Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2009

Tentang Gunung, Buku, dan Imajinasi

Gambar
Judul Tulisan: Gunung, Buku, dan Imajinasi Penulis: Qaris Tajudin Sumber: Rubrik Kolom Koran Tempo Edisi 55, 30 Nov 2008
Tulisan yang menarik ini dapat dibaca di koran Tempo minggu, 30 November 2008. Tulisan ini cukup menggelitik karena mengangkat 'wacana lama' soal minimnya sastra di sekolah yang kait-mengait dengan persoalan membangkitkan minat baca di kalangan masyarakat, khususnya anak sekolah. Berangkat dari sebuah pertanyaan mengenai mengapa kemampuan mengarang anak-anak sekolah begitu rendah? Dari sini penulis mencoba menerka penyebabnya terkait dengan ketiadaan ruang bagi siswa untuk berimajinasi. Sistem pendidikan kita selama ini cenderung memberikan pelajaran yang kesemuanya berupa jawaban pasti yang harus dihapal, tak terkecuali pelajaran seni yang memerlukan imajinasi. Contohnya menggambar. Menggelitik sekali ketika pertanyaan penulis pada sebuah forum: jika anak SD dari Sabang sampai Merauke diminta menggambar bebas, apa yang akan mereka gambar? Semua orang sepakat…

Sekelumit Maryamah Karpov

Gambar
Maryamah Karpov: Mimpi-mimpi Lintang by Andrea Hirata


My review
rating: 3 of 5 stars
Kalau Edensor bercerita tentang tantangan menjelajah berbagai belahan dunia, Maryamah Karpov bercerita tentang tantangan besar menemukan cinta. Kiranya seperti itulah gambaran Maryamah Karpov secara global. Meski, sampai setengah pertama novel sebenarnya cerita masih belum fokus akan dibawa kemana. Kalau boleh, bisa dikatakan bahwa sampai setengah bagian pertama tebal novel ini isinya masih berupa pengantar atau introduction untuk setengah bagian cerita berikutnya. Seperti dalam novel sebelumnya, cerita memang disuguhkan dalam bentuk kepingan-kepingan mozaik. Rangkaian mozaik-mozaik secara keseluruhan menggulirkan kronologis kisah sejak Ikal menjalani sidang magisternya di Universitas Sorbonne, lalu pulang ke kampungnya di Belitong, dan menganggur. Dalam masa pengangguran itulah petualangan cinta itu terjadi. Latar belakang budaya multietnis yang unik di Belitong yang dimunculkan Andrea menghiasi sepan…