The Blind Owl

The Blind Owl: Dunia Retak Sang PecintaThe Blind Owl: Dunia Retak Sang Pecinta by صادق هدایت

My rating: 2 of 5 stars


Seperti kata review temen-temen lain, ini novel emang suram banget. Secara tulisan sih bagus menurutku. Meski temanya suram dan bacanya seram, tetapi gaya penulisan Sadeq Hidayat ini cukup puitis. Diksi-diksinya lumayan bagus. Terjemahannya juga enak. Tetapi sayangnya itu ya temanya aku ga suka. Sadeq Hidayat disini terlalu terobsesi dan memuja kematian dan memandang kehidupan dengan full pesimistik. Tak mengherankan sebenarnya mengingat penulis yang satu ini sudah dua kali mencoba mengakhiri hidupnya sendiri dengan bunuh diri, dan berhasil pada usahanya yang kedua itu. Memang sisi kelam kehidupan dan penderitaanlah yang disampaikan di karya yang disebut-sebut sebagai masterpiece-nya ini. It was ok. Memang bagus ketika dia mengupas hal itu. Secara sastra juga banyak dipuji. Tapi buatku ini tak seimbang ah. Toh hidup juga punya dua sisi, bahkan banyak sisi. Tak seluruhnya sekelam itu... So, secara keseluruhan buatku: karya yang bagus, tapi aku ga suka. Jadilah 2 bintang saja.

Selain novel pendek the Blind Owl, buku tipis ini juga disertai beberapa cerpen. Kisah the Blind Owl-nya sendiri benar-benar suram, dan aku ga terlalu ngerti jalan ceritanya, hehe. ilusi dan realita entah tak bisa dibedakan. Maklumlah, tokohnya juga gila. Dan kisah kehidupannya juga cukup aneh-aneh dan seram.

Cerpen-cerpennya berbeda-beda nuansa, meski secara keseluruhan temanya masih relatif sama: pandangan terhadap kehidupan yang pesimistik, sarkastik, dan diantaranya ada yang secara gamblang memuja kematian (lagi-lagi!). Meski demikian, aku cukup terhibur dengan adanya cerpen-cerpen ini yang sama sekali berbeda-beda nuansanya setelah dicekam seram oleh cerita Blind Owl-nya yang bernuansa kelam.



View all my reviews

Komentar

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

Happy Yummy Journey, Perjalanan Traveler Perempuan Korea Pecinta Durian Mencari Tempat-tempat Membahagiakan