Jalan-jalan (kaki) Minggu Seputaran Asia-Afrika

Asia-Afrika yang mana ya? Ini bukan muter-muter benua Asia & Afrika, hehe... Maksudnya jalan-jalan di seputaran Jl. Asia-Afrika Bandung. Sudah pada main ke Museum KAA? Kalau belum, saatnya MKAA jadi pilihan untuk tujuan kunjungan. Soalnya sekarang ini pengelolanya tengah menggiatkan lagi aktivitas-aktivitas di MKAA, juga lebih membukakan pintunya kepada masyarakat umum. Bagaimana caranya gedung bersejarah ini dimaknai lagi, digali & dikenalkan lagi sejarahnya kepada khalayak. Sekarang mah sudah lumayan ramai lagi. Yang penasaran, untuk info silakan main ke situsnya: www.mkaa.or.id :).
Brosur Museum KAA

Ahad, 16 Februari 2014 siang sebenarnya ada jadwal bedah buku di Museum KAA yang ingin aku ikuti. Sejak sabtu memang ada serangkaian acara Pekan Literasi yang diadakan di Museum KAA, dalam rangka turut berkontribusi terhadap program membudayakan membaca buku. Sayangnya, begitu sampai di sana jadwal bedah buku yang diincar diundur buat besok. Jadilah aku malah berfoto-foto sajah di museumnya, sambil lihat-lihat koleksi buku-buku yang dipamerkan & perpustakaan museumnya. Ini bukan kali pertama aku datang kesini, jadi sebenarnya dulu juga sudah pernah berfoto-foto. Jadi ceritanya "tamba henteu teuing" inimah :D, daripada gak ngapa-ngapain terus langsung balik lagi.

Museum Konferensi Asia-Afrika (mendung euy)

Setelah dari MKAA berlanjutlah jalan-jalan yang sebenarnya tidak direncanakan (kan niatnya mau bedah buku @@').  Jalanan seputar Asia-Afrika memang menarik. Nyambung ke Jl. Braga yang kerap dijadikan lokasi foto pre-wedding & bersuasana jadul dengan bangunan-bangunan tua & lukisan-lukisan seniman yang dipamerkan di toko-toko pinggir jalannya. Jalan ini yang aku lewati kalau mau ke MKAA. Jalanan seputar Asia-Afrika menarik karena disana-sini bertebaran gedung-gedung tua bersejarah. Lihat saja tetangga MKAA seperti gedung New Majestic & De Vries misalnya. Kalau diabsen, list gedung-gedung tuanya bakal panjang. Duh, jadi inget sama puisi lama yang aku bikin dalam 10 menit tentang Jl. Asia-Afrika ini. Kala itu sedang mentoring puisi di teras museum ini. Judulnya Menatap Asia Afrika :).

Back to jalan-jalan, aku meneruskan ke arah alun-alun Bandung yang terkenal dengan Masjid Raya & 2 menara kembarnya. FYI, saya termasuk orang yang sering bingung dengan jalanan & peta *jadi inget buku berjudul Why Men Don't Listen & Women Can't Read Map :P. Jadi ternyata jalan ini nyambung-nyambung & dekat ke Kepatihan, juga gak jauh-jauh amat dari Kalapa. Emang baru tahu yah? Ya ampun, berapa lama sudah aku di Bandung? :p. Hehe, jadi semua ini aku eksplorasi dengan berjalan kaki. Melewati jembatan sungai Cikapundung, terus ke arah alun-alun yang ada banyak bangunan-bangunan tua terbengkalai nan seram itu. Kalau malam-malam aku membayangkan horor banget itu gedung-gedung, dari jendelanya yang sebagian tanpa kaca & gelap itu entah bakal ada apaan yang nongol :D. Sayang sekali ditelantarkan begitu...

suasana Alun-Alun & Masjid Raya Bandung sore itu...
Jadi, sampailah ke alun-alun. Jujur saja, sudah 10 tahun aku di Bandung, baru kali ini benar-benar sengaja berkunjung ke alun-alunnya, & menyaksikan masjid Raya Bandung dari dekat *ya ampun! (lagi). Kala itu sudah sore, suasana sudah mendung. Makin sore, awan makin gelap. Jadi aku buru-buru berjalan lagi ke arah pertokoan sekalian berteduh dari hujan & mencari makan. Lah, kok ujung-ujungnya malah nyangkut di Kings, mata disuguhi pemandangan baju-baju, sepatu, tas, dll yang mengundang nafsu konsumtif itu. Yah, begitulah, sisi shopaholic yang tertidur itu bangun juga melihat kaos lengan panjang berwarna cerah *tepok jidat. Usai makan di Ampera di area foodcourtnya, aku menyempatkan naik satu tingkat lagi untuk menengok bagaimanakah sebenarnya penampakan bioskop 21 Galaxy yang harganya lebih murah itu. Hm, memang jauh berbeda dengan bioskop-bioskop XXI lainnya di Bandung yang sudah kian mahal, tapi kayaknya seru buat nyobain nonton lain kali biar hemat ^_^.

