Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2007

The White Castle

Gambar
Judul Buku: The WhiteCastlePenulis: Orhan PamukPenerjemah: Fahmi YamaniPenerbit: Serambi, Jakarta 2007
Buku ini berkisah mengenai seorang budak yang menjalani kehidupan yang aneh bersama tuannya yang memiliki kemiripan mencengangkan dengan dirinya. Sebuah kehidupan yang sangat berbeda dari masa lalunya, yang pada mulanya sama sekali tak pernah terbayangkan olehnya. Sebuah kehidupan yang membuatnya tersiksa, gelisah, tak bebas, terhina, marah, benci, rindu, bangga, bingung, penasaran… Segala bentuk emosi yang terus berputar dan turun-naik yang tersimpan di dalam pikirannya.

Cerita kehidupan seorang budak asal Venesia ini bersetting Turki pada masa sekitar abad ke-17. Semuanya berawal ketika kapal yang ditumpanginya, yang tengah berlayar dari Venesia menuju Napoli, berhasil ditaklukkan oleh armada kapal perang Turki. Inilah titik balik kehidupannya, yang pada mulanya seorang bebas merdeka, berubah menjadi tahanan yang terbelenggu. Bersama para tawanan lainnya, ia diangkut ke Istanbul dan …

The Beginning

It's only the beginning

When I try to open my eyes

And I see the world

Without knowing which part I belong to

So I begin to walk...

Just following wherever the sunlight shows the way

But when the way asks me my destiny,

I can only say my destiny is somewhere when I find a place while my steps begin to slow down...and stop

Stop for a while,

So I can ask, I can think, I can learn

From the journey I left behind

And when I find the answers, I start continuing my journey

Until I arrive at my true destiny

'Cause this time I've already knew...

Yes, my TrUe DeStiNy

But if I find the answer is 'this is not my way....

this is not the way that lead to my purposes....

this isn't my true world...'

And I'm aware I'm lost,

I start walking in the direction where I'm sure it's right

With my awareness that 'it's only the beginning'

Yes, It's only the beginning

Where I start making m…

Kampung Halaman

Ialah yang pertamakali kusapa dengan tangis,yang pertamakali kulihat dalam hidupLalu mengalirlah zaman bersama derasalur kehidupan menggores kenang yang yang mengendapSeperti pasir-pasir sungai buminyaYang kini berangsur-angsur kering airnyaIalah yang kutinggal sementara waktuMengembara mencari bekal dan ilmuLalu waktu yang bersaksiPerubahannya dan perubahan tentang diriSeperti yang kau lihat, siapa aku ini?Siapa aku ketika semua tak seperti dulu?Ialah yang dahulu menjadi bumi kedamaianIalah yang dahulu menjadi bumi kerinduanKala padanya terdapat ruh kehidupanSeperti yang kau lihat,apa yang terjadi kini?Apa yang terjadi, ketika semua hilang seiring waktu?Ialah tanah tempat bibit rindu masih kutanamNamun perlu waktu bermusim hingga buahnya ranum dan matangTuk sanggup memanggilku pulang…
31 Oktober, 2003

Huru-hara Hariku

Hari ini kenapa ya... ga enak badan begini... Pagi-pagi dah mual-mual, mana kuliah jam 7 lagi. Mana ruangannya di lantai tiga, kagak ada liftnya... sempet mikir jangan2 gw bakal pingsan nih, hehehe... Untung ini baru pertemuan pertama, jadi keterlambatan masih ditolerir. Ternyata... syukurlah! Ini adalah kuliah pertama yang sejak awal bikin gw terkesan. Seperti kebanyakan yang laen, belom masuk materi, baru penjelasan berbagai aturan maen & sedikit gambaran apa aja yang bakal dipelajari disini, di biokimia medis. Bakal banyak tugas presentasi lagi nih... tapi ada yang sedikit beda dari biasanya. Bakal ada tugas mempresentasikan ulang seminar online dari suatu situs sains. Yang agak bedanya ya... presentasi & diskusinya juga pake English juga, heheh... gubrak deh! Tapi keren juga. Begitulah, selama 2 jam kuliah ini ditekankan sekali oleh Sang Dosen tentang pentingnya menguasai English, terutama penguasaan bahasa tulisnya dulu, lalu oralnya juga. Pokoknya seneng deh ikut kuliah …

Petiklah Dawai Jiwaku

Petiklah dawai jiwakuAku ingin dendangkan untukmu lagu-laguTentang canda, tentang tawa, tentang luka, tentang rinduTak peduli kau anggap semua hanya nada-nada yang tak perluBiarlah kau namai aku pengamen jalanan yang tak lakuAku hanya ingin menghibur dunia semampukuBerpalinglah lagi, jika memang jemu atas semua iniAku tak memaksamu untuk menjadi sok nyeniAku hanya ingin belajar untuk menata hatiku sendiriMemahami dunia yang sibuk dengan urusannya sendiri-sendiriPetiklah dawai jiwakuAku ingin menari di atas kakiku sendiriBelajar menghayati gerakan awan di bawah lengkung pelangiTak peduli kau anggap semua hanya teater konyol yang sepiAku hanya ingin memaknai keindahan dengan caraku sendiriBerpalinglah lagi, jika memang kau tak jua mengertiAku tak memaksamu ‘tuk bersandiwara dalam sandiwaraAku hanya ingin rasakan tarian ilalang dibuai angin sabanaMenurut kemana angin berhembus tanpa tercerabut dari akarnyaPetiklah dawai jiwaku, dan berpalinglahAku malu mengajakmu bernyanyi atau menariAku…

FR PMB Kamamuki

Kemaren, tgl 18 Agustus 2007 Kamamuki (Keluarga Mahasiswa Muslim Kimia) ngadain Penerimaan Mahasiswa Baru buat angkatan 2006. Kok 2006? Soalnya mereka baru masuk jurusan setelah selama setaon di TPB. Sistem sekarang ni kan mereka selama TPB tuh belom nentuin jurusannya apa, baru fakultasnya doang. Jadi, selama ini kegiatan mentoring mereka juga yang megang masih LDF (Lembaga Dakwah Fakultas). So, sekarang ni baru deh mereka dikenalin sama LDD (Lembaga Dakwah Departemen) Kamamuki.

Pagi-pagi jam 7 kita ngumpul di depan departemen, yaitu pos 1. Dari sini dilakukan pembagian kelompok & beberapa instruksi. Peserta yang ikut sih ga terlalu banyak, habis bentrokan sama OHU (Open House Unit) kampus sih. Banyak yang jadi panitia OHU juga. Abis gitu kita bergerak ke kampus UPI, ke pos 2. Di pos 2 buat ngisi waktu ada games dadakan, melatih daya ingat... intinya sih buat ta'aruf (kenalan). Setelah capek adu skors antara kelompok peserta & kelompok panitia (panitia juga ikutan...), ist…

Monolog Bisu

Aku menatap kosong penaku yang bisuLalu aku pun bisuLantas semua menjadi bisuKeramaian telah hilang terisap senyapTerpaku dalam bungkam yang mencekamPikiran. Teronggok lesu di pojok ruangNurani yang sembunyiBerbisik diam-diam kepada kertasku yang lelah menantiRindui penaku bernyanyi dan menariLagu-lagu yang tersimpan di bilik memoriSimfoni dan melodi yang terkunciDi pintu keluar pondok inspirasi:Aku tak ingin mati!16 Agustus 2007

Bebintang

Malam yang kau lukis di kanvas langit kitaJangan lagiberbentuk jubah hitamBiarkan kuasmu menoreh corakTitik-titik cahayaKerlip bebintang16 Agustus 2007

Melakukan Perubahan Diri

Perubahan diri? Berubah menjadi Ksatria Baja Hitam?? Transformasi jadi kodok?? Bukannn!!! Ini iseng-iseng mau share ilmu dari Aa Gym waktu beliau dulu ngasih ceramah di kampusku sewaktu acara Indahnya Kebersamaan With Aa Gym (dengan beberapa modifikasi =P). ------------------------------------ Hidup ini terus berubah seiring perjalanan waktu, maka kita pun harus selalu berubah setiap waktu. Mengapa? Karena jika kita tetap diam di tempat, jumud, tidak bergeser dalam arti melakukan perubahan, maka kita akan tertinggal. Apalagi di era globalisasi seperti sekarang ini, kecepatan perubahan kehidupan di dunia ini sudah semakin tinggi. Kita tidak perlu takut untuk berubah, tentunya dalam artian berubah ke arah yang lebih baik. Referensinya sudah sangat jelas, baik dalam ayat Al-Qur’an maupun dalam hadits Nabi Muhammad SAW. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka sendiri mengubahnya. Dalam hadits sendiri disebutkan bahwa: ha…

