Film Comic 8: Kasino Kings Part 1


Film yang tayang sejak 15 Juli 2015 ini begitu ngehits. Kabar terbaru yang kubaca, setelah sukses meraih 1 juta penonton dalam 2 minggu penayangan, kini film ini masuk box office Indonesia 2015. Film macam apakah gerangan yang sukses menyedot perhatian para penonton ini? Kebetulan saya sudah menonton film ini, dapat undangan nobar bersama Blogger Bandung dari Indosat pada gala premiernya di bioskop 21 BIP. Film yang dibintangi 8 orang stand up comedian ini merupakan sekuel dari film pendahulunya, Comic 8 (2014). Jangan khawatir yang belum nonton film pendahulunya (kayak aku juga belum :D), ceritanya tetap bisa diikuti, apalagi kaitan dengan kisah perampokan Bank INI yang ada di film Comic 8 ditampilkan sedikit kilasannya.

Film Comic 8: Kasino Kings Part 1 dibuka dengan adegan misterius yang menarik. Bersetting hutan, ada koper tiba-tiba turun dari langit. Lebih mengherankan lagi, dari dalam koper keluarlah orang. Begitu pula dengan tong dan jaring penangkap, satu per satu para stand up comedian muncul seperti habis kena jebakan. Adegan selanjutnya makin mengejutkan dengan kemunculan banyak buaya dari sungai di hutan itu. Buaya-buaya ganas itu mengejar mereka dan memangsa siapa saja yang berada dalam jangkauan. Adegan ini berlangsung cepat dan cukup berdarah-darah. Tapi ini jelas bukan film thriller maupun horor. Dalam situasi antara hidup dan mati itu, penonton dibuat tertawa dengan tingkah para stand up comedian yang ada-ada saja aksinya menghadapi buaya dan sempat-sempatnya melempar percakapan mengundang tawa. Aku yang nonton jadi serba salah antara ngeri dan pengen ketawa. "Duh, ini film apaan ya?" Benakku terus bertanya karena adegan pembuka yang heboh itu ditampilkan dengan efek visual yang cukup bagus dan terlihat nyata.

credit pic: @cinema21
Selanjutnya, film ini menyuguhkan alur melompat-lompat, maju-mundur, dengan adegan yang dipecah-pecah dalam fragmen-fragmen yang di awal bisa membingungkan karena belum muncul benang merah yang mengikatnya. Gimana ceritanya bisa ada adegan pertarungan survival di hutan dengan buaya di awal itu saja baru akan ketahuan nanti-nanti di akhir. Di film ini para komika yang tergabung sebagai agen rahasia pimpinan Indro Warkop mendapatkan misi baru guna membongkar sindikat perjudian kelas kakap terbesar se-Asia yang dipimpin oleh The King. Dalam upayanya, Comic 8 yang terdiri atas Ernest Prakasa, Arie Kriting, Mongol Stress, Babe Cabita, Bintang Timur, Fico, Kemal Palevi dan Ge Pamungkas menemui banyak rintangan. Mulai dari pengalaman diinterogasi oleh interpol yang mencurigai mereka sebagai pelaku kasus perampokan Bank INI, hingga harus menghadapi para pembunuh dan pemburu kelas teri. Beragam aksi dengan efek visual bak film action melengkapi adegan tembak-menembak dan ledakan pun mewarnai adegan demi adegan.

Guna menyelesaikan misinya, kedelapan agen komika ini menyamar sebagai stand up comedian yang sedang menjalani tur. Mereka kemudian berhasil mendapatkan undangan dari The King untuk perform di pulau kekuasaannya. Pulau kekuasaan The King ini punya aturan-aturan yang aneh. Kasinonya digambarkan megah bukan main. The King sendiri ternyata adalah seorang wanita (diperankan oleh Sophia Latjuba), yang punya alasan sendiri kenapa tak menyandang titel The Queen saja. Tapi The King ini punya rencana tersembunyi terhadap para komika. Alih-alih perform di panggung, para komika itu malah dijebloskan dalam sebuah arena survival macam Hunger Games.

Menurutku ini memang film yang unik. Film bergenre action-comedy yang diproduksi oleh Falcon Pictures ini digarap oleh sutradara Anggi Umbara. Tak kurang dari 50 orang aktor dan aktris terlibat di film ini. Bahkan ada beberapa pemain film lawas kawakan macam Lydia Kandau, Barry Prima, Ray Sahetapy, dan Willy Dozan. Nama-nama artis seperti Sophia Latjuba, Prisia Nasution, Hannah Al Rashid, Nikita Mirzani, Joe P-Project, Boy William, Bagus Netral, Candil, Lydia Kandau, Dhea Ananda, Yayan Ruhiyan, George Rudy, Sacha Stevenson, Agung Hercules, Agus Kuncoro, Cak Lontong, Temon, Dony Alamsyah, dan Gandhi Fernando meramaikan film ini.

Selain keunikan dari segi plot yang maju-mundur dan sulit ditebak dan penuh kejutan, hal menonjol dari film ini yaitu efek visual CGI (Computer Generated Imagery) yang cukup keren. Beda dari film Indonesia yang biasanya. Urusan visual ini digarap oleh Eric Kawilarang yang sudah berpengalaman membuat CGI untuk film Hulk (2003), Superman Returns (2006), Life of Pi (2012) dan Night at the Museum: Secret of the Tomb (2014). Kalau soal kekocakan yang mengocok perut tak usah ditanya lagi. Komedinya bertebaran dimana-mana. Hanya saja mungkin tak semua banyolan itu terasa lucu bagi sebagian orang, terlebih ada beberapa banyolan yang cenderung nakal. Bumbu-bumbu joke nakal bahkan bertema LGBT juga ada. Jadi film ini tidak sesuai untuk konsumsi anak-anak. Di luar itu, untuk sekadar nonton komedi penghilang stres, film ini bisa jadi pilihan.

Komentar

  1. Halooo, Kak! Mau jadi bagian tim jelajah Kalimantan GRATIS dan dapetin MacBook Pro? Ikuti lomba blog "Terios 7 Wonders, Borneo Wild Adventure" di sini http://bit.ly/terios7wonders2015 #Terios7Wonders

    Jangan sampai ketinggalan, ya!

    BalasHapus
  2. ihhh pengen nonton juga film ini, liat trailernya aja seru, tapi belum sempet mampir ke bioskop

    BalasHapus
  3. Emang bener, film ini seru banget. Saya malah udah nonton 2 kali :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, rajin amat. Waktu itu ada undangan nobar lagi sih, tapi sekali aja deh nontonnya :D

      Hapus
  4. penasaran nih pengen nonton casino king. Sebelumnya saya udah nonton comic 8, dan seru banget ternyata! semoga casino king sama gokilnya yah sama film sebelumnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku malah belum nonton yg sebelumnya, jadi gak bisa bandingin :)

      Hapus
  5. Udah nonton, dan cukup bagus filmnya guyonan ala komik di film ini cukup menarik dan lucu, tpi klo ane lebih suka yang pertama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku belum nonton yang pertamanya, maka belum bisa bandingin.

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Sajak Melankolis