Annual Meeting Motherpreneur MDS & 10 Tahun Halo Balita

Kursi-kursi merah di Hotel H Clarity ini dipersiapkan untuk para motherpreneur berprestasi MDS
Seorang ibu menjalankan peran yang multifungsi dalam rumah tangga. Selain fungsi manajerial, ibu adalah madrasah pertama bagi anak. Tak berhenti sampai situ, seorang ibu dapat berperan pula membantu perekonomian rumah tangga. Saat ini semakin banyak para ibu yang berkecimpung dalam wirausaha tanpa meninggalkan peran utamanya sebagai ibu di rumah. Perkembangan teknologi turut memfasilitasi gejolak entrepreneurship ini, khususnya bagi para ibu yang ingin tetap berwirausaha tanpa meninggalkan rumah. Semangat mothership dan entrepreneurship ini terangkum dalam sosok motherpreneur, sebagaimana terpancar dalam tagline acara yang digelar oleh Mizan Pelangi & Mizan Dian Semesta (MDS), pada 14-15 Februari 2015 lalu di Hotel H Clarity Jl. Cihampelas, Bandung. 
Sudah saya ceritakan sebagian mengenai event Annual Meeting - Motherpreneur 2015 plus perayaan anniversary 10 tahun Halo Balita, lini produk yang diusung oleh MDS ini di postingan sebelumnya. Selain training motivasi, rangkaian acara yang dihadiri oleh 200 motherpreneur yang tergabung sebagai Book Advisor (BA) di MDS ini juga diwarnai dengan suntikan semangat inspiratif lewat penghargaan kepada BA berprestasi terbaik.
Jajaran produk yang didisplay saat acara anniversary 10th Halo Balita
Didasari oleh semangat motherpreneur beserta kepedulian para ibu BA ini akan pendidikan dini untuk anak, mereka antusias mengenalkan dan memasarkan paket produk edukatif untuk keluarga muslim dari MDS. Dengan memanfaatkan kemudahan teknologi seperti sosmed, pemasaran dilakukan memakai sistem arisan per grup, dengan supervisor sebagai koordinator tim. Setiap tahun, kiprah marketing mereka tercatat dalam bentuk poin yang kemudian dijadikan sebagai indikator prestasi mereka sebagai BA. Ada berbagai reward menarik untuk BA berprestasi yang tentunya menjadi tambahan penyemangat bagi usaha mereka. Sebagai apresiasi atas kiprah mereka di tahun 2014, event spesial ini menjadi ajang penghargaan tahunan untuk para BA yang berprestasi tersebut. Tiga orang kawan blogger Bandung (Teh Efi, Teh Ida, Bang Aswi) dan saya berkesempatan ngobrol-ngobrol dengan 5 orang BA MDS terbaik 2014. Yuk kita intip profil prestasi mereka yang wow itu.
Para Motherpreneur berprestasi yang mendapatkan penghargaan BA MDS terbaik 2014
Gelar The Best Seller BA diraih oleh Isa Aisatul Fitrah dari Surabaya yang menghasilkan penjualan terbanyak selama tahun 2014. Total pendapatan pertahun yang diperolehnya mencapai Rp.79.664.329, dengan rincian komisi pertahunnya sebesar Rp.71.964.329, reward bulanan/tahun Rp.5.700.000, serta reward triwulanan/tahunnya Rp.2.000.000. Mbak Isa bergabung sebagai BA MDS sejak November 2012. Kategori The Best Recruiter, perekrut BA terbanyak selama 2014 diraih oleh Arma Mareta dari Palembang. Mendapatkan komisi/tahun sebesar Rp.53.681.252, reward bulanan/tahun Rp.4.000.000, dan reward triwulan/tahun Rp.2.000.000, pendapatan total pertahunnya mencapai Rp.59.681.252. Shinta Damayanti dari Bandung meraih gelar The Best Online Marketer dengan pendapatan total pertahun Rp.30.627.460. Reward bulanan/tahun yang diperolehnya Rp.1.900.000, dengan komisi/tahun sebesar Rp.28.727.460. Prestasi ini diraih olehnya berkat usahanya yang fokus, konsisten, dan promo kreatif. Wah, banyak yaa... Tunggu, ini belum semuanya. Masih ada prestasi kategori sales supervisor.

Dengan total pendapatan/tahun sebesar Rp.272.067.480, penghargaan The Best Seller Supervisor diberikan kepada Ratih Wulansari. Supervisor dengan penjualan terbanyak selama 2014 ini memperoleh jumlah komisi pertahun sebesar Rp.257.667.480 dan reward bulanan/tahun Rp.14.400.000. Bergabung di MDS sejak 2008, beliau mulai menjadi sales supervisor pada Mei 2011. Saat ini timnya mencapai 850 orang, dengan hanya 3 orang asisten saja. SS yang lain, Dewi Kartika Sari dari Malang, meraih penghargaan The Most Creative and Solid Team, dengan poin prestasi terkreatif, tim terkompak, terbanyak jumlah timnya, sekaligus terbaik dalam pembinaan tim. Dengan jumlah tim mencapai 1200 orang, pendapatan total pertahunnya sebanyak Rp.265.861.260, reward bulanan/th Rp.14.400.000, dan komisi/th Rp.251.461.260. Wah, hebat ya. Berpredikat sebagai supervisor berarti mengemban tanggung jawab lebih banyak, termasuk monitoring dan mentoring anggota timnya.
Mejeng bersama Mbak Dewi & Mbak Shinta (credit: Bang Aswi)
Mbak Dewi, dkk ini sharing mengenai pengalamannya beraktivitas sebagai BA beserta pendapatan yang diperoleh via bisnis ini. Menjalankan fungsi marketing dengan pola berjejaring dan komunikasi jarak jauh seperti ini tentu ada banyak tantangan  yang dihadapi. Komunikasi menjadi kunci penting. Aktivitas dalam tim perlu terpantau dengan teliti dan detail. Bukannya tak pernah ada pengalaman penyalahgunaan akun di sosmed (mengaku-ngaku sebagai Spv, misalnya), atau ada oknum yang "kabur" tak menuntaskan pembayaran. Akan tetapi masalah seperti ini diantisipasi dengan adanya pengecekan dan monitoring di sistem MDS pusat. Memang tak sembarang orang bisa bergabung, biasanya diperlukan informasi kontak pribadi yang mendetail, termasuk kontak suami, bahkan tetangga sekalipun. Hal ini untuk benar-benar memastikan orang tersebut real, dapat dipercaya, dan dapat dilacak jika ada kasus "kabur" tadi. Tantangan lain yang sifatnya teknis dapat muncul dari segi pengiriman (ekspedisi), seperti masalah telat atau rusak. Namun hal ini jarang dan hampir tak pernah terjadi.

