Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2014

Wishful Wednesday #13

Gambar
Wishful Wednesday terakhir tahun ini, aku sedang tertarik dengan 2 di antara banyak buku menarik lain yang berseliweran. Seandainya buku ini jadi kado di akhir atau awal tahun, rasanya bakal jadi kejutan yang manis deh :).
Buku pertama adalah Happily Ever After, karya Winna Efendi. Aku tahu, Winna Efendi tampaknya penulis yang cukup terkenal di kalangan para pembaca Indonesia. Sayangnya, aku belum pernah sekalipun membaca karyanya. Sepertinya kebanyakan genrenya romance sih ya, ehm, biasanya aku menunda melirik genre ini jika banyak yang lain yang lebih membuatku penasaran (kecuali romance klasik). Nah, aku merasa Happily Ever After bakal cocok jadi perkenalan awalku dengan karya Winna Efendi.

Episode Hujan, Puisi, & Cerita-cerita Alakadarnya

Gambar
Banyak sudah aku menorehkan kata-kata beraroma hujan. Aku kerap kali meminjamnya entah untuk analogi, metafor, sekadar numpang puitis, atau sekadar membincangkannya sebagai tema celoteh biasa. Aku tak tahu ada apa dengan hujan, hingga ia demikian favorit sebagai model lukisan yang membingkai makna dalam goresan puisi, atau model yang lenggak-lenggok cantik di bibir para penyair. Bahwa hujan sejatinya memang puitis, aku percaya itu. *Dan apakah yang puitis dari seramnya gemuruh guntur, atau badai, juga banjir yang dikirim bersama hujan? Kukira, bagiku puitis itu tak sama dengan sekadar romantis. Seperti cinta. Ia begitu misterius, magis, menyimpan teka-teki, kenangan, ketakutan, kerinduan, kesedihan, dan melahirkan banyak ragam cerita. 

Episode hujan telah membingkai banyak cerita dengan beragam rasa. Aku sampai kesulitan mau menuliskan yang mana, mulai dari mana. Ada kenangan sedih, gembira, nano-nano, atau pengalaman biasa-biasa. Episode hujan yang paling familiar barangkali sekadar …

Wishful Wednesday #12

Gambar
Aku lebih excited posting Wishful Wednesday kali ini karena... Ada giveawaynya.. Yeay! Kalau ditanya buku apa yang lagi dipengenin banget aku jadi bingung... Karena WW ini kan berpotensi dikabulkan oleh Mbak Astrid (kalau kepilih tuh juga), yang bikin pusing milih-milih bukunya, yang mana aja biar total harganya kurang dari Rp.100 ribu. Daripada dapat 1 buku aku masih milih lebih dari 1, hehe... Sebenarnya buku-buku yang sudah kusebutin di WW sebelum-sebelumnya juga mayoritas belum terkabul, dan itu masih diinginkan banget sampai sekarang. Tapi takutnya ga enak kalau double post ya... Ya udah aku menoleh ke deretan wishlist yang lainnya aja deh. Jadi setelah ngubek liat harga buku2 di toko buku online, aku memutuskan ada 3 buku yang ingin dikabulkan kali ini. Oh iya, aku pakai harga yang dari bukabuku.com ya, soalnya lebih murah dari yang lain, mungkin karena lagi diskon christmas & akhir tahun.

Sosok Ibu Lain di Tempat Asing

Gambar
Hari Ibu. Tiap 22 Desember tiba biasanya aku galau begitu rupa. Di sana-sini (terutama sosmed) senantiasa gegap-gempita dengan berbagai ucapan & event istimewa bertema sama. Aku biasanya galau karena rasa greget yang mengemuka. Greget karena aku merasa tak berdaya. Tak berdaya karena rindu pada ibuku yang sudah tiada, juga karena kehilangan kata-kata meski betapa inginnya aku menuliskan sesuatu yang istimewa. Greget karena aku juga ingin seperti mereka, yang bisa mengungkapkan cinta atau sekadar taburan kata-kata buat ibu tercinta. Saat aku ingin menulis puisi pun, biasanya kata-kata mendadak sirna dari benakku. Saat puisi itu menjelma sekalipun, biasanya aku tak puas sebab mendadak semua yang kutulis menjadi klise, tak sanggup mengungkapkan apa-apa. 
Ah, bukankah semua ini sudah kutulis setahun lalu, saat aku memutuskan untuk menuliskan sesuatu yang berbeda, bukan puisi melainkan sebuah tulisan ringan tentang hal-hal berkesan nan fun tentang ibuku? Setahun lalu aku menuliskan ke…

Berbagi Resolusi di Kontes HSO & My Resolution

Gambar
2015 tinggal menghitung hari. Pastinya kawan-kawan pembaca sudah menyusun jauh-jauh hari resolusi apa saja yang ingin dilakukan di tahun 2015 nanti? Kalau belum, mari segera pikirkan, susun, & catat sekarang. Orang bilang, mimpi itu bukan cuma angan-angan yang dibayangkan. Tuliskan sekarang, agar kita bisa melangkah dengan rencana untuk mencapainya. Dengan begitu kita bisa melangkah memasuki tahun baru dengan semangat baru. Asyiknya sih membuat misi pribadi tentang hal-hal yang mungkin sederhana, tapi bisa memacu semangat, membuat kita lebih sehat, hemat, pokonya bermanfaat... Barangkali ada yang masih nyari-nyari ide unik apa saja hal baru yang ingin dilakukan di tahun yang baru, ada baiknya jawab dulu 12 pertanyaan penting sebelum menyusun resolusi 2015.

Ngomong-ngomong tentang resolusi, ini ada kontes yang menarik dari Happy Soya Oil di Clozette Indonesia. Di kontes ini, dengan berbagi resolusi lewat foto, peserta berkesempatan mendapatkan hadiah utama berupa tas fossil senil…

Yang Tak Terkatakan Di Balik Postingan

Gambar
Desember sudah lewat pertengahan. Pergantian tahun kembali menjelang. Sembari merencanakan 2015 mendatang, perlu pula kiranya menengok sejenak ke belakang, meninjau hal-hal yang sudah silam. Tak terkecuali pada hal-hal yang telah tertuliskan. Tertarik ikut serta GASelf-Reflection: Tengok-tengok Blog Sendiri, kutelusuri postingan-postinganku di tahun 2014 ini. Agak sulit menentukan mana yang paling berkesan, masing-masing punya cerita (the untold story) sendiri-sendiri. Namun kuputuskan memilih 1 postingan yang alasan utamanya lebih ke the untold stories, cerita-cerita yang tak terkatakan di balik yang terkatakan.
Postingan yang kupilih untuk ditinjau kembali berjudul “Dari Bandung ke Bekasi”. Tak ada yang istimewa dengan tulisan itu dari sisi teknis penulisannya. Itu hanyalah sebuah tulisan singkat yang sifatnya curhat dan personal. Saat menulisnya aku menuangkan perasaanku begitu saja, sejauh yang dapat terungkapkan. Namun seperti yang kubilang tadi, aku memilih postingan ini saat m…

Tips Menulis Memoar yang Menginspirasi

Gambar
CREATIVE WRITING: MENULIS MEMOAR YANG INSPIRATIF (Windy Ariestanty dan Sundea)

Sabtu, 6 Desember 2014 pukul 13.00 – 15.00 WIB, Ruang Auditorium Museum Nasional (Museum Gajah) Jakarta.

"Punya pengalaman menarik dan inspiratif tentang perjalanan hidupmu? Atau sekadar catatan harian sederhana yang mengisi agendamu?  Saatnya menyulap catatan harian sederhanamu menjadi lebih inspiratif bersama Windy Ariestanty dan Sundea. Windy Ariestanty adalah seorang penulis, editor, dan traveler yang pernah mengerjakan Memoar Ibu Robin Lim, seorang aktivis kemanusiaan yang menyediakan pengobatan gratis bagi warga Bali. Bersama dengan Sundea (penulis buku Dunia Din, Sunrise Serenade, dan Salamatahari), mereka akan berbagi tips bagaimana proses menuliskan sebuah memoar yang tak hanya sekadar catatan kehidupan, tapi yang juga menggugah rasa terdalam kita. Mulai dari pengumpulan data dan perangkat apa saja yang biasanya dibutuhkan dalam menuliskan memoar sampai dengan tersajinya bentuk utuh sebuah memoa…

Penasaran Dunia Anna [Wishful Wednesday #11]

Gambar
Wah, sudah lama sekali saya tak posting Wishful Wednesday. Posting gak posting, tetap saja diam-diam ngidam buku-buku inceran :D. Daripada diam-diam tak terkatakan, lebih baik diceritakan saja ya... Siapa tahu ada pembaca yang doanya manjur mengaminkan ^_^. Salah satu buku yang sedang sangat-sangat saya idamkan saat ini adalah Dunia Anna: Sebuah Novel Filsafat Semesta, novel Jostein Gaarder yang baru diterbitkan Mizan Oktober 2014 lalu. Pertama kali tahu buku ini secara tak menyengaja baca judul resensi salah seorang blogger BBI. Begitu ditengok, wah... Buku Jostein Gaarder lagi? Mauuu... Langsung saja aku cari di Goodreads. Saat itu di Goodreads malah belum kutemukan. Kalau sekarang sih sudah ada.

Begitu tahu penulisnya Jostein Gaarder, tanpa pikir panjang aku bakal memasukkan buku itu ke daftar wishlistku. Jadi alasan utamanya mengidamkan buku ini pertama-tama karena 'Jostein Gaarder'nya... Hehe (hard core fan?). Alasan kedua karena temanya juga menarik, konon kali ini…

Pesta Hujan & Bualan

Hujan demikian deras, tapi kita tak punya payung tempat bernaung. Segala basah adalah milik kita, orang-orang yang terlanjur. Kau bilang hujan ialah pesta, tempat kita menabur air mata. Kita berpesta dalam suasana yang paling niscaya: musik yang ritmik dalam rintik-rintik, tarian dansa dedaunan bersama angin, dan kemewahan lighting serat-serat cahaya yang berkilat-kilat. Tak ada pesta yang lebih jujur dari hujan, katamu. Kita bisa foya-foya air mata sepuasnya. Di bawah siraman hujan kecengengan takkan mengemuka, sebab air mata kita bersatu dengan air mata langit. Bukankah itu hebat sekali? Katamu. Jadi kita bisa menangis sekarang. Orang-orang takkan tahu ini air mata siapa, ucapmu yakin.

Aku tak tahu mengapa kau begitu jaim tentang kecengengan dan lain-lain. Aku mengira entah hujan atau terik tiada bedanya. Kita bukanlah orang-orang yang perlu berdandan dan mencemaskan pencitraan. Orang-orang takkan peduli soal kecengengan maupun ketegaran yang kau banggakan. Kala terik orang-orang …

Serunya Berburu Buku di IRF 2014

Gambar
Satu hal yang tak boleh ada dalam kamus acara IRF adalah: pulang dengan tangan kosong. Tepat kiranya apa yang disampaikan oleh MC di sela-sela salah satu program event Indonesian Reader Festival (IRF 2014) yang kukunjungi weekend kemarin itu. Dalam event Festival Pembaca Indonesia yang digelar tiap tahun oleh Goodreads Indonesia tersebut, tampaknya bakal aneh justru kalau ada pengunjung yang pulang bertangan kosong. Senantiasa ada buku gratis yang bisa dibawa pulang lewat beragam cara yang ditawarkan di event ini. Wow, ini event yang seru dan asyik banget buat para penggemar buku seperti aku ^^.