Mati Lampu



Klik! Mati lampu. Kegelapan menyergapnya tanpa permisi. Dihembuskannya dengusan kecil seraya beranjak malas. Dengan meraba-raba ia buka laci meja belajarnya satu per satu. Diacak-acaknya isi laci-laci itu hingga lebih berantakan lagi. Tiba-tiba tangannya merasakan tekstur halus memanjang yang familiar. 

"Ini dia!", serunya lega seraya mengambil batang-batang ramping yang dicarinya itu. 
Tak lama kemudian cahaya remang-remang menerangi ruangan itu. 
"Kenapa sepi sekali? Kemana semua orang?", bisiknya sedih. 

Kilat sekejap menerangi jendela. Di luar gemerincik hujan masih satu-satunya yang bersuara. Kesunyian ini menggigitnya. Ia menyibukkan diri dengan merapikan laci-laci yang tadi diacak-acaknya. Sesekali ia mengerutkan kening dan tersenyum kecil menyadari betapa berantakannya ia, atau terheran sendiri kenapa ada begitu banyak benda konyol tak penting yang menghuni laci-lacinya.

Sebuah amplop terselip di antara kertas-kertas. Beberapa detik ia terpaku. Membuang ragu, ia ambil dan dibukanya.

Kubilang aku akan jadi seseorang yang akan kau cari dalam kegelapan. Ingat itu selalu, Dhe. Keputusanmu yang kupikir tergesa-gesa itu takkan menghapus kalimatku yang kutulis dengan segenap harapan dan keberanian. Kau tidak memadamkan harapanku, Dhe. Kau salah. Aku akan terus berpijar lagi. Aku akan ada saat kau mencariku.....

Kalimat berikutnya sudah tak dihiraukannya lagi. Tiba-tiba cahaya redup di hadapannya menjelma sebuah wajah. Wajah yang dulu selalu tersenyum untuknya.

***

Cerita mini di atas pada awalnya aku tulis karena tertarik mencoba ikut lomba CerMin yang dikicaukan penerbit Bentang Pustaka di twitternya. Baru kali ini aku insyaf buat nyoba karena kebetulan aku sedang menghayati postinganku bertahun lalu tentang membikin sebuah paragraf yang distimulus oleh satu dua kata. Menurut ceritaku itu, bahkan dalam 10 menit ternyata satu dua kata bisa menjelma jadi sebuah paragraf. Kalau dipikir lagi, ajang CerMin ini bisa jadi momen yang pas buat latihan menulis macam itu. Aturannya mirip: tema ditentukan dari satu kata saja, namun kata itu tak boleh disebut-sebut dalam tulisan cerita mininya. Kali ini temanya adalah lilin. Dikasih waktu deadline-nya juga beberapa jam saja. Batas pengiriman sampai malam ini pukul 23.59, begitu katanya. Aku yang udah lama ga latihan nulis sih buntu aja. Apalagi sedari dulu aku memang ga pernah berhasil bikin cerita. Jadinya aku cuekin aja dulu, malah sibuk nyari makanan ga jelas :D. Baru benar-benar mulai menulis satu jam sebelum deadline, gubrak deh. Akibatnya, 15 menit sebelum tengah malam aku jadi kelimpungan, bingung delete sana ketik sini karena batasan panjang naskah tak boleh lebih dari 200 kata. Akhirnya baru benar-benar beres pada pukul 23.59, hihi... Jadi kali ini tak jadi dikirim deh, lain kali CerMin minggu berikutnya bisa dicoba lagi. Waktu aku kelimpungan itu, mau kirim email eh malah koneksi internetnya putus ga bilang-bilang. Lalu selain itu, ada lagi nih kisah lain dibalik cerita mini pertamaku ini yang ga kalah bikin aku kelimpungan... :D

Aku ga tahu ini kisah horor apa komedi. Tapi cerita yang ini asli, bukan fiksi :D. Tengah malam aku nulis cerita mati lampu itu, sewaktu aku kelimpungan kepepet deadline itu, lampu di kamarku tiba-tiba beneran mati. Seluruh kosan gelap sekali. Wah, aku jadi amazed sendiri, ini cerita kok jadi nyata ya? Lalu kok tiba-tiba aku jadi kebelet ke kamar mandi... Wah, aku tambah bingung dong, pasalnya gelapnya benar-benar pekat. Dan aku ga inget apa aku punya lilin? Kamar-kamar lain juga sunyi. Ga habis pikir, kenapa di saat seperti ini.... :'(. Ya sudah, akhirnya karena emang kebelet aku terpaksa ke kamar mandi bersenjatakan cahaya dari layar hp yang pas-pasan itu. Sayangnya hp-ku ga ada fungsi senter, jadi kalo ga dipencet-pencet terus layar hp-nya mati juga. Berpikir kreatif, aku buka aja aplikasi ebook. Bukannya mau baca, tapi biar layarnya tetep nyala meski reduuppp hehe. Di saat seperti itu kan bohong banget kalo ga ada kilasan-kilasan horor sama sekali... :D. Tapi aku terus menertawakan diri sendiri karena ini situasi lucu juga... Jadi intinya misi di kamar mandi itu lolos tanpa kejadian horor berarti :D. Sekembalinya ke kamar, ting...! Benderanglah lagi segala-galanya... Wah, wah... Ini apa PLN lagi ngerjain aku ato gimana...? Akhirnya kuputuskan ini cerita komedi karena setelahnya aku jadi pengen ketawa-ketawa sendiri... hihi...

Ngomong-ngomong, ini cerita mini pertama yang kutulis. Sebagai yang pertama, kelahirannya cukup bersejarah juga... haha :D.

Komentar

Popular Posts

Novel Milea: Suara dari Dilan

Yuk, Berkunjung ke 5 Tempat Wisata Malam di Surabaya Ini

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon