Komikus The Muslim Show Goes to Bandung

Ada yang suka sama komik The Muslim' Show? Aku, sebagaimana khalayak pembaca Indonesia & negara-negara lainnya, mengenal komik ini dari facebook. Komik yang berasal dari Perancis & menggambarkan kehidupan umat muslim Perancis itu memang sengaja dipublikasikan via facebook. Menggambarkan kehidupan sehari-hari umat muslim dengan cara menggelitik, sederhana, lucu, namun bermuatan nilai-nilai Islam yang universal, komik ini sukses menyedot perhatian para pembaca dari berbagai belahan dunia. Tak hanya pembaca muslim, nilai-nilai universal yang diangkatnya juga membuat komik ini bisa dinikmati siapa saja, termasuk pembaca non muslim. Aku biasa baca update komik ini versi terjemahan Indonesia yang dishare di Fb Muslim Show Indonesia. Membaca komik ini, efek tipikal yang ditimbulkannya adalah: senyum-senyum sendiri karena unsur humornya, manggut-manggut atau mikir, "oh, iya ya... Bener banget...", sering pula meringis miris karena apa yang digambarkan di sana kerap mengingatkan diri sendiri yang terkhilaf. Biasanya cerita yang disuguhkan The Muslim Show mengangkat tema "kekhilafan universal" kita sebagai muslim atau sebagai manusia. Kita yang membaca jadi seperti sedang ngaca diri, introspeksi.
credit: fan fage Fb The Muslim Show Indonesia
Pertengahan maret lalu ada yang heboh dengan komik Muslim Show di Indonesia. Komik ini diterbitkan dalam bentuk buku oleh Penerbit Mizan. Sebagai awal, 2 bukunya kini sudah terbit, berjudul Ramadhan ala Muslim Show dan Hidup Bertetangga Ala Muslim Show. Tak hanya itu, sekalian launching, Mizan juga mengundang para komikusnya road show ke beberapa kota di Indonesia. Bandung kebagian menjadi salah satu kota yang disambangi trio komikus Muslim Show dari Perancis itu, yakni Noredine Allam, Karim Allam, dan Greg Blondin. Pada 14 Maret 2014 lalu, komikus Muslim Show hadir dalam Public Lecture berupa lokakarya komik bertempat di Ruang Seminar FSRD ITB. Sayang, aku tak mengikuti event yang ini. Namun, sore harinya event ini berlanjut ke acara Meet & Greet Komikus Muslim Show bertempat di area Lt.2 Gramedia Jl. Merdeka. Alhamdulillah, aku sempat mengikuti acara ini bersama adik. Dari sini mendapat bingkisan dari Mizan berupa goodie bag berisikan kalender meja Mizan yang lucu & bookish banget, serta 1 buah buku fantasi Mizan. Adikku dapatnya buku seri Sherlock Holmes & Laskar Baker Street ^_^. Tak hanya itu, sabtu esoknya kami juga menyempatkan datang ke acara senada, bertempat di Braga City Walk yang sedang diadakan event festival komik lokal. Nah, meski udah agak telat posting ini, tak apa ya daripada tidak mengabadikannya sama sekali dalam tulisan...


credit: Penerbit Mizan

Meet & Greet Komikus Muslim Show di Gramedia Merdeka

Kita kenalan sama trio komikus Muslim Show dulu yuk. Ada Noredine Allam sebagai pembuat skenario cerita alias story board, Greg Blondin sebagai Ilustrator, dan Karim Allam sebagai colorist. Noredine Allam sudah memulai karir sebagai kartunis sejak berusia 17 tahun. Noredine mendirikan studio 2HB yang kemudian sukses besar. Awalnya ia menekuni seni grafiti, dengan lebih dari 100 karya grafiti & mural telah dibuatnya di seantero Perancis. Pada perkembangannya, sejak 1999 ia mulai menekuni karir di bidang pewarnaan. Ia mengerjakan pewarnaan seri “Dust Infinity” dan menjadi desainer serial televisi “Leah Parker” di M6. Ia juga terlibat dalam pembuatan serial "Maisha Africa" dengan Greg Blondin. Pada tahun 2006, studio 2HB dipilih untuk menggarap pewarnaan ulang 33 jilid komik Asterix. Sejak 2009, ia menciptakan serial komik "The Muslim Show" bersama Greg Blondin & Karim Allam. Serial ini diterbitkan oleh Studio BDouin yang didirikannya, dan bekerja sama dengan Dargaud, penerbit komik ternama di Prancis.

Kehadiran Greg Blondin diantara Allam bersaudara itu cukup menarik perhatian. Latar belakang Greg yang non-Muslim membuatnya kerap ditanya mengenai kerja samanya menggarap The Muslim Show. Menurutnya, dia tidak merasa risih atau semacamnya. Kerja sama Muslim dengan non-Muslim merupakan hal biasa, apalagi Greg sudah berkawan dekat dengan Allam bersaudara. Baginya, komik Muslim Show bercerita dengan nilai universal, menjadikannya sebagai media yang bisa pula berperan sebagai komunikasi antar-agama. Diceritakannya pula bahwa di Perancis, kehidupan warga Muslim & non-Muslim dapat berdampingan dengan baik, tidak ada masalah. Masalahnya datang dari pemerintah & media pemberitaan yang cenderung islamophobia.
book signing & face drawing by Noredine Allam & Greg Blondin
Sebagaimana diperkenalkan oleh Penerbit Mizan, “The Muslim Show adalah serial komik Prancis pertama yang menggambarkan kehidupan Muslim di Barat dengan cara humoris dan sederhana." Kita tahu bahwa di negeri-negeri barat yang menderita islamophobia, umat muslim kerap dipandang sebelah mata, dalam artian dilihat yang seram-seram dan negatifnya saja sebagai akibat oknum tertentu yang malah digeneralisir. Di luar sana banyak yang tak mengenal ajaran Islam yang sebenarnya seperti apa. Kehadiran komik Muslim Show sangat patut diapresiasi. Dengan mengangkat kehidupan muslim sehari-hari dengan muatan nilai-nilai universal yang disajikan ringan & menghibur, komik ini juga mengandung unsur dakwah bagi kalangan muslim sendiri, membuat pembacanya berintrospeksi diri. Sebagaimana dikatakan oleh Noredine Allam dalam talkshow komik ini, di Perancis banyak pula muslim yang belum terlalu mengenal agamanya sendiri (berislam karena keturunan), dan mulai tergerak untuk mencari tahu. Komik Muslim Show dihadirkan dengan dorongan spirit itu, yang semoga menjadi ladang ibadah. Komik ini juga menonjolkan ide, bukan tokoh tertentu sehingga tidak ada tokoh utama khusus dalam komik The Muslim Show.

Menerbitkan komik Muslim seperti ini tidaklah mulus jalannya. Para komikus ini menghadapi kesulitan menerbitkan/publikasi. Ditolak penerbit & toko-toko buku besar Perancis membuat komik Muslim Show menempuh jalur publikasi via facebook dan toko-toko buku kecil. Meski demikian, kini komik Muslim Show sudah meraih popularitas internasional, dengan lebih dari 500000 orang di seluruh dunia mengikuti & menggemari komik ini. Fan page "The Muslim Show Indonesia" sendiri telah diikuti oleh lebih dari 17.000 pengguna. Ketika ditanya mengenai harapan/visi ke depannya, Noredine mengatakan harapan agar komik The Muslim Show bisa continue penerbitannya & terus berkembang. Dia juga ngasih bocoran bahwa timnya sedang menggarap proyek animasi The Muslim Show, bekerja sama dengan Dargaud, penerbit besar Eropa yang menerbitkan komik terkenal seperti Garfield, Lucky Luke, & The Smurfs. Selain itu, timnya juga sedang menyiapkan situs & aplikasi-aplikasi yang mendukung The Muslim Show. Hwaa, ditunggu karyanya ^_^.

Ketika ditanya adakah rencana membuat komik The Muslim Show yang mengangkat kehidupan Muslim Indonesia, Noredine mengatakan bahwa tidak mungkin bisa begitu saja. Dia tidak mengenal budaya masyarakat Indonesia, sehingga tak menguasai budaya & gaya bahasa humor khas masyarakatnya. Perlu waktu setidaknya 20 tahun tinggal di Indonesia untuk itu, atau jika tidak, menikahi orang Indonesia, katanya :D. Ia menambahkan, tugas komikus Indonesialah untuk membuatnya. Oh iya, setelah datang ke Indonesia, trio komikus The Muslim Show menyatakan kesannya bahwa mereka tak menyangka muslim Indonesia ramah-ramah dan murah senyum :D, jauh dari kesan Muslim itu seram seperti yang kerap diberitakan oleh media internasional secara umum.

suasana antrian book signing komik The Muslim Show di Gramedia Merdeka, Bandung
Selepas talkshow, ada ritual yang ditunggu-tunggu dengan antusias oleh audiens. Apakah gerangan? Ngantri! Dalam rangka book-signing. Audiens yang membeli buku komik The Muslim Show pada saat acara berlangsung berkesempatan tak hanya mendapatkan tanda tangan trio komikus di bukunya, melainkan pula digambar wajahnya (ala komik tentu saja), gratis. Kesempatan langka ini membuat antriannya mengular panjang. Sayangnya aku sedang diet belanja buku, gak bisa ikutan :(.

Meet & Greet Komikus The Muslim Show di Braga City Walk

Esok sorenya aku & adik datang lagi ke acara ini, sekalian lihat-lihat festival komik lokal. Di sini, area talkshownya tak begitu kondusif, areanya yang terbuka & dikelilingi kursi-kursi kafe membuat suara-suara campuran obrolan pengunjung meredam kejernihan suara MC & narasumber. Bersyukur aku sudah mengikuti talkshow kemarin, jadi meski tidak kondusif, aku & adikku datang membawa niat terselubung lain :D. Kemarin sewaktu acara di Gramedia, kami tak berkesempatan berfoto maupun book-signing plus gambar wajah itu. Jadinya berasa ada yang kurang, gak puas gitu. Di sini adikku membeli salah satu seri buku komik The Muslim Show, & di akhir acara turut mengular dalam antrian. Sementara aku? Masih keukeuh diet buku :p. Sementara menunggu adik mengantri panjang, aku berkeliling ke area pasar komik lokal.
Meet & Greet Komikus Muslim Show di Braga City Walk, 15 Maret 2014
Oh iya, selain komik Muslim Show memang lucu, ternyata komikusnya juga lucu :D. Noredine Allam terlihat sebagai juru bicara yang setia menjawab pertanyaan-pertanyaan audiens dalam talkshow. Dia lebih muda dari Karim Allam, namun tingginya & pembawaannya bisa menipu :D. Kelihatannya orangnya serius banget. Sementara Karim Allam, tampaknya dia orang yang gak bisa diam. Selama talkshow, dia tidak bisa duduk saja, membiarkan yang lain bicara, dia sendiri suka asyik keluyuran dengan kameranya, ngobrol-ngobrol sama staf. Yang paling kocak adalah Greg Blondin, setiap difoto suka narsis, dan menurut kedua kawannya dia ini aslinya emang kocak & senang bercanda. Lihat aja gayanya kalau sedang difoto. Dia juga bilang, "aku gan-teng ban-get", dengan logat Bahasa Indonesia yang kocak sambil menunjuk foto dirinya di sela-sela book-signing.
Akhirnyaa... Foto-foto juga... :p. Yang paling narsis ya Greg Blondin... :D
Ada yang menarik saat book-signing. Salah seorang pengantre menghadiahi trio komikus itu dengan karya gambar komiknya sendiri, yang menggambarkan trio komikus tersebut dengan Muslim Show-nya. Tampaknya dari salah satu komikus lokal yang turut serta dalam festival komik di Braga City Walk ini. Mereka bertiga tampak senang menerimanya. Ketika berkeliling melihat-lihat komik lokal yang dipamerkan, aku mendapati begitu beragam jenis komik yang digeluti oleh para pegiat komik lokal yang menempuh jalur indie di sini. Ada komik berbahasa sunda, komik Muslim, komik ilustrasi berbentuk manga, komik tentang cerita rakyat, dan lain-lain. Banyak diantara mereka yang sekalian mengerjakan orderan sticker, poster, & gantungan kunci yang design gambarnya bisa dipesan. Oh, aku juga menemukan komik karya ibu-ibu yang bercerita tentang merajut.
Semoga kreativitas komik Indonesia semakin berkembang.   
Komik yang dipamerkan di Pasar Komik lokal Braga City Walk, 15-16 Maret 2014
 

Komentar

  1. Jadi komik itu menceritakan kehidupan muslim di Prancis? Hmm,,, sepertinya menarik. Katanya kebanyakan muslim di sana adalah imigran dari Aljazair, benarkah? Seperti pesepak bola dunia Zinedine Zidane.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Lutfi. Setidaknya mereka bercerita tentang kehidupan muslim di lingkungan mereka. Namun pada kenyataannya, komik ini ceritanya universal. Siapa pun dapat menikmati komik ini. Iya, Noredine Allam sendiri keturunan Aljazair...

      Hapus
  2. Ooooh mereka to penciptanya. Aku udah lupa sih suka lihat kartunnya di Muslim Matters tapi dalam bentuk kartun2 lepas gitu & berbahasa Inggris. Lucu banget emang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oh, bacanya dari versi Inggris ya. Kalu aku biasa lihat versi Indonesianya, Mak. Di fan page The Muslim Show Indonesia :)

      Hapus
  3. uwaa...
    gebrakan ya bagus ya kakak~
    supaya mereka mengenal islam dengan lebih dekat. dan tidak semena-mena menyebut 'teroris'. :)
    baru tahu juga soal komik ini. Trims untuk infonya kakak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe, iya. Patut diapresiasi :).
      Oh, baru tahu ya. Sama-sama, semoga infonya bermanfaat :)

      Hapus
  4. Saya malah baru tahu komik ini. :D
    Belum like FPnya juga.

    Kreatif ya percakapannya e. . .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehe baca postinganku jadi tahu ^_^.
      Iya, komiknya lucu & humoris, tapi mengandung pesan & sering jadi sentilan buat pembaca :D. Coba aja lihat FPnya, topik ceritanya beragam :)

      Hapus
  5. hahaha, yang janggut itu bener2 bikin ngakak, mak. :)) kalo pas heboh isu teroris gitu, sering dikaitkan dengan janggut juga. sampe temenku yang pelihara jenggot dibilang mukanya mirip DPO

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hihihi... Itu salah satu topik yang mengkritik judgement teroris yang seenaknya... Padahal janggut itu sunnah ya, sedangkan terorisme sama sekali bukan :D

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Ada Surga di Rumahmu

Novel Milea: Suara dari Dilan

Petualangan Gila-tapi-keren Green Canyon