Jl. Kepatihan before & after penertiban

Kaki sudah jelas pegal-pegal ya. Pulang-pulang hari sudah gelap saja, & masih hujan. Keluar dari Kings, aku bisa menyaksikan wajah baru Jl. Kepatihan yang dulunya sesak padat merayap dengan pinggiran jalan penuh PKL. Sekarang, sudah ada kebijakan penertiban PKL. Jalanannya dibereskan & dihiasi hijau-hijau tanaman & bunga di pinggiran jalannya. Ini salah satu usaha pemkot untuk mengurangi kemacetan. Jl. Kepatihan menjadi salah satu zona merah bagi PKL. Jika kedapatan membeli sesuatu dari PKL di zona merah ini, sanksinya denda Rp. 1 juta. Tapi sekeluarnya aku dari Kings, tadaa... Langsung ketemu PKL lagi, meski tidak sebanyak dulu. Poster peringatan yang gede banget ngajeblag di sana seperti tidak digubris oleh sebagian orang. Terus, baru-baru ini baca berita, ternyata ada protes lagi dari para PKL atas kebijakan ini. Dari pihak PKL-nya sendiri, masih banyak yang kontra.

*Sumber foto Jl. Kepatihan dari akun twitter Pak walikota @ridwankamil. Tapi aku ngambilnya dari link ini.

Komentar

  1. lohh.. di bandung itu ada alun-alunnya juga toh?? kirain cuma di kota2 kecil aja.. hehe

    impianku daridulu pengen banget tinggal di bandung.. Entah lah, kapan itu terwujud.. :p

    BalasHapus
  2. Ada, Mas... Saya aja yang udah 10 taon di Bandung cuma terbiasa melihat menara kembar itu dari jauh atau sekadar lewat, gak pernah beneran singgah ke sana :D.

    Aku jg bukan orang bandung sebenarnya, tapi kok betah aja di sini :D. Ya, semoga terwujud impiannya :)

    BalasHapus
  3. belom kesampean aja nih mau ke bandung.. hiks, minggu kmren juga ada tmn mamerin foto museum KAA via whatsapp :(

    BalasHapus
  4. wah, aku belum pernah main ke sana, mak. meski pernah ke bandung. kapan2 mampir ah :D

    BalasHapus
  5. @Noe: Kapan-kapan main ya ke seputaran MKAA :). Semoga sempat main kesini.

    @Ila: Mbak Ila, kalau main ke Bandung sayang kalau gak jalan-jalan ke seputar Jl. Asia-Afrika ini. Banyak gedung bersejarah, kadang2 kalau mau direnungi suka merinding sendiri. Di MKAA apalagi, bagaimana dahulu pemimpin2 kita berkarya secara internasional di gedung ini :)

    BalasHapus
  6. hiyyyyaaa,,makin mupeng nih lihat banung mbk^^

    BalasHapus
  7. Nanti-nanti bakal lebih mupeng lagi sepertinya, Mbak. Setelah Bandungnya diberes-beres & (semoga) gak macet lagi :D.

    BalasHapus
  8. asia afrika itu ikon kota bandung banget

    BalasHapus
  9. Ehm, iya... Bisa dibilang begitu. Sebab MKAA simbol jumawanya bangsa kita di mata internasional, dengan pemimpin2 kita jaman dulu yang sangat keren-keren (dan susah dicari jaman sekarang :( ).

    BalasHapus
  10. wahh jadi pengin pindah bandung :D
    btw bandung anti banjir kagak bu? :D

    http://fandhyachmadromadhon.blogspot.com/2014/01/ketika-gempa-terjadi.html

    BalasHapus
  11. Lah, kok? :D

    Anti banjir? Nggak, sekarang beberapa daerah masih rawan banjir. Kalau banjir kan sudah kompleks masalahnya. Tapi sudah dimulai usaha untuk menanggulanginya. Contohnya dg program biopori & sumur resapan, bersih2 sungai & pengelolaan sampah. Tapi jalan masih panjang... Baru permulaan.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon