Sharing Inspiratif di Gala Dinner Motherpreneur MDS

Ada yang spesial pada malam 14 Februari kemarin. Bertempat di Hotel H Clarity Jl. Cihampelas Bandung, saya bersama 3 orang kawan blogger lainnya mendapatkan kehormatan untuk duduk menghadiri sebuah acara Gala Dinner bernuansa merah yang diadakan oleh Mizan Pelangi & Mizan Dian Semesta (MDS). 14-15 Februari 2015 memang momen istimewa perayaan anniversary 10 Tahun Halo Balita (2005-2015) dan menjadi ajang acara #Motherpreneur - Annual Meeting 2015 bagi para Book Advisornya. #Motherpreneur istilah yang menarik, berupa penggabungan antara "mothership" dan "entrepreneurship", ketika sosok ibu dalam rumah tangga menjalani peran kewirausahaan. Acara ini dihadiri oleh 200 Motherpreneur yang tergabung sebagai Book Advisor (BA) di MDS, perwakilan BA terbaik dari seluruh Indonesia. Di acara ini mereka saling menularkan semangat dan pengalamannya sebagai Motherpreneur. Mereka juga diberikan pembekalan penyuntik semangat motherpreneur melalui training, serta apresiasi penghargaan terhadap BA berprestasi selama tahun 2014.


Suasana sebelum acara dimulai
Dalam serangkaian acara #Motherpreneur ini, terdapat sesi training yang diisi oleh Jamil Azzaini, entertrainer populer yang berbagi tentang konsep "4 ON". Sayangnya, saya tak mengikuti sesi ini. Saya baru bergabung pada sesi Gala Dinner menggantikan teman blogger yang berhalangan. Saya berkesempatan mengikuti sesi sharing yang diisi oleh Ika Kartika Sari, SH (Entrepreneur wanita, founder Keke Busana Muslim), dan Rendy Saputra (Trainer dan Entrepreneur Muda, penulis buku motivasi), serta ngobrol-ngobrol sharing dari Para BA berprestasi yang mendapatkan penghargaan dari berbagai kategori. Wah, mereka ini ibu-ibu yang keren. Saya bersyukur sekali mendapat kesempatan menyerap ilmu & inspirasi dari acara ini, disamping pula turut mencicip hidangan makan malam yang disediakan oleh kru Hotel H Clarity :).
Gala Dinner di Annual Meeting 2015 Book Advisor MDS
Inspirasi dari Keke

Ika Kartika Sari (Bunda Ika), pendiri Keke Busana Muslim berbagi kisah perjalanannya merintis Keke dari nol. Nama brand Keke mengandung arti filosofis dari Bahasa Sunda, keukeuh, yang artinya ngotot, teguh, pantang mundur atau pantang menyerah. Filosofi ini, menurut penuturan Bunda Ika, sangat mendeskripsikan bagaimana perjalanan & perjuangan Keke dibangun. Bunda Ika mengawalinya pada tahun 1998, ketika krisis moneter melanda dan ekonomi sedang demikian terpuruknya. Cikal bakal Keke dimulai dari 40 potong baju yang dikerjakan sendiri dan dijual ke pasar-pasar. Saat itu Bunda Ika masih bekerja, sehingga upaya mempersiapkan & membuat baju membutuhkan ekstra waktu dan tenaga di kesehariannya. Dengan segala tantangan & hambatan yang ditemui, Bunda Ika terus keukeuh pantang menyerah dengan bisnisnya. Pada 2002, Bunda Ika memantapkan diri resign, padahal saat itu kondisi ekonomi keluarganya belum begitu bagus. Bunda Ika terus fokus di bisnisnya dengan berbagai dinamika up & down dalam perjuangannya. Baru pada 2006, bisnis tersebut mulai memakai brand sendiri.
Sesi Sharing dari Bunda Ika & Rendy Saputra
Kini, Keke Busana Muslim terus berkembang dan telah memiliki pabrik di Bojong Gede, Bogor dan turut memberdayakan masyarakat sekitarnya. Warga yang rata-rata berpendidikan di bawah lulusan SMA dan tak berkeahlian, namun merupakan tulang punggung keluarga. Mereka dibukakan lapangan pekerjaan, diberi pelatihan dan pendidikan agama. Bunda Ika bercerita, awalnya mereka bahkan tak bisa shalat, namun Alahmadulillah kini budaya sholat berjamaah di Keke sudah melebur di keseharian mereka. Menurutnya, juga diaminkan oleh Rendy Saputra, enterpreneur muda yang juga CEO Keke Busana Muslim, para manager di pabrik Keke tersebut juga berasal dari lulusan SD dan SMP. Sekitar 90% dari 500 pekerja merupakan warga Desa Tanjung Halang, tempat Keke memusatkan pengabdian masyarakat.

Sebagai seorang ibu, Bunda Ika menegaskan bahwa anak (keluarga) adalah motivasi seluruh kerja keras yang dijalaninya. Ketika memutuskan resign dan fokus di bisnisnya, pertimbangannya tak lepas dari kekhawatiran mengenai anak-anaknya. Betapa tidak, Bunda Ika waktu itu kerja dari pagi hingga petang, belum ditambah porsi mengerjakan bisnisnya, sementara suaminya jarang pulang karena bekerja di pertambangan. Setelah kini bisnisnya sukses pun, keluarga tetap menjadi no. 1 baginya. Hal ini diaminkan oleh Rendy Saputra, yang sudah dekat dengan Bunda Ika semenjak belum bergabung menjadi CEO Keke Busana. Menurutnya, ia bahkan kerap perlu siap menggeser waktu meeting manajemen ketika Bunda Ika memprioritaskan momen penting bersama anaknya. Sosok Bunda Ika di mata Rendy yang menginspirasinya adalah semangatnya yang tak kenal lelah. Kesibukan Bunda Ika kerap memforsir tenaga, dengan waktu istirahat yang singkat, namun ajaibnya beliau selalu bugar kembali menjalani setiap aktivitasnya. "Kalau saya saja yang muda begini malah melempem, malu jadinya.", kata Rendy. Kisah perjalanan inspiratif Bunda Ika dituangkan oleh Rendy dalam bukunya berjudul "Dua Kodi Kartika".
Brand Keke Busana Muslim yang dirinstis oleh Bunda Ika
Sharing sukses bisnis Ala Bunda Ika terletak pada uniqueness (keunikan produk), pemetaan lokasi pasar, dan fokus dalam usaha. Marketing yang bagus juga memainkan peran kunci, bidang yang dihandle oleh Rendy. Bunda Ika mengerjakan sendiri sekitar 250 model desain/tahun. Wow, pekerjaan desain memang merupakan hobi yang dicintai Bunda Ika. Pekerjaan yang nyaman memang adalah hobi yang dibayar. Ketika ditanya setelah semua kesuksesan ini, adakah ambisi berikutnya yang ingin dicapai Bunda Ika, beliau menjawab sudah cukup. Baginya, bisnis tidak cuma target duniawi. Keluarga adalah prioritas. Semua dilakukan dengan niat ibadah. Itu sebabnya Bunda Ika concern dengan pengabdian masyarakat dalam bisnisnya. Beliau memberikan amanat untuk anak-anaknya agar meneruskan pendidikan di Bojong Gede. Kedua puteri Bunda Ika telah kuliah di Monash University, salah satunya sudah lulus dan menjadi lulusan terbaik.

Adapun Rendy berpandangan lain. Sebagai CEO Keke Busana, ia memiliki harapan ke depan bahwa manfaat yang ditebarkan oleh Keke harus menjangkau lebih luas lagi. Tantangan untuk industri nasional muslim adalah jangakauan kebermanfaatan yang luas. Rendy melihat potensi Keke ke arah sana. Menurutnya, kalau kain pesanan Keke dibentangkan, jaraknya dari Aceh-NTT. Pengerjaannya melibatkan lebih dari 1500 penjahit. Saat ini salah satu promo Keke yang sedang digencarkan  yaitu membidik celah untuk sponsorship berbagai acara seperti IBF, acara TV, Hafidz Indonesia, dll. Target ke depannya membangun Rumah Thafidz di Bojong Gede, membuka kursus-kursus belajar program komputer Ms. Office, dsb. Ke depannya Rendy juga berharap pabrik Keke bisa dibuka untuk kunjungan umum.

Wah, baru bercerita tentang satu sesi sudah panjang cerita inspiratif yang diperoleh dari acara ini. Setelah sesi sharing ini, masih ada cerita inspiratif berikutnya dari para Motherpreneur yang tergabung sebagai BA di MDS yang berprestasi. Baca posting lanjutannya: Annual Meeting Motherpreneur MDS & 10 Tahun Halo Balita ya... :)

Komentar

  1. Mestinya dakuw hadir nih maak..dakuw BA juga, tapi baru balik dari workshop, gagal deh hiks..hiks..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, Mak Dewi BA jg toh. Wah, sayang ya, jd gak bs kopdar :)

      Hapus
  2. Memang sih,
    keunikan suatu benda itulah yang dicari :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang sebagian menilai aneh. Padahal bisa jadi itu hanya unik :)

      Hapus
  3. Sangat inspiratif. Kapan ada acara di kota2 lain? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, kalau event dr MDSnya sendiri kurang tahu, Mbak. Tapi kalau talkshow inspirasi semacam ini tentunya banyak ya :)

      Hapus
  4. Bagus ya acaranya gimana caranya bisa diundang diacara spt ini?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, senang kalau bs seru2 dpt ilmu. Biasanya sih suka ada di komunitas blogger, Mak...

      Hapus
  5. trims sharingnya... banyak hal bermanfaat yg bisa kita ambil dr sana ya.. alhamdulillah.. :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

25 Coffee & Kitchen, Cafe Asyik di Arcamanik, Bandung Timur

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ada Surga di Rumahmu