Green Blogger, Positive Blogger, & Konyol Blogger

Mengenai Green Blogger, saya keingetan belum share tentang acara talkshow yang saya simak 5 februari lalu. Itu talkshow yang diadakan oleh komunitas lingkungan Greenpeace, bertempat di Unisba. Pembicaranya dari aktivis Greenpeace sendiri, plus Bang Aswi dari komunitas blogger. Isu yang dibicarakan mengenai nasib hutan Indonesia, yang saat ini kritis & sangat meminta kepedulian kita bersama untuk melindunginya. Dalam rangka mengkampanyekan Protect Paradise, di dalamnya ada nasib harimau Sumatera yang sedang terancam punah. Lalu kenapa bawa-bawa blogger? Ternyata Greenpeace sedang melirik blogger untuk turut mensosialisasikan kampanyenya ini. Konkritnya dalam bentuk lomba blog hutan, yang hadiahnya jalan-jalan ke jantung hutan Indonesia. Belum ditentukan hutan yang mana. Alhamdulillah saya udah ikutan, itu tuh tulisan berjudul Hutan Indonesia: Cerita Lahan Surgawi, Raksasa Gila, & Siklus yang Tak Putus.
sumber: printactivities.com
Kenapa judulnya ada raksasa gila, karena itu yang terpikirkan di benak setelah menyimak keseluruhan talkshow ini. Sebenarnya, meski judulnya tentang hutan, jadi melebar juga ke beberapa bentuk masalah lingkungan lainnya. Permasalahan lingkungan saat ini memang sudah kompleks, banyak diantaranya gara-gara industri & perusahaan raksasa yang tak bertanggung jawab. Ah, pokoknya disana banyak ditampilkan video & foto-foto kerusakan alam, ada pula video bagaimana kita sebagai konsumen terlibat deforestasi. Miris sekali. Selain industri-industri raksasa yang punya kuasa & duit banyak itu, raksasa bisa juga ditafsirkan sebagai manusia itu sendiri. Yah, memangnya siapa yang punya perusahaan, juga pemegang jabatan di pemerintahan yang punya perizinan? Juga manusia orang per orang, sedikit atau banyak kita menyumbang kerusakan itu. Ketika kita-kita ini dihimpun di seluruh bumi, yah pengaruh kita jadi raksasa juga. Memangnya kenapa bumi bisa mengalami demam alias global warming & perubahan iklim macam sekarang? Gara-gara kesewenangan manusia juga, yang kurang bersahabat dengan alam.

"Telah nampak kerusakan di darat dan di lautan disebabkan karena perbuatan tangan (maksiat) manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
(QS Ar Ruum: 41)

Selain kegilaan negatif itu, saya juga menyimak cerita "orang-orang gila" versi lain. Misalnya saat menyimak aksi-aksi aktivis greenpeace yang konfrontatif, berhadapan langsung dengan raksasa-raksasa yang dicurigai gila itu, yang bukannya tak berbahaya. Jika pembicara greenpeace membicarakan "big talk", aksi-aksi konfrontatif langsung itu, pembicara dari blogger bercerita tentang hal-hal kecil yang bisa kita upayakan selaku blogger maupun individu. Misalnya di antaranya dengan cara:
  • Bersaksi semampu kita, lewat tulisan di blog. Sebab tak semua pemberitaan media konvensional murni tanpa bias & bisa mengungkap semuanya.
  • Berhemat penggunaan produk-produk sehari-hari yang sangat berhubungan dengan hutan.
  • Jadi konsumen cerdas yang selektif memilih produk bebas deforestasi
  • Kurangi berkendara bermotor. Jika jaraknya tak terlalu jauh, bisa dibudayakan lagi jalan kaki atau back to bike (buat yang punya sepeda). 
  • Minimalkan pakai mobil pribadi, selain mengurangi volume mobil berikut emisi gasnya, juga mengurangi macet.
  • Dll... hal-hal kecil yang mungkin kelihatan sepele tapi membantu alam.

sumber: link
Bang Aswi juga banyak cerita "orang-orang gila", misalnya bersepeda jarak jauh banget, Bandung-Jakarta :D. Ada pula acara coast to coast trail running, yaitu lari bersama lewat hutan Ujung Kulon beserta sungainya, dari pantai ujung satu ke ujung lain, sekira 15 km jaraknya. Inimah gila versi Majnun kali yah, yang gila karena rindu (pada alam) :D.

