Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2008

Membaca: mengapa harus tidak suka terhadap aktivitas yang bermanfaat?*

Gambar
Fenomena rendahnya minat baca di sebagian besar masyarakat kita menarik untuk dikaji karena membaca merupakan aktivitas yang sangat besar manfaatnya dalam membuka cakrawala ilmu. Kegiatan membaca seharusnya menjadi budaya di kalangan masyarakat, karena kegiatan yang tampaknya remeh ini ternyata dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap kemajuan bangsa. Bangsa yang maju adalah bangsa yang melek ilmu. Antusiasme masyarakat yang besar terhadap ilmu pengetahuan dapat menjadi satu langkah menuju bangsa yang cerdas. Ini tidak berlebihan, karena suatu pencapaian yang besar dapat bermula dari kesadaran untuk memulai pencapaian skala kecil.

Masih rendahnya minat baca masyarakat menjadi suatu hal yang patut diberikan perhatian khusus. Betapa tidak, membaca sebenarnya bukanlah suatu aktivitas ‘berat’, sebaliknya dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan jika antusiasme terhadap pengetahuan yang disediakan oleh sumber bacaan tersebut telah tumbuh. Lihat saja bagaimana orang-orang yang gemar…

The Missing Puzzle

: Bunda

Kau dimana?
Yang slalu hadir dalam sudut imaji
Kala aku terbentur sepi,
atau kuyup dalam tetesan lara. Pada akhirnya,
kau yang aku cari dalam keremangan hati
Tanya yang slalu terlahir kembali
dari cipratan rintik gerimis yang singgah
di jalanku yang basah

Kau titik tempat mulaku.
Hingga kau pergi aku masih
mencari selusur jejakmu sembari harap mencapai
titik yang sama.
Kau refleksku. Tanpa sadar aku terus merangkaimu
bahkan saat mozaikmu hilang oleh waktu.
Aku terus mencarimu. Yang tak ada.

Kubilang aku mencintaimu maka rela kulepas
nafasmu menghilang dari nafasku.
Tapi,
Nyatanya aku masih juga bocah yang mengira kau sembunyi
di suatu tempat. Dan aku terus bertanya.
Terus mencari. Saat aku harusnya menjadi
replikamu

Masihkah kau mau tersenyum untukku?

Karena aku ingin mengutip senyummu untuk kubingkai
sekali lagi.
Bilakah seikat bunga doaku mampu melukis
pelangi di wajahmu.
Agar aku dapat mewarnai langit
di kemarauku. Di penghujanku.

Di seluruh musimku.


Bandung, 3…