Tentang Ibu



(I)
Malam ini aku berpikir tentang puisi.
Lalu kau menjelma dalam imaji.
Bunda. Rinduku tak cukup kuungkap dalam kata-kata
Lebih dari puisi itu sendiri,
Ibu. Kaulah rindu.


(II)
Ibu.
Kini rindu tak lagi berupa
Hari-hari tanpamu adalah keabstrakan rasa.

Air mata tak lagi berarti suatu apa

Hanya mozaikmu
yang terhanyut arus waktu

Kunamakan ini rindu.
Rindu tak berupa.
yang tak dapat kueja lewat kata-kata

Ibu, tentangmu
Kata-kata tercerabut sudah dariku
puisi menghilang dari sentuhku

Selalu
Ibu, aku rindu.

Hanya itu.


-Mom's day moment-
21 Des 2009

Komentar

Popular Posts

25 Coffee & Kitchen, Cafe Asyik di Arcamanik, Bandung Timur

Novel Milea: Suara dari Dilan

Ada Surga di Rumahmu