Sepuluh Juni


10 Juni ...

Apaan tuh sepuluh juni?
Tanggal biasa, hanya saja wall FB-ku penuh dengan ucapan selamat dan doa-doa sehingga menjadi tidak biasa. Di sepanjang hidupku, sepuluh juni ya 10 juni... kujalani hari seperti biasanya. Tak ada lilin-lilin, tak usah berharap kado-kado (yah, kalaupun sesekali dapat, itumah bonus ^^). Doa-doa itu bagus, dan biasanya itu yang kuharapkan. Kalau ucapan selamat saja rasanya aneh sebenarnya, apanya yg diselametin? Tapi gapapa, it's okay, thank you :). Jadi, intinya adalah: apa sepuluh juni bagiku?

Nggg... bagiku sepuluh juni ya 10 juni, sebuah tanggal diantara tanggal-tanggal lainnya. Tak terlalu istimewa sebetulnya (eits... bukannya aku tak menghargai sejarah kemunculanku di dunia ini loh...). Memang benar, hari kelahiran seseorang itu tentu istimewa, meski mungkin keistimewaan itu tidak bersifat general tapi sangat personal, tapi toh sepuluh juni tetap saja 10 juni... ia hanya sebuah tanda, penanda waktu. Lalu, kalau aku menandai hari lahirku dengan tanggal kalender hijriyah, misalnya, yang jatuhnya tak selalu bertepatan dengan sepuluh juni, berarti peringatan hari lahirku takkan lagi di sepuluh juni kan... Jadi, 10 juni atau bukan tidaklah terlalu istimewa. Hanya saja, sebagai penanda waktu, penanda bertambah atau berkurangnya usia --tergantung dari segi mana kau melihatnya--, sepuluh juni menjadi semacam monumen bagiku. Layaknya sebuah monumen sejarah yang biasa dibuat untuk memperingati seseorang atau suatu peristiwa bersejarah, sepuluh juni buatku menjadi sebuah monumen waktu, yang mengingatkanku tentang sebuah perjalanan, panjang atau pendek, ---tergantung dari segi mana kau melihat--- kehidupan. Jadi setiap kali aku bertemu sepuluh juni, aku seringkali tertegun, termenung, atau paling parahnya shock, mendapati telah setua ini jalanan yang kulewati. Then a question strucks me: who, or even what, are you right now? Sejauh ini, siapa atau apa kamu sekarang?

Well, dan sekarang sampailah pada sebuah kejujuran. Di sepuluh juni duaribusebelas ini, memoriku diajak berpetualang dalam ranah analisis... yang akhirnya sampai pada sebuah kesimpulan: Aku masih berantakaaaannn....

Baiklah, beberapa teman pernah mengatakan bahwa aku berantakan, dan harus kuakui itu :'(. Entropiku masih terlalu tinggi... Gawat, padahal, menurut hukum ke-2 termodinamika, The entropy of an isolated system which is not in equilibrium will tend to increase over time, approaching a maximum value at equilibrium. Gubrak...

So, I need an action, or the various actions: saatnya menyetrika semua kekacauan dan melipatnya dengan rapi di tempatnya masing-masing!

Komentar

  1. selamat ulang tahun,
    kita sama-sama bulan juni.

    BalasHapus
  2. Terima kasih...

    Selamat ulang tahun juga ya... :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Sajak Melankolis