Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2015

Launching Buku #Tetot Pak Ridwan Kamil

Gambar
Tetot... Tetoot.. Tetooottt... Apa yang terlintas ketika mendengar kata 'Tetot'? Kalau aku, langsung teringat suara mamang-mamang penjual balon atau es kemong lewat... Hehe... Terus, inget juga bunyi bel di kuis-kuis kalau peserta salah menjawab pertanyaan. Tapi akhir-akhir ini "tetot" menjadi ikon yang lain lagi, terutama ketika si tetot-nya memakai tagar. Hashtag #Tetot menjadi booming ketika ini dipakai oleh Pak Ridwan Kamil di sosmednya, terutama pas awal-awal beliau menjabat Walikota Bandung. Masih ingat twitwar yang heboh di jagad online gegara twit-twit provokatif F**h*t Ab**s mencemooh langkah-langkah yang digagas Ridwan Kamil (RK) dengan program Bandung Juaranya? Ahaha... Aku sampai geleng-geleng kepala, entah karena konyolnya keripik pedas yang konon berbumbu sotoy itu, entah karena ajib & kocaknya balasan twit Pak RK yang menyanggahnya dengan hashtag #Tetot bernomor, sampai mesin #Tetot pun rusak. Wkwkwk...
Ada-ada saja. Menyimak sosmednya Si Bapak no…

Meriah & Seru Arisan Ilmu + #K3BSauyunan

Gambar
This is maybe a late post. But I keep thinking that I should write this anyway. Kenangan momen seru dan bermakna yang tak setiap waktu adanya bakal sayang kalau tak direkam lewat tulisan. Acara seperti ini cuma ada setidaknya satu tahun sekali bahkan. Masih lekat di ingatan ketika suatu hari minggu yang cerah di suatu titik di kawasan Jl. Dago, Bandung, mendadak semuanya serba merah, dan meriah. Aku berangkat kesana dengan suatu "wejangan" melekat di kepala yang sudah diwanti-wanti sejak hari-hari sebelumnya. Aku harus berpakaian dress code merah. Aku perlu membawa sebuah kado yang isinya suatu barang dengan kisaran harga 10ribu-20ribu rupiah. Aku juga perlu membawa bekal makanan camilan. Setelah semuanya siap, ke Grapari Digilife Dago-lah aku menuju.
Tadaaa... Disana aku disambut oleh Emak-emak dari Bandung yang menjadi panitia acara. Ini pertama kalinya aku berjumpa dengan emak-emak blogger yang tergabung dalam komunitas KEB secara "live" di dunia nyata alias kop…

Kado Terindah dari Masa Depan & Masa Lalu

Gambar
Bagaimana rasanya jika kau mendapatkan sebuah hadiah yang berupa sesuatu yang kauidamkan? Happy, tentunya, dan excited... Akupun sempat mengalami hal itu. Senangnya bukan kepalang... Padahal sesuatu yang diidamkan tersebut bukan sesuatu yang besar ataupun mahal. Memang benar apa yang sering dibilang orang: bahagia itu sederhana. Kita bisa menabung kebahagiaan dengan hal-hal kecil namun bermakna. Suatu hal yang mungkin sepele untuk seseorang, belum tentu disepelekan oleh orang lainnya. Pemaknaan masing-masing yang membedakannya.

Sebuah pemberian kecil bisa berarti besar asalkan pemberian itu dapat menyentuh hati orang yang kita beri. Banyak alasan mengapa sebuah kado kecil bisa begitu berkesan buat si penerima. Mengenai ini, mengenang kado-kado apa saja yang pernah kuterima dari orang lain, tentunya banyak dan beragam ya. Bukan karena aku biasa merayakan banyak momen seperti ulang tahun & lain-lain. Justru kalau itu itungannya, aku malah jarang-jarang menerima kado seperti itu, m…

Kado Impian

Gambar
Semenjak aku rajin ngikutin komunitas blogger, kalau dipikir-pikir lagi sudah banyak juga ya aku menulis tentang hal-hal yang menjadi impian pribadi. Jauh berbeda dengan dulu sebelum itu. Dulu-dulu aku jarang-jarang sharing tentang itu. Banyaknya GA bertema impian disinyalir menjadi salah satu faktornya. Plus kunjungan blog walking dari para kawan blogger yang berbaik hati meninggalkan jejaknya di kolom komentar & sering turut mendoakan dan mengaminkan, membuat aku senang juga menuliskan hal-hal impian. Meski barangkali sebagian di antaranya tampak dreamy banget untuk ukuran sekarang, toh aku gak begitu peduli. Menuliskan mimpi ternyata asyik, karena tak hanya gratis, tetapi juga diaminkan oleh orang lain. Belum menghitung kemungkinan bahwa semesta akan berkonspirasi untuk turut mewujudkan *Ngutip Paulo Coelho (lagi).
Iya sih, impian muluk kalau gak dikejar juga susah untuk terwujud. But at least, kalaupun misalnya kita kebanyakan impian, sementara saat ini cuma sedang berada di…

Menularkan Virus Baca dengan Cara Sederhana

Gambar
Menularkan Virus Baca dengan Cara Sederhana

Aku adalah seorang yang mengaku cinta buku. Tak hanya suka membacanya saja, melainkan punya kesukaan pula untuk memiliki koleksi buku. Istilahnya, bibliophile. Dari manakah muasalnya kecintaanku akan bacaan ini, aku tak begitu yakin. Aku bukanlah orang yang sejak kecil dibacakan dongeng sebelum tidur, tidak pula dibelikan buku-buku cerita anak-anak. Di desaku, sepertinya belum banyak orang yang suka mengoleksi buku. Gak ada toko buku. Kalaupun ada, paling buku tulis, buku pelajaran, & buku-buku terbitan percetakan tak terkenal yang terbatas sekali stok dan ragamnya. Meski begitu, masa kecilku bukannya tak akrab dengan cerita. Konsumsi dongeng atau cerita biasanya kuperoleh lewat lisan, entah itu dari rumah, sekolah, TPA, atau dongeng dari radio. Kalau ditanya apa buku masa kecil yang paling berkesan, aku kurang tahu jawabannya. Seingatku, dulu aku tak punya buku anak sama sekali. Dongeng-dongeng HC Andersen, buku-buku Enyd Blyton, dan bu…

Berguru kepada Emak-emak KEB

Gambar
Selamat ulang tahun yang ke-3, KEB... :)

Aku yakin, momen spesial buat komunitas Kumpulan Emak-emak Blogger yang menginjak usia ke-3 ini bakal tak hanya spesial, melainkan juga meriah. Ada pesta? Ada dong... Namanya komunitas blogger, pestanya pesta blogging :D. Terhitung dari tanggal 14-15 Januari 2015 ini para member KEB berpesta posting serentak buat memeriahkan HUT KEB ini. Tak cuma meriah secara online, secara offline juga bakal ada acara yang Insya Allah bakal seru. Sudah sejak beberapa waktu lalu timeline grup fb KEB sudah heboh saja dengan woro-woro #KEBSauyunan. Sebuah agenda kebersamaan KEB yang judulnya sunda banget, karena mengiringi event kopdar binti sillaturrahim yang kali ini bertempat di Bandung. Asyiik... ^_^. Nama acaranya pun khas emak-emak, yakni Arisan Ilmu. Tapi tentu saja ini arisan spesial, karena Insya Allah disini bakal ada sharing ilmu dari emak blogger yang sudah malang-melintang di dunia blogging.

Sementara KEB sudah berusia 3 tahun, aku baru gabung KEB d…

Madre: ibu Kehidupan

Gambar
Madre: Kumpulan Cerita by Dee

My rating: 4 of 5 stars


Membaca Madre meninggalkan kesan yang mirip seperti membaca Filosofi Kopi dulu buatku. Madre, seperti Filosofi Kopi di mataku adalah karya-karya Dee yang menebar pesona tersendiri. Sama-sama filosofis, juga berbau kuliner, meski menurutku Madre ini setingkat lebih filosofis dibanding Filosofi Kopi. Dan kesan yang mirip lainnya adalah, keduanya sama-sama berupa kumpulan prosa karya Dee dari rentang beberapa tahun, dan dari beberapa karya itu hanya kisah berjudul Madre dan Filosofi Kopi sendiri yang tampak kemilau di antara yang lain. Aku jadi berandai-andai kalau Dee suatu hari nulis buku yang isinya berupa kumpulan cerpen yang mengambil tema benda-benda yang tampak sederhana namun digali sisi filosofisnya selayaknya biang roti dalam Madre ini.

Sinopsis (dikutip dari Goodreads): “Apa rasanya jika sejarah kita berubah dalam sehari?
Darah saya mendadak seperempatTionghoa,

Resolusi Receh?

Gambar
Sering orang memandang uang receh dengan sebelah mata. Mungkin karena jumlahnya kecil kali ya, suka dianggap sepele, meski sebenarnya itu mata uang juga yang berlaku. Sering lihat receh koin tergeletak di jalan, tapi tak ada yang heboh tuh kalau menemukan :D. Bahkan pengamen pun sekarang ini udah pasang tarif aja, "seribu, 2 ribu...". Aku bahkan punya pengalaman buruk (trauma), sekarang gak berani ngasih recehan kurang dari Rp.500, takut dianggap menghina. Padahal bagiku sendiri, yang suka naik angkutan umum, receh itu berharga. Siapa pun tahu, sesuatu yang sedikit, kalau dikumpulkan lama-lama bisa jadi bukit. Yah, tak perlu sampai jadi bukit receh juga, minimal yang terkumpul itu bisa jadi menyamai harga sesuatu yang dibutuhkan atau diinginkan.
Mengingat flashback beberapa tahun ke belakang, betapa menakjubkan ternyata apa yang dapat dilakukan oleh recehan. Masih ingat gerakan "koin untuk Prita?" Menakjubkan. Receh, kalau dikumpulkan bisa berguna buat tabungan pr…

Emak Ingin Naik Haji: Cinta Hingga Tanah Suci

Gambar
Mak  ingin kubawa kau pada rumah mimpimu   yang dari dalamnya terpancar keindahan Ilahi  dan berjuta tanda kebesaran-Nya 
Tapi Mak  tanganku terlalu lemah dan daya yang kupunya  seperti hembusan angin melintas celah batu karang 
Mak rumah mimpimu entah kapan kupersembahkan tapi ia selalu ada dalam doaku ***
Emak Ingin Naik Haji by Asma Nadia
My rating: 3 of 5 stars

Membaca buku ini membuatku bernostalgia. Mengingatkanku saat dulu semasih SMA & kuliah senang banget baca fiksi-fiksi Islami yang saat itu sedang booming-boomingnya. Sudah lama tak membaca buku-buku Asma Nadia. Dan saya tetap suka. Cerpen-cerpen Asma Nadia di buku ini banyak mengangkat wacana realita sosial masyarakat, dibalut dengan tema cinta yang tak habis-habisnya mengalirkan guliran cerita. Cerpen-cerpen yang tersaji di buku ini menghadirkan kisah-kisah cinta yang menyentuh. Entah itu tentang cinta antara ibu-anak sebagaimana dalam cerpen "Emak Ingin Naik Haji", "Laki-laki yang Menyisir Rindu", dan "…

Laporan Tantangan Baca 2014

Gambar
Meski bukan blog khusus buku, sudah rutin bagiku untuk posting di awal tahun mengenai laporan target baca tahunan. Sejak ada Reading Challenge dari goodreads di tahun 2011, aku antusias turut serta membuat target baca tiap tahun, dan tak lupa merekam tanggal tiap kali selesai menamatkan baca buku (meski tanggalnya tak selalu akurat, kalau kebetulan lupa, tapi bulan & tahunnya Insya Allah akurat). Biasanya aku perlu meninjau hasil akhir target baca tahunan ini dalam rangka persiapan & pertimbangan untuk membuat goal Reading Challenge selanjutnya.
So, ini dia laporan Reading Challenge 2014-ku. Semua gambar yang aku crop & tempel sana-sini murni dari rekaman jejak bacaku di Goodreads ya... This is my year in books: Dan apakah capaian bacanya sudah sesuai target?