Harry Potter and The Deathly Hallows

Gambar
Cover Buku Harry Potter and The Deathly Hallows






Tegang, mendebarkan, membuat penasaran. Seperti biasanya, begitulah suasana yang Rowling tebarkan dalam novel pamungkas seri Harry Potter ini, membuatpembacanya tak dapat berhenti membaca sebelum tuntas hingga akhir. Dalam buku ketujuh dari seri fantasi Harry Potter ini, pembaca yang penasaran akan fenomena-fenomena yang masih dibuat misterius oleh Rowling sepanjang seri pertama hingga keenam akan dapat menemukan jawabannya. Sebagai salah satu contoh misalnya tentang Severus Snape, yang pada buku-buku sebelumnya masih misterius apakah dia berpihak kepada Lord Voldemort ataukah kepada Albus Dumbledore. Pada buku pertama, Harry Potter and The Sorcerer’s Stone, di akhir cerita diungkapkan bahwa sesungguhnya Snape melindungi Harry, artinya dia berpihak kepada Dumbledore. Namun, pada buku ke-enam, Harry Potter and The Half-Blood Prince, di situ diceritakan tentang Snape yang tampaknya merupakan a faithful death eater. Bahkan saat Bellatrix Les…

Catatan Pengingat Nikmat

Rabb…Nikmat mana yang hendak aku dustakan?Setiap saat, setiap detik, Setiap penggalan nafasSetiap detak jantungSetiap aliran darahkuYang ada hanyalah kuasa-MuNikmat mana yang hendak aku dustakan?Saat aku mengenal sepiSaat aku terliput laraSaat aku menangis piluYang ada hanyalah cobaan-MuMasihkah aku melupakanmu?Nikmat mana yang hendak aku dustakan?Saat aku masih tersenyumSaat aku bersuka citaSaat aku riang ceriaYang ada hanyalah pemberian-MuMasihkah aku dapat berpaling?

Malam Mati

Malam yang mati, jiwa tertidurMelupakan saat dibangkitkan esok untuk berdiri,Menghadap Tuhan selepas selimut kuburLepas ingatan pada gelap kamar pembaringan yang sepi, sunyiLupa nyalakan penerang, sang pelita yang benderang Terhapus memori tentang aktivitas tadi siangSaat jadwal maksiat masih tercatatDan tertutup celah mimpi tentang taubatMunajatpun terlewat

Kesederhanaan Kata

Ajari aku menorehkan kata dengan sederhanaAgar lapis-lapis kerumitan makna dapat tersingkap secara sederhanaDan kesederhanaan menjadi inspirasi terbaikMenemukan kehakikian arti segala

Salahku

Jangan hujani petak-petak hatiKarena rinai yang menitik menghunjammu bagai jarum-jarumHujan air mata itu terbetik dari gelegar petirkuPadahal aku hanya ingin melecut langit barang sekejap, biar retak oleh serat-serat bunga apiBarangkali aku hanya hendak menguak sepetak langit yang keluasannya tak tergapai, tersaput awan-awan misteri yang belum kumengertiTapi nyatanya telah koyak sepetak hatimu,lalu aku memendam perih yang samaAku ingin berbagi empati atas titik-titik peluhmu,pun air matamuTapi lidah ini nyata membeku saat harus kunyatakan pengakuankuLalu maaf itu masih terbingkai rapi dalam balok es yang dingin
… Pa, akankah kau memaafkanku?

Labirin

Benar katamu. Hidup laksana labirin yang dapat menyesatkanmu berkali-kali. Ada banyak jalan yang bisa ditempuh tuk membebaskanmu dari kungkungan ini. Tapi terlalu banyak pilihan. Sementara hanya ada satu jalan yang dapat membimbingmu keluar dengan selamat. Memang mudah menemukannya, katamu lagi. Tapi bahkan kabut tertipis yang merayap mampu membutakan matamu, menyamarkan segalanya. Dan kau menggapai-gapai mencari seberkas cahaya. Retinamu mulai merindukannya. Begitulah kau terhempas lagi dalam labirin yang sama. Menemukan titik nol di kisi yang berbeda, hingga kau sangka setiap ruang adalah lingkaran sempurna. Maka satu lagi perjuangan menghentakmu untuk berpikir dengan logika. Kau mengurut berderet angka Tanya. Memetakan persamaan-persamaan, mencoba mengurai jawaban-jawaban. Setiap jawaban adalah nisbi, kau tahu itu. Maka kau mengawali deretan aproksimasi. Dari keacakan pikiran, tekadmu temukan keteraturan.Aku belum temukan jawaban final, bisikmu akhirnyaTapi sebagian jawaban menging…

Sang Penyair... Oh Sang Penyair...

Horreee.... Yes! yes! yes! Kemarin aku mendapat kiriman sebuah paket... Aku tidak terkejut, karena memang sebelumnya juga sudah tahu aku bakalan dapat paket ini. Isinya? Buku. Buku apa? Buku novel berjudul Sang Penyair! So what? Kok seneng banget?? Habisnya aku merindukan buku ini! What?! What do you mean? Jadi gini... Aku udah lama nyari-nyari buku ini, tapi ga pernah dapet... Sampai-sampai sempat pesan ke suatu toko buku, tapi akhirnya ga jadi, karena nampaknya tukang bukunya juga ga dapet. Kenapa nyari? Karena aku udah pernah baca buku ini, dulu banget, waktu zaman masih muda (upss... Abege lah maksudnya). Dan setelah baca, aku terkesaaan banget sama isi novel ini. Sayangnya, waktu itu aku cuma pinjem dari temen asrama, dan dianya juga pinjem dari perpus... Beberapa tahun kemudian (?), aku teringat lagi dengan novel yang satu ini. Iyalah, keingetan terus, habis aku masih menyimpan catatan singkat tentang kesanku setelah baca buku tersebut + beberapa kutipan syair di dalamnya yang p…

Palsu

Berikan aku sejumput senyumKarena bosanku mendengar gelegak tawaPelapis nada getir yang tak menjelmaDihadapanku yang tak pernah lelah bermain sandiwaraAku sang putri raja, aku sang CinderellaBertopengSecarik kain penutup muka bernama keangkuhan, kepalsuan Berikan aku senyummu yang tak palsuAku telah cukup kenyang akan hadiah-hadiah yang tak mampu lagi kukunyahTerimakasih,Kenyang aku akan dirikuyang bukan dirikuMungkin sejumput senyummu kan mengembalikankuke lubuk kejujurannuraniku8 Agustus 2007

Aku Ingin Menangis Malam Ini

Aku ingin menangis malam iniDi bahu sunyi yang diam memelukkuDibelai angin yang datang berhembus sesekaliSetelah lelah aku hanyut dalam tawakuAku ingin menangis malam iniSetelah sekian lama kupikir telah kering air matakuSaat kuucap selamat tinggal kepada sapu tangan tuakuYang kulempar jauh bersama seluruh kecengengankuTeriakku: Akulah manusia tegar!Hidup adalah indah, maka aku tersenyumHidup adalah lelucon, maka aku tertawaJika hidup adalah derita, maka aku tak sudi menangis!Maka aku tertawa sepuaskuBersenang-senang menikmati hidup dalam bijakkuTapi biarkan aku menangis malam iniDi keramaian siangku ada rindu pada hening. Sunyi malamkuyang lama tak tersentuhBilur-bilur tadabburRindu belai angin malamku setelah tawaSekian lama membuai jiwa?Maka biarkan malam ini aku menangisKarena ternyata air mata tak pernah keringBuat membasuh debu dalam kalbu? Aku ingin menangis malam iniKarena ternyata manusia terlalu sombong tuk menangisBahkan untuk dosa yang membukit hari demi hari. Padahal manu…

Sebuah Permulaan

Kertas putih, sebuah pena dan botol tintaDipersembahkan kepadaku saat aku merasa tersesatJiwa suci yang terhempas pada keasingan yang bisingCatatkan tangis pertamaku dalam lembar diary yang belum mampu kutulisi?Tapi air mata telah menjadi tintaku mengisi lembaran hariSementara botol tinta dan pena masih dipegang ayah dan bundaDan aku menggenggam kertas putih yang bersih. Batinkuyang muda dan bening: Sebuah permulaan adalah titik kosong yang mulai kutandaiLalu aku belajar tak kenal hentiDari gerak pena ibuku menotol tintaTangan ayahku gerakkan penaAhoy, baru kutahu akulah siswa sejati!Kertas putih tak lagi putihBiar kubacakan untukmu bait-bait puisiAtau kutunjukkan padamu lukisan-lukisan mahakaryaku?Aku bertanya bangga kepada orang-orangLalu berhamburanlah tawa dan cela, "Kau hanya pandai mencoreng-moreng jiwamu!"Aku menangis dan mengadu,Tapi guru sejatiku mengajarkan kepadaku:"Kau hanya perlu belajar lagi, perbaiki karya di setiap kertasmu, terus dan terus..."Aku m…

Lagi Bete

Duuh... lagi pengen nulis tapi kok rasanya malez ya, ga ada inspiriasi gini. Sejak sakit kemarin2 bosen deh. Pengen ke Braga euy udah dari 1 Agustus lalu pameran buku Bandung 2007 dibuka. Nyeseeeelll banget ga kesana pas tanggal 1. Lupa kalo ada peluncuran buku puisi anggota FLP Bandung, Aurasinai dan Kang Ofik, mana ada musikalisasi dari Kapak Ibrahim juga. Ngapa bisa lupa ya?? Cape deh