Salah satu alasan diperlukannya peranan marketing dari Book Advisor ini antara lain karena produk-produk referensi edukatif yang diterbitkan oleh MDS memerlukan presentasi dan pemberian pemahaman konsep secara langsung kepada konsumen. Produknya ada yang berbentuk buku, permainan edukatif, dan multimedia. Buku-buku yang diterbitkan dikemas dalam format box-set eksklusif dengan tujuan agar tahan lama dan dapat menjadi bahan referensi sepanjang masa. Selain buku, dilengkapi pula dengan sejumlah permainan seperti board-game, boneka-tangan, flash-card, e-pen (perangkat membaca buku yang bisa mengeluarkan suara), serta buku yang terhubung dengan aplikasi dalam tablet. Produk-produk tersebut berkonsep besar Life Long Learning  (Pembelajaran Sepanjang Masa), sebagai bahan referensi pendidikan bagi keluarga muslim. Mulai dari produk untuk Balita (Halo Balita, dan WOW Amazing Series), untuk usia sekolah dasar sampai menengah (Ensiklopedi Bocah Muslim, Confidence in Science, Seri Dunia Binatang), dan referensi untuk keluarga (Nabiku Idolaku, dan Ensiklopedi Muhammad).
Box-set Seri Dunia Binatang, produk baru yang dilaunching saat anniversary 10th Halo Balita (credit: Pustaka Pelangi)
Di antara beragam produk tersebut, Halo Balita paling laris. Halo Balita dihadirkan untuk menemani perkembangan anak di masa keemasannya pada usia dini (0-8 tahun). Periode ketika anak belajar dengan seluruh panca inderanya, dan secara bertahap mendapatkan pelajaran Fisikal (kordinasi motorik halus dan kasar), Intelektual (daya pikIr, daya cipta), Kecerdasan Emosi (sikap dan perilaku), Bahasa & Kecerdasan Spiritual (Agama). Menjawab kebutuhan tersebut, paket Halo Balita disusun dan dibagi dalam 3 tema utama, yakni Value/Akhlak, Self-help/Kemandirian, dan Spiritual/Agama. Paket Halo Balita terdiri atas 25 buku cerita untuk anak (sesuai pembagian tema tersebut), 3 Boneka Tangan, buku Panduan Orangtua, dan 1 jilid Hello Kids berisi kisah dalam buku utama dalam versi Bahasa Inggris. Pertama kali diterbitkan tahun 2005, kini Halo Balita sudah berusia 10 tahun. Mengiringi event Annual Meeting Motherpreneur ini, anniversary Halo Balita dirayakan dengan launching produk Seri Dunia Binatang.

Sebagai penutup acara, sebanyak 20 orang Book Advisor berprestasi diberikan reward jalan-jalan gratis ke Singapura. Tahun depan, reward yang ditawarkan tak kalah menggiurkan. Jalan-jalan ke Korea Selatan! Wah, siapa yang tak tergiur? Hal ini tentunya menjadi tambahan pemicu semangat bagi para motherpreneur MDS. Semoga semangat terus dan sukses ya...

*Baca posting terkait: Sharing Inspiratif di Gala Dinner MDS

Komentar

  1. pendapatannya menggiurkan ya maak..*lap ences..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe, tentunya. Apalagi kalau dibilang ini bisnis sampingan :D

      Hapus
  2. benar2 menggiurkan....#lap iler dulu :)

    BalasHapus
  3. Saya sih kurang minat sama jualan :p padahal penghasilannya keren ya itu :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sebelas dua belas deh sama aku, Mak. :)

      Hapus
  4. Apa yang dikerjakan serius pasti akan menghasilkan yang maksimal ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, Mak. Kuncinya harus fokus ya... :)

      Hapus
  5. Hihi.. sy blm nulis yg ini Mak..... mudah2an bs secepatnya kelelep pr lain... * salah sendiri dibikin 3 tulisan hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, habisnya semua rangkaian acaranya menarik untuk diceritaka, kalau disatukan kurang mungkin ya, kepanjangan ntar postingnya. Semoga cepat kelar ya :).

      Hapus
  6. Buatku kok rada mirip MLM ya? :D Tapi emang strategi pemasarannya menarik sih. Semoga bisa menumbuhkan minat baca masyarakat juga ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. memang pake perekrutan gitu. Iya, semoga menumbuhsuburkan minat baca di keluarga ya :)

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Novel Milea: Suara dari Dilan

Yuk, Berkunjung ke 5 Tempat Wisata Malam di Surabaya Ini

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon