Mimipi-Mimpi Einstein



Judul Buku : Mimpi-mimpi Einstein (Einstein’s Dreams)
Penulis : Alan Lightman
Penerjemah : Yusi Avianto Pareanom
Tebal Buku : 154 hlm, 14 cm x 20 cm
Penerbit : Kepustakaan Populer Gramedia

Novel pertama karya fisikawan Alan Lightman ini lumayan unik. Apa tema yang diangkat? Waktu. Benar-benar semuanya tentang waktu. Membaca novel ini, kita diajak untuk berpikir, menjelajah dunia batin Einstein mengenai waktu. Alan Lightman menyampaikan gagasan-gagasan tentang waktu ini dengan cara yang ganjil. Awalnya saya mengira novel ini menuturkan cerita penggalan hidup Einstein dengan mimpi-mimpinya berkaitan dengan gagasan Teori Relativitasnya yang terkenal. Ternyata perkiraan saya ada benarnya juga. Tapi setelah mulai membacanya, perkiraan saya lebih banyak melesetnya. Bagi saya buku ini tidak terasa seperti novel. Baik kita tengok saja isi buku ini.

Isi buku ini lebih didominasi oleh mimpi-mimpi Einstein tentang waktu yang berbeda-beda, amat beragam, ketimbang menceritakan penggalan kehidupan Einstein sendiri. Di luar mimpi-mimpi itu, Einstein hanya muncul pada bagian prolog, epilog, dan 3 bagian yang dinamai Interlud (menurut kamus bahasa inggris, kata interlude dapat diartikan sebagai jeda, waktu istirahat/mengaso, atau selingan), di sela-sela deretan mimpi itu. Tampaknya hanya dalam Interlud-interlud tersebut saja terdapat dialog dalam penggalan kecil saat Einstein bersama dengan temannya, Besso. Jadi, novel ini tidak mengambil bentuk “kisah hidup” seorang tokoh sepenuhnya, tapi lebih banyak seperti pemaparan potongan-potongan gambar imajinatif yang dituturkan dengan bahasa narasi yang terkadang seperti puisi. Potongan-potongan gambar tersebut bukan milik seorang tokoh utama, tetapi diambil dari potret irisan-irisan kecil kehidupan orang-orang yang berbeda-beda. Tidak ada tokoh utama.

Seluruh mimpi-mimpi itu ada 30, dimulai dari rentang 14 April – 28 Juni 1905, saat Einstein hampir merampungkan teori relativitasnya. Seluruhnya adalah mengenai gagasan-gagasan tentang waktu, yang ditempeli oleh fragmen-fragmen kecil kehidupan orang-orang yang berbeda-beda, yang dari situ dapat dilihat sebagai contoh atau analogi bagaimana waktu dipandang dan disikapi secara berbeda-beda oleh orang-orang itu. Membaca gagasan-gagasan ini, kita diajak berimajinasi, berpikir, mengikuti berbagai kilasan-kilasan yang mendeskripsikan waktu dan hakikatnya dari berbagai sudut pandang, terkadang dengan beberapa pengandaian yang membawa kepada kemungkinan-kemungkinan. Barangkali sebagian orang akan bosan mengikuti alur novel ini. Memang, membaca buku ini kita perlu fokus. Buku ini bisa dikatakan merupakan buku meditasi tentang waktu. Di dalamnya kita bisa menemukan keindahan gaya penuturan penulisnya dalam menyampaikan perenungan akan esensi waktu.

Berikut ini adalah beragam deskripsi singkat mengenai waktu di berbagai dunia imajinatif dalam mimpi-mimpi Einstein tersebut:
1. Saat waktu berupa lingkaran yang mengitari dirinya sendiri
2. Waktu seperti aliran air, kadang terbelokkan oleh secuil puing, oleh tiupan angin sepoi-sepoi…
3. Waktu memiliki tiga dimensi, seperti ruang…
4. Ada 2 jenis waktu: waktu tubuh yang kaku dan waktu mekanis yang lebih kendur
5. Ketika waktu berjalan lebih lambat di tempat yang jauh dari pusat bumi…
6. Ketika waktu adalah mutlak…
7. Saat hubungan sebab-akibat tidak tentu…
8. Saat waktu benar-benar berlalu, tetapi sedikit sekali yang berubah
9. Jika semua orang tahu dunia akan berakhir setahun, sebulan, sehari, semenit, sedetik lagi
10. Saat setiap orang melekat pada satu waktu, sendirian
11. Ketika perjalanan waktu membawa keteraturan yang kian meningkat
12. Pusat waktu: titik saat waktu berhenti
13. Andai dunia tanpa waktu
14. Dunia tanpa ingatan dan Buku Riwayat Hidup
15. Waktu bagai kepingan kilasan masa depan
16. Waktu berlalu lebih lambat bagi orang-orang yang bergerak
17. Waktu mengalir ke belakang
18. Andai waktu hidup setiap orang hanya sehari
19. Waktu adalah indera manusia
20. Andai manusia hidup selamanya
21. Andai waktu adalah soal kualitas dan bukan kuantitas
22. Dunia tanpa masa depan
23. Waktu adalah dimensi yang terlihat
24. Waktu adalah sesuatu yang tidak kontinyu (diskrit)
25. Jam Agung di Kuil Waktu
26. Waktu adalah gejala lokal
27. Ketika masa depan adalah kepastian
28. Waktu seperti cahaya diantara dua cermin
29. Masa silam yang berubah
30. Sang Waktu adalah kawanan burung bulbul

Komentar

  1. saya membaca tulisan anda ini , karena saya sedang mencari tahu kenapa hari ini saya merasakan waktu begitu lambat.

    tidak disangka einstein

    BalasHapus
  2. Terimakasih telah sempatkan membaca.

    Terkadang waktu memang bisa terasa begitu lambat, kadang terasa begitu cepat. Seperti kata Einstein, tergantung sudut pandangnya.

    BalasHapus

Posting Komentar

Tinggalkan jejakmu kala mampir di sini

Popular Posts

The Lorax Film: Kisah Kota Plastik Tanpa Pohon

Novel Milea: Suara dari Dilan

Merayakan Momen Spesial dengan Makan-makan di Celebrate Cafe Bandung