26

source: link
In few hours I'll be 26. Hm... 26 tahun waktu yang lebih dari cukup untuk menumpuk kenangan, pengalaman, dan pembelajaran, meski semuanya takkan pernah cukup untuk selesai dirangkum dalam hitungan tahun-tahun semata. Tahun-tahun mendatang, akan ada banyak hal lagi, kenangan baru, pengalaman baru, pembelajaran baru... Kalau saja masih dikaruniai waktu. Tapi ada hal yang mengusikku: 26 tahun adalah juga waktu yang terlalu cukup untuk timbunan penyesalan.

Ya, penyesalan. Memang bukanlah topik yang bagus untuk diperbincangkan di detik-detik pergantian usia. Kesannya cukup negatif jika dibandingkan dengan apa yang biasanya orang ungkapkan di hari saat lilin usia yang bertambah dipadamkan. Harapan, doa, ucapan selamat, perayaan, dan seterusnya tampak lebih ceria untuk diperbincangkan tentunya. Namun, tanpa meniadakan harapan dan doa, yang namanya penyesalan turut terungkap juga. Apa boleh buat, jika mau merenung ke belakang, memang banyak hal yang sudah terlewat, hal-hal yang ingin kulakukan atau kucapai, hingga kini belum tercapai. Kalau membuka-buka lagi catatan lama tentang resolusi hidupku jangka pendek, menengah, dan jangka panjang, kok posisiku jadi lucu, atau agak rancu? Well, ada banyak poin yang kurang nyambung dengan posisiku sekarang. Siapa sangka, apa yang kuinginkan dahulu ternyata masih berlaku hingga sekarang. Tadinya kupikir itu hanyalah keinginan yang bakal berubah seiring waktu. Hm... Mungkin memang ada kekeliruan dalam langkah yang kuambil sejak awalnya, ataukah ini hanya bagian dari berbagai sisi pembelajaran, entahlah. Yang jelas, semua ini membuatku ingin mulai mendengarkan kata hatiku sendiri, yang terjujur, yang terdalam. Apa yang SEBENARNYA aku ingin lakukan?

Jika jujur pada diri sendiri, mendengarkan suara hati yang paling murni tidak begitu mudah. Ada banyak tantangan, godaan, ketaktahuan, dan tawar-menawar atau kompromi yang membuat suara hati menjadi tersamarkan, atau terkubur diam-diam oleh tumpukan salah satu atau kesemua faktor itu. Tidak ada yang salah dengan apapun keputusan yang akhirnya ditempuh sebagai langkah hidup. Namun setelah semuanya, akhirnya banyak pertanyaan yang akhirnya meledak juga: apa ini yang kau inginkan? Apa jalan ini tepat untuk mengantarmu pada cita-citamu yang sesungguhnya? Ah, ya ampun... Kalau ingat aku menulis ini dengan topik penyesalan, rasanya 26 tahunku bukanlah usia yang berbunga prestasi atau kesuksesan. Tuh, kan... kesannya negatif memang. Tapi nggak apa-apa deh, yang penting ini bukan sesi bincang pesimistik. Sebaliknya, aku ingin menjadikan ini sebagai sesi kontemplatif, yang nantinya membuahkan ide-ide dan semangat baru untuk membantuku mendengarkan Sang Kata Hati itu. Ada segudang kemungkinan, pilihan, yang masih akan terbuka menantiku mengisinya dengan bergudang pengalaman dan pembelajaran baru pula.

Kita lihat saja, akan ada apa yang baru di 26 ini? Jadi mahasiswa S2? Jadi ibu rumah tangga? Atau... jadi orang yang merdeka? Atau masih memperjuangkan kemerdekaan? Atau... sesuatu yang belum terpikirkan sekarang? Haha... I'm getting excited just thinking about this :D.


*BTW, semalam aku memimpikan ibuku. Akan aku anggap itu sebagai kado ulang tahunku :)

Komentar

Popular Posts

25 Coffee & Kitchen, Cafe Asyik di Arcamanik, Bandung Timur

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ada Surga di Rumahmu