Misteri Apel Newton

Misteri Apel NewtonMisteri Apel Newton by James Gleick

My rating: 5 of 5 stars


Woww... Ternyata... Isaac Newton itu begitu yaa... Seringkali lintasan-lintasan komen kecil macam itu terbetik ketika membaca buku ini. Tidak menyesal jadi membeli buku ini (pada awalnya sempat ragu karena tak yakin ini buku bakal mengulas sosok Newton di sebelah mananya, dan tak punya referensi apa pun, hanya melihat buku ini di suatu stand pameran buku). Di lihat dari judulnya, "Misteri Apel Newton", terjemahan dari buku berjudul asli "Isaac Newton" karya James Gleick ini memang membuat buku ini agak kurang transparan mengenai apa kira-kira isinya. Plus sub judul dibawahnya yang berbunyi : Kisah Pergulatan Seorang Isaac Newton memberikan kesan ambigu juga, apakah yang dimaksud "kisah" disini adalah kisah hidup alias biografi ataukah kisah novel (biografi yang difiksikan). Dan ternyata...

Ini adalah sebuah buku biografi tentang Isaac Newton, ilmuwan besar sepanjang masa yang mendapat peringkat-2 dalam buku 100 Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah-nya Michael Hart setelah Nabi Muhammad (mengalahkan peringkat Yesus). Jenius yang lahir pada masa yang masih serba gelap. Si penyendiri yang masih penuh teka-teki. Di buku ini, James Gleick menyajikan Newton dengan cara yang menarik. Tersusun atas hasil telaah terhadap dokumen-dokumen, surat-surat pribadi, buku-buku catatan Newton, & seabreg referensi lainnya, membaca buku ini ibarat memasuki gerbang masa lalu, tahun-tahun kelam yang masih menyelimuti Eropa pada abad 17-18an, dan menyelami alur pemikiran Newton, waktu ke waktu, berikut emosi-emosi yang kadang menyertainya.

Buku ini mengungkap lebih banyak daripada "sekadar" Newton sebagai matematikawan & fisikawan brilian. Tentu saja, alur pemikiran Newton dalam bidang ini diungkap perlahan, mulai dari pertanyaan-pertanyaan filosofis yang menghinggapi pikiran Newton muda (dan dicatat dalam buku catatannya), minat & antusiasme tinggi dalam mengamati fenomena-fenomena alam sehari-hari, pencarian jawaban & bukti-bukti, juga kesulitan-kesulitan (karena kurangnya data atau keterbatasan kosakata yang tepat untuk menamai suatu istilah saintifik yang belum ada, misalnya) hingga kemudian perdebatan-perdebatan yang sebagian diantaranya berkepanjangan dengan ilmuwan-ilmuwan lain yang berbeda pandangan. Semua ini, rangkaian pencarian jawaban atas pertanyaan-pertanyaan filosofis tentang alam ini digambarkan cukup mendetail melatari proses lahirnya mahakarya Newton, Prinsipia, juga Opticks. Membuat kita seperti menyaksikan perjuangan panjang Newton memecahkan teka-teki pergerakan benda-benda, juga misteri tentang cahaya & warna-warna. Yang mengesankan adalah, gaya tutur buku ini dalam meng-guide "tur ke alam pemikiran Newton" ini cukup indah, dan filosofis (entah mungkin karena esensi filsafat alam itu sendiri memang filosofis), misalnya ketika menggambarkan pencarian solusi untuk gerak benda-benda, ketika fondasi metode kalkulus (yang belum lagi bernama) mulai tercetus. Ini membuat kita menyadari (kembali) bahwa esensi dari apa yang kini telah terumuskan dalam sebuah persamaan matematis ternyata tidaklah semembosankan kelihatannya.

Lalu, bagaimana dengan apel? Judulnya memang menggelitik, karena selama ini apel seperti menjadi ikon untuk inspirasi Newton dalam menemukan gaya gravitasi. Setidaknya begitulah mitos berkata, bahwa Newton menyadari gaya gravitasi ketika melihat apel terjatuh (?). Yah, tidaklah sesederhana itu juga. Kenyataannya, penemuan konsep gravitasi universal memerlukan jalan yang demikian panjang. Tapi kalau melihat isi buku ini yang ternyata bukan tentang misteri apel-nya Newton :D, secara harfiah, judul itu jadi punya daya tarik lain, karena kini ia bisa dipandang sebagai simbol. Simbol yang kuat, yang bisa saja ditafsirkan sebagai misteri pemikiran Newton. Karena sebagai buku biografi, yang paling banyak mengambil porsi adalah tentang rangkaian pemikirannya.

Kalau bukan "sekadar" matematikawan & fisikawan, lalu ini buku tentang sosok Newton yang mananya lagi? Yups, ternyata Newton itu banyak sekali minatnya. Dia berminat juga pada ilmu Alkimia (bukan kimia, waktu itu kimia belum ada). Alkimia itu seni yang misterius (& tertutup), yang karena sifatnya itu bahkan tidak sesuai untuk dikategorikan sebagai sains. Bukannya condong pada sifat ilmiah, Alkimia malah lebih condong pada sifat mistik (atau magis?). Selain berupaya mengubah logam-logam menjadi emas, ada pula upaya membuat "philosopher's stone" (Jadi inget Harry Potter :D). Ketika manuskrip-manuskrip alkimia milik Newton ditemukan, fakta ini mencengangkan.

Hal mencengangkan bagi sebagian besar orang lainnya yang menyangka Newton seorang rasionalis sejati adalah minatnya pada teologi. Newton sangat kritis pada agamanya sendiri, meragukan konsep trinitas, bahkan meneliti dengan serius keotentikan Al-kitab, mencerca para pendeta atau paus yang dianggapnya menambah-nambahkan & menyelewengkan isi Al-kitab. Tentu saja semua ini terungkap dari dokumen-dokumen pribadi yang dirahasiakan Newton, mengingat pemikiran bid'ah semacam itu bisa membuatnya terancam jika sampai ketahuan. Paradoksnya, seperti yang diungkap buku ini, semakin ia meneliti & kritis, semakin ia beriman sekaligus bid'ah. Mungkin penemuan manuskrip-manuskrip semacam itu yang menginspirasi Novel Da Vinci Code? Bahwa Newton anggota perkumpulan sekte rahasia?

Sosok Newton ini memang dikatakan sebagai salah satu tokoh paling misterius dalam sejarah. Tak heran, menyimak bagaimana kepribadian Newton yang penyendiri, tidak suka publikasi, dan lebih senang menghabiskan sebagian besar waktunya untuk bekerja sendiri, dan berjuang sendiri memuaskan dahaga akan ilmu pengetahuannya yang demikian besar. Karena tidak suka publikasi ini, banyak sekali tulisan-tulisan buah pemikirannya jauh sebelum Prinsipia lahir yang hanya bertumpuk untuk koleksi pribadinya. Ini juga yang nantinya jadi pemicu polemik panjang dengan Leibniz soal siapa penemu kalkulus yang sebenarnya. Perang debat antar-ilmuwan ini dipaparkan di buku ini dengan cukup seru :D. Apalagi mengenai bentrokan pendapat & saling serang lewat tulisan dengan musuh bebuyutannya, Robert Hooke, yang tampaknya di mata Newton begitu menyebalkan dan selalu membuatnya marah. Kadang-kadang membaca emosi & sikap arogansi pada bagian ini cukup lucu juga, mengingat pertengkaran panjang itu kadang terasa kekanakan, untuk ukuran seorang ilmuwan besar jenius. Tetapi begitulah salah satu sisi manusiawi sosok Newton. Pernah pula depresi berat hingga di ambang kegilaan.

Terlepas dari berbagai keterbatasan manusiawinya yang niscaya, tak dapat dipungkiri, andilnya dalam perkembangan ilmu pengetahuan memang begitu besar. Dan teorinya, mekanika klasik, meskipun kini telah "terkalahkan" oleh teori fisika kuantum, telah membawa revolusi besar dalam sejarah kehidupan manusia, memang tak terbantahkan.

"Alam dan hukum alam tersembunyi di balik malam.
Tuhan berkata, biarlah Newton ada! Dan semuanya akan terang benderang"
.
(salah satu puisi yang menyanjung Newton) 

Selain memperkenalkan banyak sisi Newton, buku ini juga membuat kita menyimak reaksi orang-orang pada zamannya ketika ide-ide baru tentang filsafat alam yang "di luar bayangan siapa pun" dikemukakan. Prinsipia, misalnya, seperti halnya penulisnya sendiri, begitu terkenal. Tak hanya menuai sanjungan, tetapi juga penolakan dan cibiran. Prinsip-prinsip matematisnya memang akurat, tetapi ide bahwa gerakan benda-benda di angkasa dikendalikan oleh "gaya-gaya tak kelihatan" masih membuat sebagian orang shock, terlalu mengerikan & menganggapnya takhayul. Menyimak Newton & jamannya, membuat kita juga mengintip sedikit sejarah perkumpulan ilmiah Royal Society, karena Newton pernah turut meramaikannya & belakangan menjadi ketuanya. Jadinya buku ini tak hanya mengajak kita "tur pemikiran", tapi juga "tur sejarah". :)



View all my reviews

Komentar

Popular Posts

Novel Milea: Suara dari Dilan

Yuk, Berkunjung ke 5 Tempat Wisata Malam di Surabaya Ini

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon