pengen kali ku coba

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ada Surga di Rumahmu

Quiet, The Power of Introverts [Wishful Wednesday #6]