Di sesi pertanyaan, ada yang menanyakan tentang blog vs sosmed macam twitter & fb. Jawabannya menarik. Blog itu ibarat rumah kita, sedangkan fb/twitter ibarat baligo (atau mungkin keset selamat datang? :D). Blogger sudah terbiasa melakukan ini: pajang status ato twit versi baligo, lalu diarahkan linknya ke blog (rumah) kita. Lagipula status/twit hilang seiring waktu. Sementara blog bagaikan rumah, bertahun-tahun tetep ada (kecuali ada yg gusur :D). Tiap kali mencari sesuatu dengan googling, hasilnya diarahkan ke blog atau web, bukan ke status atau twit.

Mengenai blogger positif, green blogger sudah jelas termasuk blogger positif ya. Selain itu juga luas lingkupnya. Bisa berupa blog 'amar ma'ruf nahi munkar juga, seperti cerita yang baru saya baca di blognya Mbak Prima (disini). Bahkan dari tulisan yang niatnya mengingatkan diri sendiri, orang lain bisa baca & dapat turut terbagi manfaatnya. Kalau dipikir lagi, sebenarnya tiap blogger punya tanggung jawab menyebarkan kebaikan alias tulisan-tulisan positif ya. Sebab yang negatif-negatif sudah banyak di dunia maya. Sementara yang positif rasanya selalu kurang saja jumlahnya... Makanya, yuk meramaikan jagad maya dengan tulisan positif... :)

Kalau blogger konyol apa ya? Mmmm... Bisa jadi blogger yang suka sharing cerita-cerita konyol, banyak kan? Dari yang konyol itu bisa menghibur, bahkan bisa juga disisipi muatan positif juga. Bisa juga berupa curhat gak jelas, hehe... Dulu saya sering tuh :p. BTW blog saya udah lama saya isi, sejak masih mahasiswa dulu. Meski ini blog pribadi biasa, yang belum tersentuh teknik-teknik SEO, saya suka iseng ngecek statistik blog. Saya merasa aneh sendiri mendapati kata kunci yang banyak mengantarkan orang berkunjung ke blog ini.

Misalnya beberapa bulan lalu saya posting cerita mati lampu. Kok banyak yang cari kata-kata mati lampu yah? *Bingung. Kalau kata-kata hujan sih tidak aneh, sebab saya sering nulis puisi hujan. Terus ada yang konyol. Banyak orang cari kata-kata aku ingin menangis atau puisi melankolis (What happen? Banyak yang sedih curhat ke Om Google?). Terus banyak yang cari tips atau kata-kata mutiara untuk bete. Konyolnya, postingan saya yang ada justru curhat gak penting tentang lagi bete. Murni gak ada kata penyemangatnya :p. Yang paling bikin saya shock, pernah ada kata kunci "cara menembus alam metafisika/gaib", macam itulah. What? Oh, Mamaaa... Om Google sudah begitu sakti kah? Tapi maaf, blog saya gak ada posting yang begituan :P.

Selain yang aneh, ada juga yang wajar, misalnya banyak yang nyari tips perubahan diri. Syukurlah saya pernah berbagi ilmu dari Aa Gym tentang itu. Padahal itu postingan lama banget, sewaktu Aa ceramah di kampus dulu. Alhamdulillah kalau bermanfaat ^_^. Juga banyak yang nyari seputar karya2 ketimuran macam Hayy bin Yaqdzon & Pencuri dari Baghdad. Sepertinya banyak yang nyangkut di blog ini mungkin karena belum banyak yang share topik ketimuran nan klasik macam itu ya.

Jadi, blogger yang manakah kamu? Apapun temanya, semoga termasuk yang positif ya... :)

Komentar

  1. Yg mana aja deh.. Namanya juga blog personal, apa aja di tulis. Dari yg penting sampai yg nggak penting.. hehehe.. Tp positif kok.

    Oh ya, dulu saya jg smpet mau ikutan lomba blog di greenpeace, tp gak jadi.. Yg menang di ajak jalan2 itu kan ya? kalo gak salah. hehe

    Semoga sukses deh
    Salam kenal :)

    BalasHapus
  2. Ahaha, sip... Blogku juga campur-aduk tuh. Tapi sedapat mungkin tidak menulis yang negatif... :). Tanggung jawabnya terlalu berat kalau nulis yg negatif.

    Iya, lomba yg itu. Tapi gak harus ikutan itu jg kan buat jd green blogger. Itumah turut meramaikan saja, syukur2 kalau menang. Kalaupun gak menang, itu udh biasa :P.

    Amiin... Terima kasih sudah berkunjung. Salam kenal kembali :)

    BalasHapus
  3. Pengennya yang positif dan diusahakan untuk itu ^^

    BalasHapus
  4. kalo aku blognya campur aduk tp tetep usaha bikin tulisan bgs :-)

    BalasHapus
  5. @Ika: Sip, Mak... Semangat terus :)

    @Icha: Kita sama. Sambil ngasah tulisan biar tajam, hehe :)

    Salam semuanya, happy blogging ^^

    BalasHapus
  6. mudah2an yang postif n berusaha untuk itu. ya walaupun blognya campur2, tapai jangan ampe marah-marah or ngumpat di blog hhe...
    salam..

    BalasHapus
  7. Amiin, & semangat terus ya Mak Pudja... Ehm iyah, tulisan kita juga gak jauh beda sama lidah. Tetep perlu dijaga. Salam :)

    BalasHapus
  8. Melihat perkembangan di bidang teknologi, saya percaya, semakin ke depan dunia blog akan semakin mencuat dan bersinergi dengan media mainstream.

    Eh, saya termasuk blogger bergaya es campur, hehe...

    BalasHapus
  9. Iya Mas Hakim, tampaknya blog punya masa depan yg cerah, hehe...

    Gaya es campur, gado-gado, apapun namanya... :D

    BalasHapus
  10. Memang makin banyak campain yang mengajak blogger karena masyarakat makin melek internet. Bahkan tiap media sudah punya devisi online

    BalasHapus
  11. Betul ya Mak Lusi. Jadi, blogger itu keren... *Nah lho? :D

    BalasHapus
  12. Haiii salam kenal ya... saya jadi makin melek soal green blogger ini. Kalau saya sih masuk kategori blogger campur campur deh....

    BalasHapus
  13. Halo, Memez... Salam kenal kembali. Kita tidak sendirian, masih banyak juga yang blognya isinya campur-campur :).

    Terima kasih sudah berkunjung...

    BalasHapus
  14. Semoga saya menjadi blogger yang positif, mbak :D. Setuju, mbak, saya rasa, sosmed merupakan 'keset' untuk mengantarkan ke rumah blog kita. Terkadang, saya juga heran, mbak, beberapa artikel lama saya, malah yang sering tertangkap Google.
    Salam hangat dari Surabaya, mbak { }

    BalasHapus
  15. Amiin, Mbak Hafian :). Hehe, keset yah :D. Iya Mbak, kadang ada yang nyari apaaa dapetnya apa dr blog kita, kdg hanya cocok di salah satu kata saja.

    Salam kembali dari Bandung ^^

    BalasHapus
  16. "blogger itu keren". setuju mbak. apalagi blogger yg bertanggung jawab. blogger super keren.

    BalasHapus
  17. Aha, sepakat sekali, Mak damarojat. Yuk meng-keren-kan diri... hihi :D

    BalasHapus
  18. Kadang kita lupa "Rumah" kita dan lebih mengurusi "Baloho" kita ya mbak?

    BalasHapus
  19. Iya, Mas... Dulu saya begitu, hehe... Rumah malah jarang diisi, lama-lama ada hantunya (hantu spam hihi :D)

    BalasHapus
  20. hmm termasuk yang mana yaa ? :p pengennya sih yg kedua, mudah2an bs seperti itu.. masih sangat belajar nih.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kita sama-sama sambil belajar ya, Mak... Berusaha untuk itulah, jangan menjudge diri sendiri dulu secara final. Para pembaca yang akan merasakannya. Salam :)

      Hapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon