The 1st Day

The First Day (Le premier jour)The First Day by Marc Levy

My rating: 3 of 5 stars


"Hidup ini memiliki banyak imajinasi yang kita gabungkan bersama. Ia terkadang membawa keajaiban-keajaiban kecil. Segalanya mungkin terjadi, kita hanya harus percaya dengan sekuat tenaga." -Surat Ivory, hal.483.

Hmm, apa yang hendak kuceritakan tentang membaca buku ini? Yang jelas, di akhir aku sedikit kecewa mengetahui bahwa ceritanya bersambung ke buku berikutnya, aku tahu dari Goodreads sekuelnya berjudul The First Night, padahal di bukunya ga tersirat tanda-tanda apapun bahwa buku ini dwilogi (atau berapa-logi?). Ugh, jadi greget penasaran kelanjutannya, padahal kapan gitu The First Night bakal terbit di Indonesia? belum jelas juga :(.

Meskipun entah kenapa (tak seperti biasanya) aku tak terlalu impressed amat setelah menamatkan alur ceritanya yang penuh petualangan itu, sesungguhnya ide cerita Marc Levy ini sungguh menarik. Sebuah petualangan tentang pencarian kepingan-kepingan misterius yang mengungkap peta bintang-bintang di langit malam yang hanya bisa dilihat dari bumi 400 juta tahun lalu. Peradaban macam apakah kiranya yang sanggup membuat peta bintang yang demikian akurat, sementara fosil manusia tertua saja diduga berumur 6 juta tahun 'saja'? Petualangan menuju sebuah penemuan yang mampu menghancurkan seluruh fondasi ilmu pengetahuan tentang alam semesta.

Kekuatan lain yang menarik dalam buku ini yaitu sepasang tokoh utamanya yang adalah seorang astrofisikawan dan seorang arkeolog. Yang satu berminat menggali langit, yang satu berminat menggali bumi. Sekilas tak nyambung, tapi ini memang sepasang perpaduan yang indah. Yang satu mengejar jawab akan pertanyaan dimana alam semesta bermula, yang lainnya mengejar tanya asal mula umat manusia.

Petualangan sepasang ilmuwan muda ini membawanya menjelajahi tempat terpencil Danau Turkana, Etiopia, pegunungan terjal Hua Shan, Cina, hingga Pulau Sumur Neraka, Pulau Narcondam di tengah Laut Andaman, Myanmar (setidaknya baru sampai situ di buku ini). Setting cerita juga tersebar di Inggris, Prancis, Jerman, yunani, Etiopia, dan banyak lagi. Petualangan yang bukannya tanpa ancaman hidup mengejar suatu pengetahuan yang juga diburu oleh sebuah kelompok konsprasi bawah tanah.

Uh, penasaran kelanjutannya... karena petualangan di buku ini sama sekali belum purna, baru 3 dari 5 keseluruhan kepingan misterius yang ditemukan. Seperti tokoh-tokohnya, aku juga bertanya-tanya apa yang yang akan terjadi jika kelima kepingan misterius disatukan, pengetahuan tentang semesta macam apakah yang tersembunyi disana?

*

"... kita akan kesulitan membuka jalan menuju kebijaksanaan tanpa memahami kemegahan alam semesta ini dan bertanya-tanya mengenai ketidakterbatasan." -The First Day, p.424



View all my reviews

Komentar

  1. Saya juga sudah baca buku ini dan ga nyangka ada sequelnya dan udah telp ke Bentang Pustaka apakah sudah ada sequel nya..
    teryata belum ada..

    mudah mudahan cepet ada...

    ceritanya cukup menarik...

    BalasHapus
  2. Iya, greget kalau ga sampai tamat bacanya, menggantung begitu...

    Perkiraanku bakal agak lama mungkin menunggu terjemahannya (itu pun kalau Bentang mau nerbitin lagi kelanjutannya), soalnya sequel aslinya juga belum lama terbit tampaknya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Novel Milea: Suara dari Dilan

Quiet, The Power of Introverts [Wishful Wednesday #6]

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon