Kunjungan ke Bandung Islamic Bookfair 2008



Braga, 4 Mei 2008

1 hari menjelang hari terakhir event Bandung Islamic Bookfair yang diselenggarakan di Landmark Convention Hall, Braga, aku baru muncul di sana menjelang Maghrib. Seperti biasa, memasuki area pameran buku seperti ini, mataku pasti kelaparan.... lihat sana-sini banyak sekali buku-buku bagus dengan harga diskon yang bagus pula... hehe... Kasihan sekali temanku yang seleranya tidak sama denganku, harus ikut-ikut stand by di setiap stand yang kurasa berpotensi menyimpan buku-buku yang kuinginkan. Phew! Dan buku yang kuinginkan tentunya banyak sekali... hanya sekadar ingin,,, yah... tapi konsekuensinya ketika ketemu... bingung deh... beli ga... beli ga... Huuuu bingung milihnya.

Tidak semua stand aku jelajahi sih... habis takut lebih banyak buku kutemui dan menggoda imanku... (?) Yang jelas stand Mizan menurutku bagus sekali, meriah dan yang paling penting banyak buku idamanku disana dan yang lebih penting lagi diskonnya itu lho. Ada dua stand Mizan disitu, yang satu diskonnya 50% bo!, dan yg satu lagi, dengan buku-buku yang lebih baru dan golongan bestseller diskonnya 20%. Di dekat buku-buku Laskar Pelangi, ada satu buku yang menyita perhatianku... A Thousand Splendid Suns, karya Khaled Khossaini... semua penggila novel tahu, itu buku bagus. Tapi... akhirnya aku menunda untuk membelinya. Ya, 'menunda' karena seperti biasa, dengan optimisnya aku berpikir next time aku pasti bisa mendapatkannya... Di stand tersebut aku malah beli buku anak-anak, buat adikku. Bingung... Tapi akhirnya setelah mikir jungkir balik berurusan dengan prioritas buku dan dompet... jadi aja deh.

Di stand kedua setelah puyeng-puyeng mikir juga... tahulah, bingung milih n itung2an saku... dengan nekatnya aku beli 2 buku lagi. Habis gimana... tuntutan profesi... eh, hobby yang dengan angkuhnya tak mau ngerti sisi kedewasaan diriku sendiri... huh, kenapa susah sekali mengendalikan kegilaanku yang ini? Berulang-ulang godaan diskon setengah harga itu menjerit-jerit merasuki pikiranku...

Dan setelah puyeng memikirkan konsekuensi pengeluaran ini, tak lupa melibatkan temanku yang juga bingung dengan tingkahku (kasihan deh, sebenernya), akhirnya aku bayar di kasir, lalu menghitung sisa rupiah di dompet... lalu bergumam, "Aku gila!"

Setelah itu aku bertemu De Winst, karya terbaru Afifah Afra, diskon 30% di suatu stand yang lain. Tahu aku hanya fokus menimang satu buku itu, eh, mas penjaganya ngomporin terus mumpung diskon... kapan lagi... Jangan siksa aku, please! Masih untung, Alhamdulillah untuk godaan yang satu ini aku masih bisa mengendalikannya. Itupun setelah perenungan panjang terlebih dahulu sambil duduk di kursi stand orang, kaki pegel nian... dan otakku sibuk nian... itung... itung... Akhirnya, langsung kugamit lengan temanku, "Yuk, pulang!" sebetulnya dalam hati memendam gregetan karena sebetulnya ingin sekali beli De Winst.

Ritual biasa setiap kali ada pameran buku... Dan aku jadi berlebih2an begini menuliskan pengalamannya... Maaf deh kalo nyampah banget.

Alhamdulillah, komik anak sekolah yang aku beli buat adikku, setelah aku perawanin dulu bacanya, ternyata asyik juga. Matematika Bikin Ketawa, buat anak kelas 4-6 SD. Kurasa adikku akan menyukainya, semoga. Selama ini mintanya dibelikan buku cerita sih... Kuharap dengan dibalut cerita komik yang lucu begitu jadi alternatif buat dia belajar matematika dengan enjoy. Emang lucu sih... garing, kadang.

Dan sekarang sudah melahap setengah buku Stephen King on Writing... menyimak bagaimana seorang King berjuang melewati lika-liku hingga mengantarkannya menjadi seorang penulis populer, rajanya novel-novel thriller dan horor bestseller. Buku satunya lagi tinggal menunggu giliran...

Komentar

Popular Posts

Bandung Kunafe, Oleh-oleh Kekinian Kolaborasi Omesh & Irfan Hakim

Novel Milea: Suara dari Dilan

Happy Yummy Journey, Perjalanan Traveler Perempuan Korea Pecinta Durian Mencari Tempat-tempat Membahagiakan