bicara sastra

Apa sastra menurutmu?

Jujur, apabila pertanyaan itu ditujukan kepada saya, hingga saat saya menuliskan ini pun saya sebenarnya masih bingung mau menjawab apa. Tapi, terlepas dari keawaman saya akan sastra, saya toh mempunyai semacam sedikit ketertarikan terhadapnya. Daripada bingung mendefinisikan apa itu sastra menurut saya, saya kepikiran untuk memulai membicarakan sastra dengan bercerita tentng kilasan-kilasan perasaan subjektif saya tentangnya. Saya mengakui bahwa perasaan ini pun sebenarnya tidak murni muncul dari subjektivitas pribadi, mengingat wawasan saya tentang sastra masih demikian dangkal dan sejatinya saya belum pernah 'mengalami' sastra. Jadinya, membicarakan sastra bagi saya adalah bicara tentang pendapat orang tentang sastra yang saya merasa sepakat dengannya.

Saya sepakat dengan pendapat bahwa karya sastra, sebagai sebuah bentuk seni tertulis, jikapun mengambil bentuk fiksi namun tidaklah sepenuhnya fiktif. Sebagai seni, sastra tak luput dari proses memindahkan objek faktual, katakanlah realita, ke dalam sebuah media artifisial, yang dalam hal ini adalah teks. Saya sepakat bahwa seberapa absurdpun sebuah karya sastra bercerita, ia tak lain hanyalah sebuah bentuk estetis, wajah lain yang merupakan penjelmaan dari realitas faktual yang ada dalam kehidupan. Dengan keleluasaan bertutur yang disajikan dalam realitas teks sastra, suatu realitas faktual kehidupan dapat diceritakan kembali dari berbagai sudut pandang, termasuk dari sudut pandang yang tak dapat disentuh oleh karya tulis non-sastra.

Keleluasaan sastra dalam mengangkat kepingan-kepingan realita kehidupan ini memungkinkannya berperan menjadi sebuah cermin kehidupan yang unik. Sebuah cermin yang tak hanya merefleksikan bayangan-bayangan fisik yang tampak. Sebuah cermin yang dapat menguliti kehidupan, dari berbagai sisi, hingga detail-detail halus. Cermin yang memungkinkan manusia 'berkaca' lebih jauh lagi. Cermin yang dapat digunakan untuk mengasah manusia untuk menjadi lebih manusia.

*Angkot, 08/11/2011


Komentar

Popular Posts

Ada Surga di Rumahmu

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ms. Jutek vs Mr. Reseh