Jalan-jalan di Pasar Rakyat Salman Ketemu A. Fuadi


Minggu lalu aku berkesempatan main ke Pasar Rakyat Salman yang digelar di sekitar area Salman ITB. Selain melihat-lihat stand-stand yang memasarkan beragam produk & tak ketinggalan mencicipi sedikit makanan & minuman di area stand-stand kulinernya, pada siang hari itu digelar pula talkshow bersama penulis novel Negeri 5 Menara, A. Fuadi. Tema yang dibincangkan adalah tentang merantau & menulis. Aku lupa judul talkshownya apa, yang kuingat judulnya cukup  megah, ada tentang peradaban. Begitulah kalau sesuatu tak segera dicatat, gampang lupa :p. Apa yang dibincangkannya mengenai perantauan adalah sesuatu yang familiar, mengingat aku sudah baca novel pertamanya & filmnya. Mengenai kepenulisan, ini sesuatu yang familiar juga. Namun, ada baiknya aku share lagi sebagai reminder buat yang ngaku(-ngaku) senang menulis :D.

Kata A. Fuadi, ingat-ingat 5W:
What: Tentukan apa yang ingin ditulis? Apa genre tulisannya? Apa temanya? Bisa dimulai dari sesuatu yang sangat disukai (hobi).
Who: Tentukan segmen pembaca. 
Why: Renungi kembali mengapa ingin menulis? Apa tujuannya? Tak apa jika belum menemukan. Namun hal ini penting untuk ditemukan. Ini akan menjadi spirit untuk kita menulis. 
When: Kapan menulisnya? Sekarang! Just write it now. Kita bisa edit kemudian. Katakanlah menargetkan diri untuk menulis 1 day 1 page. Jika dimulai dari sekarang, maka setahun kemudian dari sekarang akan ada 365 halaman tulisan. Lumayan buat jadi calon buku.
Where: Di mana menulisnya? Buat tempat menulis yang nyaman agar bisa konsentrasi menulis & asyik.

Menyimak talkshow jadi asyik sambil ngemil suguhan gratis "wilujeng sumping" ;D
Aheu, masa' hanya segitu saja yang bisa dishare? Nah, begitulah. Seberbusa-busa apa pun pembicara unjuk bicara (talkshow, kan :D), semua bisa mudah terlupakan. Berbeda jika sesuatu disampaikan dalam bentuk tulisan, kapan pun lupa bisa dibaca lagi. Kata A. Fuadi, menulis itu resep awet muda & panjang umur. Biar kata umur penulisnya tak sepanjang itu, tulisannya bisa tetap hidup & dibaca banyak orang. Dicontohkannya ketika dalam salah satu petualangannya berkeliling dunia singgah di Spanyol, ia menjumpai penulis terkenal yang umurnya sudah lebih dari 600 tahun. Itulah Ibnu Rusyd (Averroes), yakni patungnya. Tulisannya tak lekang oleh waktu, meski berabad-abad tetap berlalu karyanya terus dibaca, ilmu darinya terus dipelajari dari waktu ke waktu.
Area kuliner Pasar Rakyat Salman

Jika memori tentang talkshow itu sudah timbul tenggelam, ada memori yang mengapung terus gak tenggelam-tenggelam. Apa itu? Icip-icip kulinernya :D. Ada macam-macam makanan khas Bandung, es yoghurt yang murah & segar, juga terutama tester cokelat teh hijau yang tak terlupakan. Sayangnya lagi kantong kempes, jadi gak beli deh. Cokelat teh hijau ini menarik, ada levelnya. Kukira level pedas (konyol :p), ternyata maksudnya level kadar teh hijaunya. Habis dulu pernah nyobain cokelat rasa pedas, salah satu varian rasa produk Chocodot yang terkenal itu lho. Sempat juga nyobain tester opak celup teh hijaunya. Macam-macam ya, kreatif aja...
aneka stand produk, dari fashion sampai coklat teh hijau bahkan semur jengkol (akhir-akhir ini booming lagi?)

Huh, belum apa-apa udah berasa turis yang lapar sama kulineran Bandung yang makin menjamur... :p

Komentar

  1. aaah.. andai hari itu aku jadi kesana, mak. pastinya kita bisa kopdar juga yaa.. heuehu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, Mbak Damae di Bandung ya? Iya nih, kalau ke sana bisa kopdar... :D

      Hapus
  2. Lawak juga Mbak, kirain beneran ada penulis umur 600 tahun. Hehe
    Pengen es yoghurtnya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... karyanya obat panjang umur :D.
      Seger, Mak. Jadi pengen bikin sendiri :D

      Hapus
  3. ngomong2 tentang kuliner jadi pengen kuliner juga nih,,eh rame banget ya acaranya,,,sepertinya acaranya super menarik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe... Menarik karena banyak makanan... :D

      Hapus
  4. Aku jga suka begitu: lupa sesuatu jika enggak segera ditulis. Eh, itu camilannya kok unik, ada jagungnya juga :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. begitulah. Itu khas kampung banget, serba direbus...ya jagung, kacang, pisang, ubi... ^_^

      Hapus
  5. Lumayan berjuang tuh yang " When", Mba. Kadang suka malas. Hahaha

    Chocodot lumayan enak cokelatnya. Prnah dpt juga dr Blogger Bandung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama, Mbak Idah :D.
      Oh, udh dapat oleh2 Chocodot dari blogger Bandung jg ya :)

      Hapus
  6. Wuah baru tau ada pesta rakyat salman
    Padahal tiap hari ke ITB tapi gak tau ada acaranya :((

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, kok terlewatkan begitu? Aku aja yg udh di Bekasi tau aja :D

      Hapus
  7. Huaaaaa... sayang sekali aku gak dateng ke sana. Tapi, TFS Mak buat sharingnya. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe... Aku gak tahu Mak Nia di Bandung. Sama2 :)

      Hapus
  8. setuju, menulis itu untuk keabadian...
    aku juga pengen ketemu mas ahmad fuadi

    BalasHapus
  9. Seandainya semua pasar tradisional di indonesia seperti ini, khusunya di pulau ku yang sok pulau lombok, semua orang mebanggakan keindahan pulau lombok namun masyarakatnya jorok jorok astagfirullahhhh, coba aja liat pasar di lombok kayak kandang babi. check di htttp://7og4nk.blogspot.com

    BalasHapus
  10. Wah benar tuh mbak, 360 hari jadi 360 halaman. kalau di Blog sudah 360 postingan

    BalasHapus
  11. Assalamualaikum.. mbak, maaf mau komen nggak nyambung nih, He he :) Saya menominasikan dirimu tuk terima liebster award dariku ya mbak. Semoga berkenan dan maaf kalau sudah pernah menerima sebelumnya. Ini blogpost nya http://umminyathaya.blogspot.com/2014/05/liebster-award-tali-hati-para-blogger.html
    Terimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumsalam wr wb... Terima kasih, Mak... Peernya semoga bisa dikerjakan ya... *udah sebulan gak update blog, terbengkalai gini :D

      Hapus
  12. Wahh - asikknya bisa cuci mata dan kopdar dgn A.Fuadi sang penulis yang lumayan Top ... :)

    Mampir ya ke blog saya – maklum baru mulai ‘ngeblog 
    http://omman.blogdetik.com/2014/05/25/potret-hp/
    http://omman.blogdetik.com/2014/05/25/on-off-on-off/
    http://omman.blogdetik.com/2014/05/29/buka-hutan/
    terimakasih ya :D

    BalasHapus
  13. kunjungan perdana dan salam perkenalan, silahkan berkunjung balik, barangkali berminat saya punya banyak vcd pembelajaran anak2, sangat cocok sekali untuk mengasah kecerdasan dan kemampuan anak serta membantu mendidik ,membangun karakter dan moral anak sejak usia dini, semoga bermanfaat dan ditunggu kunjungan baliknya, mohon maaf bila tdk berkenan ^_^ terima kasih

    BalasHapus
  14. berkunjung kemari, salam

    BalasHapus
  15. Budaya membaca bangsa ini ... ???

    BalasHapus
  16. Asik, seru nik ketemuannya...

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Sajak Melankolis