Menularkan Virus Baca dengan Cara Sederhana

Menularkan Virus Baca dengan Cara Sederhana

Buku adalah keajaiban
Aku adalah seorang yang mengaku cinta buku. Tak hanya suka membacanya saja, melainkan punya kesukaan pula untuk memiliki koleksi buku. Istilahnya, bibliophile. Dari manakah muasalnya kecintaanku akan bacaan ini, aku tak begitu yakin. Aku bukanlah orang yang sejak kecil dibacakan dongeng sebelum tidur, tidak pula dibelikan buku-buku cerita anak-anak. Di desaku, sepertinya belum banyak orang yang suka mengoleksi buku. Gak ada toko buku. Kalaupun ada, paling buku tulis, buku pelajaran, & buku-buku terbitan percetakan tak terkenal yang terbatas sekali stok dan ragamnya. Meski begitu, masa kecilku bukannya tak akrab dengan cerita. Konsumsi dongeng atau cerita biasanya kuperoleh lewat lisan, entah itu dari rumah, sekolah, TPA, atau dongeng dari radio. Kalau ditanya apa buku masa kecil yang paling berkesan, aku kurang tahu jawabannya. Seingatku, dulu aku tak punya buku anak sama sekali. Dongeng-dongeng HC Andersen, buku-buku Enyd Blyton, dan buku-buku klasik lainnya baru kukenal setelah aku dewasa dan tinggal merantau di kota. Buku pertama yang kubeli khusus nitip dari kota kabupaten adalah buku soal-soal persiapan EBTANAS SD & buku saku UUD 1945 :D.

Tak mengherankan jika aku sering bilang, aku adalah pembaca buku yang telat. Karena latar belakang itu pula, aku lebih sering tergoda hunting buku-buku lama & klasik dibandingkan buku baru. Meski tidak mengenal asyiknya buku-buku masa kecil, sejak kecil aku sudah merasa tertarik dan suka membaca. Ini dibuktikan dengan lahapnya aku membaca apa yang ada tersedia. Dulu alm. ibuku langganan tabloid Nova, maka aku kecilpun jadi pembaca setia Nova (yang notabene pasar pembacanya untuk ibu-ibu). Selain tabloid Nova, tak ada bacaan lain. Bapakku tak langganan koran apapun, sukanya baca kitab-kitab kuning saja :D.
Meski demikian, aku sempat kenal & baca-baca juga majalah Bobo & cerita Paman Gober & Donal Duck. Beruntunglah sepupuku ada yang suka dibelikan itu oleh ortunya yang suka belanja ke kota. Dapat dibayangkan bagaimana aku begitu suka membacanya, sebab isinya cerita dan itu sesuai untuk anak-anak. Kini, aku beranjak menjadi orang yang sama sekali berbeda. Sedikit-demi sedikit buku-buku milik sendiri mulai menumpuk di kardus-kardus.

Lalu, apa yang sudah kulakukan untuk membagi pengalaman asyiknya membaca buku? Saat ini barangkali aku belum punya suatu prestasi yang patut dirayakan dalam rangka menebar virus cinta baca, selayaknya kawan-kawan lain yang sudah dapat menjadi relawan hibah buku atau pembangun perpustakaan/taman bacaan. Akan tetapi, sudah barang tentu aku berusaha menularkan kecintaan membaca kepada keluarga terdekat & teman-teman. Bahkan untuk meluaskannya kepada lingkup masyarakat, aku masih terus memendam & memupuk cita-cita itu. Dulu aku pernah curhat tentang bagaimana sedihnya aku merasa menjadi alien di tengah-tengah lingkungan keluarga & masyarakat di desa yang tingkat kecintaan bacanya masih sangat kurang. Di postingan lama berjudul "Virus Gila dari Sebuah Benda Mewah yang Wah", selain curhat, kuutarakan pula cita-cita & harapanku untuk dapat membangun sebuah iklim cinta baca di desa yang ingin kumulai dari koleksi bukuku sendiri. *Biar kubangun planet buku biar gak jadi alien :p.
Biar saja dianggap alien. Toh aliennya gak jelek. Bacalah buku, nanti tambah cantik/ganteng :D

Jika aku agak pelit berdonasi buku, barangkali memang egois, namun dibalik itu tak hanya ada ambisi pribadi untuk koleksi, melainkan ada pula niat untuk kelak memiliki perpustakaan keluarga. Ini semacam balas dendam atas masa kecilku yang kekurangan nutrisi buku :D. Darinya aku ingin menularkan semangat & cinta baca buat anak-cucuku kelak. Bahkan cita-citaku lebih dari itu, ingin membuatnya taman bacaan yang manfaatnya bisa pula dinikmati oleh lingkungan sekitar. Mengenai harapanku ini, pernah pula kuposting sebagai salah satu dari 3 impianku yang paling menggebu. Inginnya sih bisa seperti Mas Gola Gong dengan Rumah Dunia-nya di Banten sana. Amiin... (Aminin dong... ).

