Apa-apa


Di matamu, aku mungkin bukan apa-apa. Tetapi apa yang kau lihat, aku tak begitu peduli. Di dalam sini, aku punya mata sendiri yang sanggup melihat hal-hal dari sudut pandang yang berbeda. Dengan caraku sendiri, dalam dunia kecilku sendiri. Aku mungkin memang belum apa-apa, karena kuakui dunia kecilku juga belum apa-apa dibanding keluasan dunia yang membentangkan tanah, langit, dan samudera.

Aku tak keberatan mengakui sebagai sebuah titik kecil, bukan apa-apa, yang hadir diantara noktah-noktah lain di sekitarmu. Tetapi aku hadir, ada. Dan bagiku setiap eksistensi selalu punya potensinya sendiri. Bahkan eksistensi yang jauh lebih kecil dari sebuah titik, tak kasat mata tetapi ada, senantiasa menghadirkan potensi yang ia bawa. Sebutlah virus. sebutlah sel. sebutlah atom, elektron, dan seterusnya.

Apalah aku dimatamu, itu aku tahu. Dan tak berusaha kutampik "kebukanapa-apaan"ku ini. Aku memang begitu. Namun telah tertanam dalam diriku bahwa aku takkan berhenti sampai segitu. Jikapun kau tak melihat, aku tidaklah sedang berhenti. Aku tak sedang diam. Biarpun kau anggap aku bukan apa-apa, biarlah Tuhan dan aku saja yang tahu apa yang kucari, dan akan terus kucari, tidak henti. Kau tahu, dunia ini terlalu gamblang menawarkan dinamika untuk siapapun merasa cukup untuk berhenti. Hanya pada kondisi temperatur absolut zero dapat kau temukan partikel atom diam tak bergerak. Kenyataannya, di alam ini atom-atom senantiasa tak diam. Vibrasi senantiasa ada.

Jika kau begitu terganggu dengan "kebukanapa-apaan"ku ini, apakah kau sendiri telah menganggap dirimu telah menjadi apa-apa? Hm... Aku pribadi berpikir bahwa aku takkan pernah bisa menjadi apa-apa. Bukan berarti selamanya aku akan tetap bukan apa-apa. Selamanya aku akan tetap belum apa-apa.

Tak apa kau anggap aku bukan apa-apa. Toh apa-apa dalam pikiranmu juga bagiku bukan apa-apa. Begitu banyak hal yang kucari sampai pandanganmu tentangku menjadi tak penting lagi. Di dunia kecilku ini, dengan lapang dada kuakui aku memang belum apa-apa. Begitu banyak langkah yang masih harus kutempuh untuk kutapaki tanah-tanah yang belum kujelajah. Untuk kuungkap petak-petak langit yang membentang tanpa tepian.Untuk kuselami kedalaman hati samudera dan kulayari riak-riak yang membuih di keluasan permukaannya. Dari sudut pandang kehidupan, aku memang belum apa-apa.

***

I maybe no one, nothing, for you. But...
Give me some sunshine, give me some rain
Give me another chance, I wanna grow up once again...
(Give Me Some Sunshine, OST 3 Idiots)

Bandung, 22 Juni 2011



"We are all in the gutter, but some of us are looking at the stars".
(Oscar Wilde)

Komentar

  1. Antara apa dan apa mendapatkan mengapa..hehehehe

    Salam kenal dan kunjung2 malam...

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

Happy Yummy Journey, Perjalanan Traveler Perempuan Korea Pecinta Durian Mencari Tempat-tempat Membahagiakan