Hayy bin Yaqdzon Karya Ibnu Thufail

Hayy bin Yaqdzon: Manusia dalam Asuhan RusaHayy bin Yaqdzon: Manusia dalam Asuhan Rusa by ابن طفيل

My rating: 5 of 5 stars


AMAZING! Sebuah mahakarya klasik timur sepanjang masa. Ditulis oleh Ibnu Thufail pada abad ke-12 M, Hayy bin Yaqdzon adalah sebuah karya sastra yang menjelaskan pemikiran filsafat Teosofi Iluminasionis dan tasawuf yang amat mendalam. Berkisah tentang perjalanan perkembangan pengetahuan seorang manusia yang hidup terasing di sebuah belantara, tanpa ayah-ibu, dan sejak bayi dibesarkan oleh seekor rusa. Melalui kisah ini Ibnu Thufail menguraikan serangkaian fase perkembangan pengetahuan Hayy seiring pertumbuhannya dari masa ke masa: mulai dari kebutuhan, keingintahuan, pengamatan, penelitian dan percobaan mengenai hal-hal fisik di alam sekitar, hingga penalaran logika tentang hakikat eksistensi alam yang membawanya pada kesadaran akan eksistensi dzat yang di luar jangkauan indera. Pada akhirnya, kesadaran intuitif yang murni menyampaikannya pada pencapaian tertinggi ajaran tasawuf.

Seluruh rangkaian perjalanan pemikiran ini dituturkan dengan begitu mempesona, dengan logika yang jalin-menjalin begitu rapi. Ketika awal kisah menjelaskan salah satu teori kelahiran Hayy bin Yaqdzon yang mengatakan bahwa Hayy terlahir secara dzati langsung dari kedalaman tanah di pusat bumi Pulau Wak-Wak yang tepat dilintasi garis khatulistiwa, narasi seketika menarik saya pada ingatan masa belajar di sekolah: ilmu biologi tentang perkembangan embrio, juga geografi dan sedikit geologi. Lalu ketika induk rusa yang mengasuhnya mati, Hayy berupaya mengetahui penyebabnya dengan membedah tubuh binatang tersebut. Begitulah Hayy mempelajari anatomi tubuh dan mulai menyadari keberadaan ruh. Selanjutnya, saat Hayy mulai beranjak lebih dewasa, ia mulai mengamati benda-benda di sekitarnya. Begitulah ia mulai memahami sifat-sifat benda: berat, ringan, arah pergerakannya, dimensi yang menyertainya, dan seterusnya sampai pada pertanyaan filosofis mengenai hakikat eksistensi benda dan alam raya. Fase ini melemparkanku pada ingatan pelajaran fisika dan kimia dasar. Puncaknya, adalah rangkaian pemikiran filosofis dan metafisika, di mana semua itu terjalin dengan narasi yang memukau karena dijelaskan dengan analogi yang cukup jelas. Fase puncak itu melemparkan saya pada ingatan tentang ilmu tauhid. Selanjutnya adalah apa-apa yang dapat saya fahami sebagai tujuan akhir dari ajaran tasawuf. Ketika Hayy berjumpa dengan Isal, di sini jelaslah bahwa apa yang ditempuh dan difahami Hayy sejalan dengan ajaran Islam.

Itu belum semuanya. Di dalamnya juga mengandung ajaran moral, etika kehidupan, etika sosial. Di buku edisi terjemahan Navilla ini, kisah Hayy bin Yqdzon disertai pula catatan ahli dari Ustadz Faruq Sa'ad berjudul "Perjalanan Pengetahuan Manusia dalam Kisah Hayy bin Yaqdzon" yang panjangnya hingga 110 halaman. Di sana diulas mengenai karya Ibnu Thufail ini dari segi sastra, teori filsafat, hingga pengaruhnya terhadap kesusasteraan dan seni barat. Kisah Hayy bin Yaqdzon mengilhami lahirnya karya-karya, sebut saja yang populer seperti The Jungle Book-nya Rudyard Kipling, Robinson Crusoe-nya Daniel De Foe, dan serial Tarzan.

*Anyway, review ini mungkin tidak cukup menggambarkan kandungan kisah Hayy bin Yaqdzon yang sesungguhnya. Filsafat bukanlah "makanan" saya, sehingga agak sulit membahasakan ulasan buku ini dengan tepat. Jujur saja, bagi saya, membaca buku ini memerlukan energi ekstra untuk menyelaminya. Banyak kalimat yang kurang cukup untuk dicerna dalam sekali baca, entah itu karena isinya yang "dalam", ataukah dari segi penerjemahannya yang agak kurang maksimal? Karena ada kalimat-kalimat yang terasa tidak purna namun sudah diakhiri titik. Wallahu A'lam.  

**Saya sungguh bersyukur menemukan buku ini, satu di antara bejubel tumpukan buku obralan di salah satu stand pameran buku. What a coincidence! (?) Awalnya Hayy bin Yaqdzon adalah salah satu buku klasik yang masuk kategori "hanya pernah dengar judulnya" (dan jarang terlihat di toko buku) :D 

*** Bagi yang penasaran, bisa baca online versi terjemahan Bahasa Inggrisnya di:
 (link ini).

View all my reviews

Komentar

  1. Menarik!,
    bisa pinjam bukunya?

    BalasHapus
  2. Bisa saja.
    Tapi aku harus minjemin ke siapa?
    :P

    BalasHapus
  3. waduuuch,,, aq lg butuh bget buku itu,,,, belinya dmna ea??? hmmm....

    BalasHapus
  4. @Amrina Rose:
    Aku beli pas ada pameran buku, jadi memang tak sengaja ketemu buku ini, nyelip di antara tumpukan buku obralan lain :)

    BalasHapus
  5. Udah dapat Softcopynya :)

    BalasHapus
  6. saya punya bukunya. harganya sangat murah hanya 15rb saja kalau tidak salah saya beli....:)

    BalasHapus
  7. Softcopy-nya itu terjemahan Indonesia ato Inggris?

    @Den: tak punya. Aku sih punyanya bukunya :)

    @Gun: Sama. obralan :D

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Ada Surga di Rumahmu

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ms. Jutek vs Mr. Reseh