The Story Girl

The Story Girl The Story Girl by L.M. Montgomery

My rating: 3 of 5 stars


Sebuah kisah masa kecil 7 orang bersahabat yang sederhana namun indah. Kisahnya memang sederhana, menceritakan hari-hari mereka dengan berbagai dongeng, permainan, dan kekonyolan khas anak-anak. Natural sekali (hanya agak lebay saat menceritakan pesona si Gadis Dongeng kala mendongeng). Aku paling suka dengan setting yang digambarkan dalam kisah Gadis Dongeng ini. Menyenangkan sekali membayangkan keindahan tempat tinggal dan tempat bermain Gadis Dongeng dan kawan-kawan di sekitar kediaman keluarga King di Carlisle di Pulau Prince Edward. Cara Lucy M. Montgomery menggambarkan setting cerita, lingkungan kediaman keluarga King yang menyimpan sejarah keluarga berpuluh tahun yang tetap terjaga, benar-benar kuat dan mengesankan. Aku seperti dapat membayangkan rumah tua keluarga King dengan lingkungan sekitar yang khas: Kebun King dengan pohon-pohon apelnya yang adalah Pohon Hari Kelahiran keluarga, Jalan Setapak Paman Stephen, tempat bermain favorit "Batu Khotbah", juga pepohonan cemara, mapple, willow, dan bunga-bunga yang beraneka dan menambah keindahan musim semi. Peternakan, hutan cemara, bukit, padang rumput... benar-benar indah. Seperti alinea penutupnya yang juga indah:

"Musim panas kami yang begitu indah sudah berakhir. Kami mengalami begitu banyak kegembiraan, keindahan pagi hari, lamunan dan kemewahan pada tengah hari, serta kedamaian pada malam-malam panjang berwarna lembayung. Kami menikmati nyanyian  burung, hujan keperakan di ladang yang menghijau, badai di antara pepohonan, padang rumput dengan bunganya yang bermekaran, dan percakapan dedaunan yang berbisik-bisik. Kami bersahabat dengan angin dan bintang, buku dan dongeng, serta tungku api yang menyala pada musim gugur. Kehidupan kami diisi dengan tugas ringan sehari-hari yang menyenangkan, persahabatan yang indah, diskusi, dan petualangan. Kenangan kami akan bulan-bulan yang telah berlalu itu jauh lebih kaya daripada yang kami duga. Dan, di hadapan kami, terbentang mimpi akan musim semi. Memimpikan musim semi selalu aman karena musim semi pasti datang. Dan, jika tidak seperti yang kami bayangkan, itu akan jauh lebih indah."



View all my reviews

Komentar

Popular Posts

Ada Surga di Rumahmu

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ms. Jutek vs Mr. Reseh