Tadi itu adalah harapan yang akan kuwujudkan. Adapun hal-hal yang sudah kulakukan untuk menebar cinta baca kepada orang lain ya sederhana saja, di antaranya adalah:

- Mengoleksi buku. Memang untuk diri sendiri, namun dengan itu menciptakan iklim baca yang menular buat orang-orang terdekat. Kan bukunya bisa turut dibaca oleh adik-adik dan teman atau keluarga yang lain (masih sedikit keluargaku yang senang baca buku :().

- Memberikan kado atau hadiah buku buat adik atau teman. Aku adalah orang yang suka bingung kalau ada orang dekat berulang tahun. Paling pede ya kasih aja buku. Manfaatnya berjangka panjang. Kan bisa disesuaikan dengan orang yang kita hadiahi. Contohnya aku suka hadiahi adik yang masih remaja dengan buku-buku cerita anak & teenlit. Pernah juga aku menghadiahi teman yang menikah dengan buku bertema pernikahan.

- Meminjamkan koleksi buku buat khalayak umum. Sewaktu kuliah, aku mulai punya sedikit koleksi buku. Kebetulan waktu itu ada teman punya taman bacaan yang membuka kesempatan bekerja sama untuk titip buku. Uniknya, setiap ada yang pinjam buku kita, kita kebagian dapat persenan (revenue sharing gitu). Hasilnya tak seberapa. Namun bukan itu tujuan utamanya. Asyiknya, buku kita bisa bermanfaat & dibaca orang lain, sekalian dapat receh.
Nggak enaknya bukuku jadi ada cap taman baca tersebut. Sayangnya taman baca tersebut kemudian pindah lokasi. Berakhirlah kontrak kerja sama kecil-kecilan itu. Sekarang, aku sangat menginginkan bisa titip buku di taman baca lagi. Sayang, belum mendengar ada yang mau. Tak harus revenue sharing juga tak mengapa, sebab aku hanya ingin bukuku tak bertumpuk begitu saja & berdebu menunggu aku punya perpustakaan sendiri. Lagipula laju penumpukkan bukuku yang kurang terkendali saat ini semakin mempersempit kamar kostku @_@'. Jika ada sebuah komunitas/taman baca di Bandung yang mau menampung bukuku (dengan catatan nitip saja, bukan didonasikan ya! :D) aku akan dengan senang hati berpartisipasi :). Oh iya, sewaktu aku tinggal di Bekasi kemarin, aku juga memboyong sebagian koleksi bukuku untuk ditaruh di sekolah tempatku mengajar. Jadi  rekan-rekan pengajar & siswa bisa numpang baca juga.

- Menulis di blog apa saja tentang buku. Tak hanya review buku, melainkan juga aku senang curhat apa saja tentang buku, juga tentang event-event terkait buku. Siapa tahu ada pembaca yang "terkompori" alias tertulari jadi ingin nyicipi serunya baca buku juga.

- Aku belum pernah mengadakan GA blog. Seandainya aku membuat GA, hadiahnya bakal ada berupa buku. Biar lebih banyak yang punya dan baca buku.

Saat ini sih aku memang masih sibuk memperkaya diri dengan buku. Kantong kering bukan masalah untuk mendapatkan akses terhadap buku. Asalkan sudah cinta, mau lari kemana tetap bisa dikejar, hehe. Memang benar, sekarang ini buku-buku semakin mahal. Tapi banyak cara & trik untuk menjangkau buku. Aku sekalian share aja tips mendapatkan buku gratis atau sesuai jangkauan kantong ya... Ini tips-tipsnya:

- Kalau punya sosmed, manfaatkan untuk berburu buku gratis. Sekarang ini banyak kuis-kuis atau lomba/giveaway berhadiah buku. Follow sosmed para penerbit. Sebagian besar sering ngadain kuis berkala lho... Follow juga para pekuis buku (contohnya aku, hihi... :D).

- Kalau punya blog, makin bagus lagi. Ikutlah giveaway para blogger. Banyak yang hadiahnya buku. Sekalian dapat ide menulis & mengasah kreativitas tulisan kita. Jadi manfaatnya plus-plus. Dapat info dari mana? Kalau kamu blogger, ikutlah komunitas blogger. Orang ngadain GA blog selalu berseliweran infonya di sana. Kalau mau, follow juga para blogger buku. Biasanya mereka suka bikin rame-ramean event GA buku.
Salah satu hadiah buku berkah lomba blog

- Bikin akun di Goodreads (sosmed-nya para pembaca buku). Selalu ada giveaway yang syaratnya cuma klik ikutan & setor alamat rumah buat kirimin bukunya kalau menang. Giveaway ini buat first reader, artinya buku-buku baru yang baru keluar dari oven (bahkan belum dilaunching), digratisin buat yang beruntung untuk bisa baca duluan. Aku pernah dapat paket dari UK lho... Itu karena beruntung dapat buku luar negeri (udah 2x). Yang buku lokal malah belum pernah beruntung dapet.

- Mau beli buku berharga miring? Cari tahulah info toko buku atau loakan terdekat yang rajin ngasih diskon atau obral buku. Tiap ada momen spesial macam akhir tahun kemarin, toko-toko buku online juga banyak yang diskon besar-besaran. Bisa juga cari buku second, kalau mau. Para blogger buku juga suka ada yang sering jual buku pake sale gede lho. Atau bisa juga hunting buku murah di pameran buku.
Buku bagaikan magnet bagiku

- Kalau mau sekadar numpang baca gratis (tidak memiliki), mainlah ke perpustakaan terdekat. Pinjam atau numpang baca disana aja. Bisa juga pinjam ke teman yang punya (syarat: minjamnya jangan kelamaan, bukunya dijaga jangan sampai bukunya dipinjam dalam keadaan prima, kembali dalam keadaan lusuh, ntar kapok dia minjeminnya *pengalaman pribadi).

- Ikutan event-event "berbau" buku. Misalnya bedah buku, launching buku, atau event-event lain yang diadakan oleh komunitas literasi atau disponsori oleh penerbit. Ada banyak doorprize yang berupa buku.

- Download ebook gratis. Cari di Mbah google. Bisa juga main ke situs-situs khusus macam guttenberg. Dulu aku sempat jadi free ebook hunter, waktu kuliah, gara-gara gak punya budget buat beli buku. Maka nekatlah aku, baca di komputer. Hehe, baca ebook-nya bukan karena punya kindle reader atau gadget canggih inimah, melainkan karena gak punya uang jajan buku :D. Berkat adanya ebook gratisan itulah, aku bisa mencicipi kisah-kisah Sherlock Holmes, Harry Potter, juga buku-bukunya Dan Brown (kalau beli bukunya yang tebal-tebal, harganya ratusan ribu :D). Juga bisa punya & baca buku-buku teks & referensi untuk kuliah. Sekarang pun aku masih suka hunting ebook gratis (biasanya nyari judul-judul klasik yang sudah habis masa copyright-nya di database guttenberg atau di wattpad). Meski sudah jarang baca ebook di komputer, ebook masih berguna buat dibaca di hp. Lumayan kalau lagi ngangkot atau nunggu, terus gak bawa buku, daripada bete mending baca ebook di hp :).

- Kalau masih gak kesampaian juga pengen buku idaman, nabung aja. Misalnya kayak aku, ikutan nabung receh untuk buku.

Segitu dulu aja cerita & tips-tipsnya. Nanti kalau ada lagi, ditambahin lagi :). Karena membaca buku itu asyik, bermanfaat, buat diri sendiri, lingkungan, juga buat bangsa... Serius!
***

"Setiap kali membuka sebuah buku, aku akan bisa memandang sepetak langit. Dan jika membaca sebuah kalimat baru, aku akan sedikit lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca akan membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas." -Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, hlm. 238.

“Artikel ini diikutsertakan dalam Giveaway Bingkisan Cinta Baca

Komentar

  1. Terimakasih atas partisipasinya. Telah dicatat sebagai peserta :)
    jgn lupa follow blog vitobuku.blogspot.com :)

    BalasHapus
  2. Sama-sama. Terima kasih juga sudah mengadakan GA ini. Dulu-dulu aku merasa sendirian & gak ada yg baca kalau nulis cerita pribadi tentang kesukaan baca buku. So, thanks... Dan aku sudah follow kok blognya Vito Buku :).
    Gara-gara tema GA-nya, "aku banget", berkali-kali edit postingan nih, keingetan ada yg belum & ingin dibagiin aja... :D

    BalasHapus
  3. Saya Aminkan juga mimpinya yah. Masa kecil yang kurang lebih sama. Tak ada koleksi buku masa kecil kecuali buku pelajaran. Koleksi buku itu ada saat saya mampu membeli buku. Itu pun dari tabungan uang jajan. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ehehe... Senasib ya Mbak... Terima kasih sudah diaminkan :)

      Hapus
  4. Pernah bikin akun goodreads di facebook, tapi udah lamaaa banget ga ditengok. Baca ini jadi pengen nengokin GR :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengokin aja, Mak... Siapa tahu dapat sesuatu :D. Aku juga sebenarnya bukan "aktivis" GR yg rajin bersuara di diskusi grup2nya, hanya jadi silent reader :D. Tapi rajin kalau update bacaan & nge-rating buku yg dibaca.

      Hapus
  5. enak yang baca buku dibawah rindang nya pohon apalgi cuacanya mendukung amat, tempatnya bersih sambil nyemil..duh itu berasa nggak ingat waktu deh hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Pengen mah suasana seperti itu ada di belakang rumah, misalnya. Jadi gak usah jauh2 & ribet kalu tiba2 hujan :D

      Hapus
  6. wow,inspiratif sekali mbak...perjuangan banget ya untuk bisa baca buku,mulai dari ebook sampai beli....keren^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dari pengalaman sampai "segitunya" (baca buku2 tebal versi ebook yg jumlah halamannya 500++) itulah aku jadi merenungkan tentang apa yg sering orang bilang: Kalau sudah cinta, suka & mau banget, ada aja jalannya utk sampai sana. "Dimana ada kemauan di situ kita bikin jalan", kata Ust. Amri mah :D

      Hapus
  7. Tipsnya menarik sekali: Bacalah buku, nanti tambah cantik/ganteng :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahaha... Gampang ya, tipsnya. Itu tips iklan :D

      Hapus
  8. Receh untuk buku, boleh jg itu mak, bisa daku tiru. Soalnya kalau di rmh recehnya buat jajan atau pengamen. Makasih atas sharingnya ya mak, sukses yak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sip... Sip... Selamat mencoba... Amiin... Terima kasih banyak :)

      Hapus
  9. Saya sebenarnya juga suka membaca namun saya tidak mempunyai koleksi buku. Seringnya berpindah-pindah kota membuat saya tidak melakukan koleksi itu. Namun saat ini kita sudah bisa setiap saat membaca karena banyaknya media online yang menulis berbagai artikel

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau aku sih, biarpun ribet kemana2 masih suka bawa buku dlm tas. Dimana pun tinggal, tetap aja lama2 ada tumpukan buku di kamar. Memang jadi pusing sih boyong koleksinya kalau pindah.
      Meski sekarang era digital, kukira aku masih termasuk golongan pembaca yang suka baca buku berwujud buku. Bagiku, membaca buku itu berbeda dengan sekadar membaca yg lain (artikel, status, twit..). *Tetap selalu merasa ada yg kurang kalau gak ada baca buku :D

      Hapus
  10. toss, ah. Kita sama-sama suka baca buku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Toss deh. Bersyukurlah aku ketemu orang2 dari planet yg sama, meski di dunia maya *Gak berasa alien lg :D

      Hapus
  11. nampaknya mbak Euisry Noor berwawasan luas nih. Bacaannya ajib .Mantap mbak.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Euh... Justru karena wawasan saya sangat kurang, maka seperti orang yg kelaparan sama bacaan :D. Aku sih berharap orang-orang tak lagi sok tahu sehingga gak ada penasaran apa-apa sama buku :D

      Hapus
  12. Ini ada satu giveaway berhadiah buku. Monggo ikutan bagi yang pengen dapat buku gratisan :) http://bintangpamungkas.blogspot.com/2014/12/birthday-give-away_85.html?m=0

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah, ini ada lagi GA berhadiah buku :D. Thanks infonya, Mbak.

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Sajak Melankolis